CSIS Wanti-wanti Risiko Jangka Panjang Kesepakatan Tarif RI-AS

Gampang banget, kita kira bahwa Indonesia bisa mengejar keuntungan dari kesepakatan tarif dengan AS, tapi ternyata tidak jelas kok. Malaysia, Vietnam, Thailand, mereka sudah jadi teman AS, kayaknya kita harus lebih berhati-hati. Geopolitik Cina-Amerika juga mempengaruhi, kalau kita mau mengejar keuntungan, nanti kita harus menerima konsekuensi yang tidak baik. Kita perlu mempertimbangkan apa itu yang lebih penting, keuntungan jangka pendek atau kestabilan ekonomi jangka panjang. Semoga pemerintah bisa memilih yang tepat 🤔📊
 
Kesepakatan tarif resiprokal itu sebenarnya sih udah aku bayangin kalau gini dari awal... Amerika Serikat ya udah punya strategi yang bagus, tapi Indonesia kayaknya lagi bingung apa yang harus dilakukan... Kalau mau ikut bermain game ini, maka kita harus siap menerima bahwa posisi kita tidak akan enak-enaak. Sementara itu, negara-negara lain kayak Malaysia dan Vietnam udah menyesakkan aja dengan AS, jadi Indonesia kaya yang ke belakang lagi... Tapi aku penasaran sih apa yang akan terjadi kalau kita tidak mau ikut bermain game ini...
 
Kalau sih kesepakatan tarif resiprokal itu, aku rasa bisa jadi membuat Indonesia jadi pihak yang kalah dalam permainan ekonomi global 😕. Kita harus berhati-hati juga dengan geopolitik Cina-Amerika, karena itu bisa mempengaruhi keputusan kita dalam melakukan kesepakatan ini. Aku pikir Indonesia harus lebih berhati-hati dan tidak hanya mempertimbangkan keuntungan saja, tapi juga konsekuensi yang dapat dihadapi nanti 🤔. Kita harus bisa menafigasi atau membalance dua pengaruh ini agar kita tidak jadi pihak yang kalah dalam permainan ekonomi global 💡.
 
kembali
Top