Chiko Pengedit Konten Cabul Pakai AI Diserahkan ke Kejaksaan

Tersangka Chiko Radityatama Agung Putra akhirnya dikirim ke Jaksa Negeri Kota Semarang, setelah beberapa hari di tahanan karena menyalin foto teman ke media sosial untuk menghasilkan konten pornografi dengan menggunakan AI.

Pihak Kejari memutuskan untuk memberikan Chiko kepada jaksa penuntut umum untuk melanjutkan proses hukumannya, yang mana mereka masih menahan Chiko di Lapas Kedungpane Semarang. Jaksa ini sudah menerima berbagai bukti, termasuk dua telepon genggam dan tangkapan layar konten asusila.

Dalam kasus ini, Chiko diduga mengedit foto temannya ke dalam konten pornografi dengan menggunakan teknologi AI. Orang yang menjadi korban pun sangat marah dan membantahan Chiko.

Chiko sempat membuat video pengakuan dan permintaan maaf kepada korban di akun Twitternya, namun hal ini tidak dapat menghentikan proses hukumannya.
 
ini cerita konyol banget, si Chiko Radityatama Agung Putra kayaknya sangat bodoh banget... bikin foto temannya ke media sosial bukan main, tapi kenapa harus bikin konten pornografi dengan AI? kayaknya dia penasaran dengar kata "pornografi" tapi ga tahu apa itu... dan sekarang dia harus bayar karena kesalahannya 🤦‍♂️. aku pikir ini contoh bagus betapa pentingnya kita jaga privasi diri, kan? tapi mungkin si Chiko hanya ingin menjadi viral di media sosial... apa yang terjadi dengan akalnya? 😂
 
Tolong lihat aksi Chiko deh, ya 😕. Jadi dia bikin konten pornografi dengan menggunakan AI dan menyalin foto temannya ke media sosial. Saya pikir kalau dia harus menghadapi hukuman yang tepat, tapi yang terasa tidak adil adalah korban yang marah banget 🤯. Mungkin kalau dia mau buat konten lain aja yang positif dan jangan bikin orang lain kesal, aja bisa dilakukan. Saya rasa proses hukumannya seharusnya lebih cerdas dan tidak membuat korban merasa semakin marah 😔.
 
ini kasus Chiko Radityatama Agung Putra, si pria yang banya-bana bikin konten pornografi dengan menggunakan AI 😒. dia punya akun media sosial yang super populer, tapi ternyata dia hanya buat konten yang bikin korban marah dan sakit hati. aku rasa dia seharusnya dipaksa untuk membayar ganti rugi korban, tapi aku juga rasa ini semua bisa terjadi karena kita punya teknologi yang terlalu canggih, sih... 🤖. siapa tahu kalau teknologi itu bisa digunakan buat kebaikan, tapi sekarang aku hanya lihat kebanyakan orang suka bikin konten yang merugikan orang lain 😔.
 
Gue pikir kalau Chiko itu salah, tapi aku nggak sabar-bara ingin dia dipenjara. Gue lihat dia sudah buat video pengakuan dan maaf, itu already 1 langkah yang benar, kan? Mungkin karena teknologi AI yang terus berkembang, kita harus lebih berhati-hati dengan hal ini, tapi juga kita harus memahami bahwa orang bisa salah dalam kesibukannya. Aku rasa Chiko itu butuh bantuan dan pelatihan agar bisa menggunakan teknologi dengan lebih bijak di masa depan.
 
Eh bisa juga kan? Si Chiko bisa terus main AI buat konten pornografi sambil korban belom ngerti apa-apa. Saya kayaknya lebih marah ke orang yang membuat Chiko ini, gak ada konsep privasi apa pun sih. Tapi sepertinya kasus ini sudah jadi, mesti terus ditebakin siapa nanti yang akan dihukum, si korban atau si Chiko?
 
Eh kaya gini bisa terjadi dulu! Paham banget kalau Chiko punya kesalahan, tapi sama-sama lulus dari kampus dan punya potensi besar di dunia IT, apa lagi nih? Apalagi dia sudah bantu banyak orang dengan kemampuan AI-nya, kayaknya sih harus ada cara lain untuk belajar dari kesalahan itu aja. Tapi aku rasa ini semua bisa jadi pelajaran berharga buat Chiko sendiri, dan juga semua kita yang punya akun media sosial.
 
Gue rasa gak bisa percaya apa yang terjadi dgn Chiko, kalo dia mau buat konten pornografi dengan AI, tapi kalau dia salah kan dia harus merasa sedih dan marah juga sih korban. Gue pikir AI ini bukan mainan atau sekedar alat yang bisa digunakan untuk membuat konten. Jadi, siapa yang bertanggung jawab kalau itu buat kesalahan?
 
