Kota Tua Cirebon Dibangun Ulang untuk Meningkatkan Wisatawan
Pemerintah Kota Cirebon menetapkan kawasan kota tua sebagai prioritas pengembangan pariwisatanya. Pecinan hingga Lapangan Kebumen akan dijadikan destinasi wisata yang menarik. Awalnya, konsep pengembangan sudah berjalan, tapi masih ada kenyamanan untuk diperbaiki.
Kawasan Pecinan saat ini sedang mengalami penataan dan peningkatan fasilitas. Disbudpar akan melakukan penataan sesuai dengan fungsi kawasan dan akan menambahkan konsep wisata tematik. Selain itu, mereka akan memperkuat aktivitas malam seperti pasar malam dan meningkatkan penataan pedagang serta pengelolaan parkir untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
Di Lapangan Kebumen, disbudpar berencana menjadi pusat aktivitas seni dan budaya. Pertunjukan kesenian sudah mulai dilakukan di Gedung Bundar. Kawasan ini akan dikelola oleh Disbudpar sebagai pasar seni dan ruang ekspresi budaya. "Pertunjukan kesenian sudah kita mulai, dan ke depan kawasan ini akan menjadi pusat kegiatan seni budaya yang dikelola Disbudpar," kata Agus.
Selain itu, disbudpar juga berencana meningkatkan event-event pariwisata yang ada. Ini merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Cirebon. Mereka akan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan daya tarik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Dengan pengembangan di sektor pariwisata, disbudpar berharap dapat mencapai target kunjungan sebanyak 5 juta orang. "Target tersebut sejalan dengan upaya penguatan sektor pariwisata berbasis budaya, sejarah, dan pengembangan kawasan kota tua," tutur Agus.
Kota Cirebon memiliki kekuatan di pariwisata budaya, sejarah, religi dan kuliner. Pemerintah telah mengupayakan untuk menjadikan Kota Cirebon sebagai pusat budaya dan sejarah. Namun, mereka juga meminta keterlibatan semua pihak terkait untuk keberhasilan sektor pariwisata di Kota Cirebon.
"Keterlibatan semua stakeholder sangat penting," kata Agus.
Pemerintah Kota Cirebon menetapkan kawasan kota tua sebagai prioritas pengembangan pariwisatanya. Pecinan hingga Lapangan Kebumen akan dijadikan destinasi wisata yang menarik. Awalnya, konsep pengembangan sudah berjalan, tapi masih ada kenyamanan untuk diperbaiki.
Kawasan Pecinan saat ini sedang mengalami penataan dan peningkatan fasilitas. Disbudpar akan melakukan penataan sesuai dengan fungsi kawasan dan akan menambahkan konsep wisata tematik. Selain itu, mereka akan memperkuat aktivitas malam seperti pasar malam dan meningkatkan penataan pedagang serta pengelolaan parkir untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
Di Lapangan Kebumen, disbudpar berencana menjadi pusat aktivitas seni dan budaya. Pertunjukan kesenian sudah mulai dilakukan di Gedung Bundar. Kawasan ini akan dikelola oleh Disbudpar sebagai pasar seni dan ruang ekspresi budaya. "Pertunjukan kesenian sudah kita mulai, dan ke depan kawasan ini akan menjadi pusat kegiatan seni budaya yang dikelola Disbudpar," kata Agus.
Selain itu, disbudpar juga berencana meningkatkan event-event pariwisata yang ada. Ini merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Cirebon. Mereka akan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan daya tarik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Dengan pengembangan di sektor pariwisata, disbudpar berharap dapat mencapai target kunjungan sebanyak 5 juta orang. "Target tersebut sejalan dengan upaya penguatan sektor pariwisata berbasis budaya, sejarah, dan pengembangan kawasan kota tua," tutur Agus.
Kota Cirebon memiliki kekuatan di pariwisata budaya, sejarah, religi dan kuliner. Pemerintah telah mengupayakan untuk menjadikan Kota Cirebon sebagai pusat budaya dan sejarah. Namun, mereka juga meminta keterlibatan semua pihak terkait untuk keberhasilan sektor pariwisata di Kota Cirebon.
"Keterlibatan semua stakeholder sangat penting," kata Agus.