Ditakutkan, tidak adanya ruang untuk diri sendiri dalam lingkungan kerja sering kali menyebabkan stres dan tekanan mental yang berlebihan. Psikolog Ayu Sadewo, S.Psi., menyarankan pentingnya tidak hanya menciptakan lingkungan kerja yang nyaman secara fisik, tetapi juga mengatasi aspek mental.
Kemudian Ayu menyatakan bahwa ketika kita menghakimi rekan kerja tanpa memahami situasinya, maka mereka akan merasa terjebak dalam penilaian duniawi. Padahal tiap individu memiliki potensi berbeda dan cara menghadapi tekanan, yang masing-masing sering kali tidak sama.
Selanjutnya Ayu Sadewo menyebutkan bahwa komunikasi kita sering terhambat karena adanya penilaian duniawi. Alih-alih merasa didukung, rekan kerja sering terjebak di tempat yang sibuk menilai dan membandingkan, padahal mereka hanya menghadapi kesulitan emosional yang sangat berat.
Ia juga menyatakan bahwa pendampingan yang diberikan kepada rekan kerja bukan untuk menjadi pemecah masalah, tetapi menjadi pendamping yang aman secara emosional. Saat rekan kerja merasa terhakimi dan tidak didukung, mereka akan lebih mudah menyadari kondisinya sendiri dan memiliki keberanian untuk mencari bantuan profesional jika diperlukan.
Ayu menambahkan bahwa pentingnya membangun budaya saling peduli di tempat kerja. Langkah ini dimulai dengan tidak meremehkan keluhan rekan sejawat dan memberikan ruang yang luas bagi mereka untuk bercerita, sehingga lingkungan kerja menjadi ekosistem yang mendukung kesejahteraan psikologis setiap anggotanya.
Kemudian Ayu menyatakan bahwa ketika kita menghakimi rekan kerja tanpa memahami situasinya, maka mereka akan merasa terjebak dalam penilaian duniawi. Padahal tiap individu memiliki potensi berbeda dan cara menghadapi tekanan, yang masing-masing sering kali tidak sama.
Selanjutnya Ayu Sadewo menyebutkan bahwa komunikasi kita sering terhambat karena adanya penilaian duniawi. Alih-alih merasa didukung, rekan kerja sering terjebak di tempat yang sibuk menilai dan membandingkan, padahal mereka hanya menghadapi kesulitan emosional yang sangat berat.
Ia juga menyatakan bahwa pendampingan yang diberikan kepada rekan kerja bukan untuk menjadi pemecah masalah, tetapi menjadi pendamping yang aman secara emosional. Saat rekan kerja merasa terhakimi dan tidak didukung, mereka akan lebih mudah menyadari kondisinya sendiri dan memiliki keberanian untuk mencari bantuan profesional jika diperlukan.
Ayu menambahkan bahwa pentingnya membangun budaya saling peduli di tempat kerja. Langkah ini dimulai dengan tidak meremehkan keluhan rekan sejawat dan memberikan ruang yang luas bagi mereka untuk bercerita, sehingga lingkungan kerja menjadi ekosistem yang mendukung kesejahteraan psikologis setiap anggotanya.