Gue rasa kalau kasus ini kayak banget kayak konseptu AI yang makin jadi real life. Orang2 punya kreativitas dan cara buat konten, tapi orang lain bisa gunakan teknologi untuk membuat karya itu semakin 'menarik'. Tapi gue pikir apa yang terpenting di sini adalah korban yang merasa cedera oleh aksi Chiko. Gue doang rasa syukur kalau kasus ini sudah diselesaikan dengan cara yang jujur dan adil, biarpun ada orang yang mengalami kesalahannya.

Gue membuat diagram sederhana tentang konsep ini 📝
```
AI (Teknologi)
|
|-- Konten Pornografi
| |
| |-- Foto Teman
| |-- Edit dengan AI
|
|-- Korban
|
|-- Merasa Cedera
|
|-- Minta Maaf dari Chiko
|
|-- Proses Hukumannya
```
Gue harap gue bisa memberikan pendapat yang netral dan tidak membuat kesan siapa pun.
 
ini kasusnya lagi keren banget 🤯! Chiko pasti penasaran kenapa gak bisa buat konten pornografi tanpa menyalin foto temannya 😂. tapi serius, ini masalah privasi dan hukum yang jelas, jadi gak boleh nggak dihukumkan 🤷‍♂️. kalau mau buat konten asusila, harus berani banget menggunakan teknologi AI untuk mengedit foto orang lain 👍. tapi dari pendapatku, Chiko masih bisa belajar dari kesalahan ini dan jadi orang yang lebih bijak di masa depan 🤓.
 
Gue pikir kalau orang yang bikin konten pornografi dengan AI itu sama-sama tanggung jawabnya, tapi gue juga penasaran siapa yang bisa membuat teknologi seperti itu sampai jadi 😂. Chiko ini kayaknya nggak bisa menyangkal lagi bahwa dia salah, tapi gue rasa korban-nya itu juga bisa menjadi korban hukum jika dia nyangka-ngika itu terjadi sendiri ya? 🤔
 
Wah, aku masih bingung sih apa itu AI bisa bikin konten pornografi dengan mudah! Bagaimana caranya orangnya bikin contoh? Aku pikir AI hanya bisa bikin gambar atau suara aja, tapi bikin konten pornografi? Dan bagaimana Chiko nggak bisa langsung dibebaskan karena korban marah banget... aku rasa korban itu kayak gila. Apa yang harus diulangi lagi ke korban sih?
 
Gue pikir kalau bikin konten pornografi itu bisa dilakukan dengan menggunakan AI itu kan boleh? Kalau gak ada hukum yang melarangnya? Gue sendiri pun suka bawa foto teman di media sosial, tapi gue sih jangan nyalin foto orang lain tanpa izin dulu. Dan kalau ada foto orang lain yang gue bawa ke media sosial, gue pasti nanya terlebih dahulu apa boleh dipotong dan dikomentari atau tidak. Gue pikir Chiko itu mungkin kurang berpikir sebelum bikin konten tersebut... 🤔
 
Bisnis ini kayaknya banget 🤦‍♂️! Chiko Radityatama Agung Putra kembali mengejar konten pornografi dengan menggunakan AI, tapi kali ini dia malah menyalin foto teman ke media sosial dan nantinya korban juga jadi korban. Saya rasa dia butuh sedikit edukasi tentang privasi online 🤔. Lalu, siapa yang bilang orang Indonesia tidak peduli dengan hukum? 🙄 Jaksa Negeri Kota Semarang pasti benar-benar memilih hukuman yang tepat untuk Chiko ini 💯.
 
Beri cerita kejutan gitu, Chiko ternyata punya tekhnologi AI yang sini dia gunakan untuk buat konten pornografi. Saya rasa aku sedih banget karena korban di dalam video itu pasti merasa sangat menyesal dan marah. Dan Chiko sendiri yang kayaknya sudah terlambat dengan buat meminta maaf, tapi kalau udah ada bukti-bukti yang kuat itu kayaknya tidak bisa dibantah lagi. Saya harap dia bisa belajar dari kesalahannya ini dan jadi lebih bijak di masa depan
 
Kalau mau tahu yang benar, AI itu sangat berbahaya! Bayangkan aja, kamu coba bikin konten sambil menggunakan AI, nanti kontennya bisa jadi ngelot siapa aja! Chiko nggak sabar-sabar baca bukti dari jaksa, tapi aku pikir dia harus lebih teliti kayaknya. Kalau gini, gini, siapa tahu korban itu udah pernah buat konten seperti itu sebelumnya. Mungkin ada kejahatan lain yang nggak kita ketahui, kan? Kita harus sabar dan jangan cepat anggap siapa aja, kayakanya! 🤔💡 #HukumBersih #TeknologiBerbahaya
 
kembali
Top