Sekarang ini saatnya kita mempelajari struktur teks eksplainsi yang akan membantu kita menjelaskan mengapa dan bagaimana suatu fenomena dapat terjadi. Contoh teks eksplanasi tentang banjir perlu dipahami oleh siswa agar mereka bisa mengetahui proses mengapa dan bagaimana banjir muncul secara logis dan jelas.
Teks eksplainsi adalah salah satu materi pada mata pelajaran bahasa Indonesia untuk kelas XI. Pemahaman struktur teks eksplainsi ini penting bagi siswa agar mereka dapat menyusunnya secara benar dan membedakannya dengan jenis teks lainnya.
Ciri kebahasaan dalam teks eksplainsi memiliki beberapa karakteristik yang perlu kita ketahui. Pertama, teks tersebut menggunakan kata bermakna denotatif atau konstitutif. Kedua, teks eksplainsi menggunakan kalimat pasif dan banyak konjungsi kausalitas (sebab-akibat). Ketiga, teks tersebut juga menggunakan istilah ilmiah atau kata teknis sesuai topik yang dibahas. Keempat, fokus pada hal umum (generic) bukan pada pelaku manusia secara individual.
Struktur teks eksplainsi terdiri atas tiga bagian utama yaitu pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup. Pernyataan umum berisi gambaran umum mengenai fenomena yang akan dibahas.
Contoh teks eksplainsi banjir dapat memperlihatkan ciri kebahasaan dan struktur teks eksplainsi seperti di bawah ini:
**Contoh Teks Eksplainsi Banjir 1**
Banjir merupakan peristiwa alam yang terjadi ketika air menggenangi suatu wilayah yang seharusnya kering. Proses banjir umumnya terjadi di daerah dataran rendah, kawasan padat penduduk, serta wilayah yang memiliki sistem drainase buruk.
Dalam teks ini menggunakan kata bermakna konstitutif untuk menjelaskan proses mengapa banjir terjadi. Selain itu, kalimat pasif juga digunakan untuk memberikan penjelasan secara logis dan jelas.
**Contoh Teks Eksplainsi Banjir 2**
Penyebab Terjadinya Banjir di Perkotaan
Banjir di wilayah perkotaan merupakan fenomena yang sering terjadi saat musim hujan. Peristiwa ini ditandai dengan meluapnya air hingga menutupi jalan, rumah, dan fasilitas umum.
Dalam teks ini menggunakan istilah ilmiah seperti "sistem drainase" untuk menjelaskan penyebab terjadinya banjir. Selain itu, konjungsi kausalitas juga digunakan untuk memberikan penjelasan secara logis dan jelas.
**Contoh Teks Eksplainsi Banjir 3**
Dampak Banjir bagi Kehidupan Masyarakat
Banjir merupakan bencana alam yang memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Fenomena ini sering terjadi di daerah yang berada di sekitar sungai atau wilayah dengan curah hujan tinggi.
Dalam teks ini menggunakan kata bermakna konstitutif untuk menjelaskan proses mengapa banjir memiliki dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Selain itu, kalimat pasif juga digunakan untuk memberikan penjelasan secara logis dan jelas.
Dengan memahami contoh teks eksplainsi ini, siswa dapat mengetahui bagaimana proses terjadinya banjir secara runtut dan logis. Selain itu, pemahaman ini juga membantu siswa untuk menyusun teks eksplainsi secara benar dan membedakannya dengan jenis teks lainnya.
Teks eksplainsi adalah salah satu materi pada mata pelajaran bahasa Indonesia untuk kelas XI. Pemahaman struktur teks eksplainsi ini penting bagi siswa agar mereka dapat menyusunnya secara benar dan membedakannya dengan jenis teks lainnya.
Ciri kebahasaan dalam teks eksplainsi memiliki beberapa karakteristik yang perlu kita ketahui. Pertama, teks tersebut menggunakan kata bermakna denotatif atau konstitutif. Kedua, teks eksplainsi menggunakan kalimat pasif dan banyak konjungsi kausalitas (sebab-akibat). Ketiga, teks tersebut juga menggunakan istilah ilmiah atau kata teknis sesuai topik yang dibahas. Keempat, fokus pada hal umum (generic) bukan pada pelaku manusia secara individual.
Struktur teks eksplainsi terdiri atas tiga bagian utama yaitu pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup. Pernyataan umum berisi gambaran umum mengenai fenomena yang akan dibahas.
Contoh teks eksplainsi banjir dapat memperlihatkan ciri kebahasaan dan struktur teks eksplainsi seperti di bawah ini:
**Contoh Teks Eksplainsi Banjir 1**
Banjir merupakan peristiwa alam yang terjadi ketika air menggenangi suatu wilayah yang seharusnya kering. Proses banjir umumnya terjadi di daerah dataran rendah, kawasan padat penduduk, serta wilayah yang memiliki sistem drainase buruk.
Dalam teks ini menggunakan kata bermakna konstitutif untuk menjelaskan proses mengapa banjir terjadi. Selain itu, kalimat pasif juga digunakan untuk memberikan penjelasan secara logis dan jelas.
**Contoh Teks Eksplainsi Banjir 2**
Penyebab Terjadinya Banjir di Perkotaan
Banjir di wilayah perkotaan merupakan fenomena yang sering terjadi saat musim hujan. Peristiwa ini ditandai dengan meluapnya air hingga menutupi jalan, rumah, dan fasilitas umum.
Dalam teks ini menggunakan istilah ilmiah seperti "sistem drainase" untuk menjelaskan penyebab terjadinya banjir. Selain itu, konjungsi kausalitas juga digunakan untuk memberikan penjelasan secara logis dan jelas.
**Contoh Teks Eksplainsi Banjir 3**
Dampak Banjir bagi Kehidupan Masyarakat
Banjir merupakan bencana alam yang memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Fenomena ini sering terjadi di daerah yang berada di sekitar sungai atau wilayah dengan curah hujan tinggi.
Dalam teks ini menggunakan kata bermakna konstitutif untuk menjelaskan proses mengapa banjir memiliki dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Selain itu, kalimat pasif juga digunakan untuk memberikan penjelasan secara logis dan jelas.
Dengan memahami contoh teks eksplainsi ini, siswa dapat mengetahui bagaimana proses terjadinya banjir secara runtut dan logis. Selain itu, pemahaman ini juga membantu siswa untuk menyusun teks eksplainsi secara benar dan membedakannya dengan jenis teks lainnya.