Cinta Bukan Soal Siapa Lebih Kuat: Memaknai Relasi yang Setara

Gampangnya, aku pikir kekuasaan dalam hubungan tidak ada masalahnya, apa adanya. Yang penting adalah keduanya merasa nyaman dan jujur dengan nhau. Tapi, setelah aku benar-benar memikirkannya, aku rasa mungkin benar sekali kalau aku bilang ini bisa membawa konflik dan stres. Aku tidak tahu, mungkin aku salah, tapi aku merasa seperti ini: ketika suami-istri saling dominan, itu bisa jadi tanda bahwa salah satu dari keduanya tidak nyaman dengan gaya yang lain 😐.
 
ini kalimatnya, seringkali kita melihat pasangan suami-istri dimana salah satu terlihat lebih kuat dari yang lain. ini karena dalam hubungan asmara bukan cuma tentang cinta tapi juga tentang negosiasi kuasa. siapa yang mampu memberi dan menolak pengaruh akan berperan membentuk emosi maupun perilaku pasangannya 🤔

contohnya, laki-laki seringkali diharapkan untuk menjadi pemimpin sedangkan perempuan lebih fokus pada menjaga keharmonisan relasi. ini karena norma gender tradisional yang sudah lama mengakar kuat. tapi tanpa disadari, pola ini bisa menciptakan ketidakseimbangan daya tawar yang dianggap "normal" 🙅‍♂️

jadi, apa yang paling penting adalah empati dan batasan tanpa rasa takut dalam hubungan sehat. tidak ada yang salah dengan memiliki kekuasaan, tapi penting bukan hanya tentang siapa yang kuat tapi juga tentang bagaimana kita bisa saling memahami dan menyelesaikan masalah bersama 💬
 
kembali
Top