Cina eksekusi 11 warga Cina terkait penipuan online di Myanmar
Hari Kamis (29/1/2026) lalu, 11 warga Cina yang terlibat dalam penipuan online di Myanmar dinyatakan telah dieksekusi mati. Penyelidikan dan persidangan atas pelaku-pelaku ini selesai pada bulan September 2025.
Menurut Xinhua, geng kriminal yang jadi otak penipuan online ini terdiri dari "anggota kunci" warga Cina di Myanmar. Satu di antaranya adalah anggota kelompok kriminal keluarga Ming yang telah menyebabkan 14 warga Cina tewas dan melukai yang lainnya.
Penyelidikan atas 11 pelaku ini dilakukan di pengadilan Kota Wenzhou, Cina bagian timur. Hukuman mati ini telah mendapat persetujuan dari Mahkamah Agung Rakyat di Beijing. Menurut laporan Xinhua, bukti yang dihimpun terkait 11 orang tersebut telah meyakinkan dan cukup.
Penipuan online yang dilakukan oleh geng kriminal ini telah berkembang pesat di Myanmar sejak beberapa tahun ke belakang. Pada April 2025 lalu, PBB memperkirakan peniupan oleh geng kriminal ini telah meraup puluhan miliar dolar AS per tahun.
Dari jumlah orang yang dieksekusi, beberapa di antaranya adalah warga Cina yang terlibat dalam penipuan sejak 2015. Beberapa juga ditemukan terlibat dengan kasino dan melakukan pembunuhan disengaja serta cendera disengaja.
Pemerintah Cina kini meningkatkan kerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara guna menindak pusat-pusat penipuan tersebut. Ribuan orang telah dipulangkan ke Cina dalam beberapa tahun ke belakang.
Sementara itu, di pusat-pusat penipuan yang berkembang di wilayah perbatasan Myanmar, jejaring penipu online ini kerap kali dikelola oleh warga asing. Warga negara Cina jadi salah satu yang mendominasinya.
Hari Kamis (29/1/2026) lalu, 11 warga Cina yang terlibat dalam penipuan online di Myanmar dinyatakan telah dieksekusi mati. Penyelidikan dan persidangan atas pelaku-pelaku ini selesai pada bulan September 2025.
Menurut Xinhua, geng kriminal yang jadi otak penipuan online ini terdiri dari "anggota kunci" warga Cina di Myanmar. Satu di antaranya adalah anggota kelompok kriminal keluarga Ming yang telah menyebabkan 14 warga Cina tewas dan melukai yang lainnya.
Penyelidikan atas 11 pelaku ini dilakukan di pengadilan Kota Wenzhou, Cina bagian timur. Hukuman mati ini telah mendapat persetujuan dari Mahkamah Agung Rakyat di Beijing. Menurut laporan Xinhua, bukti yang dihimpun terkait 11 orang tersebut telah meyakinkan dan cukup.
Penipuan online yang dilakukan oleh geng kriminal ini telah berkembang pesat di Myanmar sejak beberapa tahun ke belakang. Pada April 2025 lalu, PBB memperkirakan peniupan oleh geng kriminal ini telah meraup puluhan miliar dolar AS per tahun.
Dari jumlah orang yang dieksekusi, beberapa di antaranya adalah warga Cina yang terlibat dalam penipuan sejak 2015. Beberapa juga ditemukan terlibat dengan kasino dan melakukan pembunuhan disengaja serta cendera disengaja.
Pemerintah Cina kini meningkatkan kerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara guna menindak pusat-pusat penipuan tersebut. Ribuan orang telah dipulangkan ke Cina dalam beberapa tahun ke belakang.
Sementara itu, di pusat-pusat penipuan yang berkembang di wilayah perbatasan Myanmar, jejaring penipu online ini kerap kali dikelola oleh warga asing. Warga negara Cina jadi salah satu yang mendominasinya.