Cina Eksekusi 11 Orang Warga di Myanmar, Kriminal Ini Bisa Berpengaruh di Indonesia
Hari ini, 29 Januari 2026, diadakan eksekusi mati 11 orang warga Cina yang diduga terkait penipuan online di Myanmar. Menurut laporan Xinhua, 11 orang ini menjadi "anggota kunci" dari geng kriminal yang menjadi otak penipuan online di Myanmar. Penyelidikan telah menunjukkan bahwa mereka melakukan penipuan yang mencakup pembunuhan disengaja, cendera disengaja, penahanan ilegal, penipuan, dan pendirian kasino.
Hukuman mati ini telah mendapatkan persetujuan dari Mahkamah Agung Rakyat di Beijing. Bukti-bukti yang ditemukan atas 11 orang ini meyakinkan bahwa mereka terlibat dalam penipuan sejak 2015. Beberapa di antara mereka adalah anggota "kelompok kriminal keluarga Ming" yang telah menyebabkan warga Cina selama 14 orang tewas dan banyak lagi yang terluka.
Pemakaman ini juga diperbesar dengan persyaratan dari kerabat keluarga para pelaku yang diberi kesempatan untuk bertemu sebelum mati. Geng kriminal ini telah berpengaruh di Myanmar selama beberapa tahun, dan menurut PBB, penipuan mereka meraup puluhan miliar dolar AS per tahun.
Penemuan ini juga dapat memberikan pelajaran bagi Indonesia yang memiliki masalah serupa dengan penipuan online. Pemerintah Cina telah meningkatkan kerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara untuk menindak gemping penipu online, dan ribuan orang telah dipulangkan ke Cina dalam beberapa tahun terakhir.
Hal ini juga memberikan kesan bahwa kerjasama international di bidang kejahatan serius sangat penting.
Hari ini, 29 Januari 2026, diadakan eksekusi mati 11 orang warga Cina yang diduga terkait penipuan online di Myanmar. Menurut laporan Xinhua, 11 orang ini menjadi "anggota kunci" dari geng kriminal yang menjadi otak penipuan online di Myanmar. Penyelidikan telah menunjukkan bahwa mereka melakukan penipuan yang mencakup pembunuhan disengaja, cendera disengaja, penahanan ilegal, penipuan, dan pendirian kasino.
Hukuman mati ini telah mendapatkan persetujuan dari Mahkamah Agung Rakyat di Beijing. Bukti-bukti yang ditemukan atas 11 orang ini meyakinkan bahwa mereka terlibat dalam penipuan sejak 2015. Beberapa di antara mereka adalah anggota "kelompok kriminal keluarga Ming" yang telah menyebabkan warga Cina selama 14 orang tewas dan banyak lagi yang terluka.
Pemakaman ini juga diperbesar dengan persyaratan dari kerabat keluarga para pelaku yang diberi kesempatan untuk bertemu sebelum mati. Geng kriminal ini telah berpengaruh di Myanmar selama beberapa tahun, dan menurut PBB, penipuan mereka meraup puluhan miliar dolar AS per tahun.
Penemuan ini juga dapat memberikan pelajaran bagi Indonesia yang memiliki masalah serupa dengan penipuan online. Pemerintah Cina telah meningkatkan kerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara untuk menindak gemping penipu online, dan ribuan orang telah dipulangkan ke Cina dalam beberapa tahun terakhir.
Hal ini juga memberikan kesan bahwa kerjasama international di bidang kejahatan serius sangat penting.