Chiko Pengedit Konten Cabul Pakai AI Diserahkan ke Kejaksaan

Tersangka Pembuat Konten Cabul AI Diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Semarang

Kepolisian setempat memutuskan untuk melimpahkan perkara Chiko Radityatama Agung Putra, tersangka pembuat konten cabul hasil manipulasi wajah menggunakan akal imitasi (AI). Pelimpahan ini dilakukan karena dugaan Chiko telah mengedit konten biasa menjadi konten cabul menggunakan teknologi tersebut.

Tersangka Chiko sempat menjalani pemeriksaan di kantor kejaksaan sejak siang hingga menjelang petang. Ia kemudian diserahkan ke jaksa penuntut umum dengan dugaan melakukan pelanggaran Undang-Undang Pornografi dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Chiko dijerat pasal berlapis, mulai dari Pasal 29 hingga Pasal 4 ayat (1) huruf d. Dugaan ini dilakukan setelah Chiko mengedit foto siswi yang menjadi korban ke dalam konten pornografi menggunakan teknologi AI.

Korban yang menjadi korban dari perbuatannya, berbagi rasa marah dan kesedihan atas fotonya diedit tanpa izin. Mereka juga meminta Chiko untuk bertanggungjawab atas tindakannya.

Namun, tak lama setelah unggahan viral, Chiko membuat video pengakuan dan permintaan maaf kepada para korban. Video klarifikasi itu diunggah akun resmi SMA Negeri 11 Semarang.

Bahkan, permintaan maaf Chiko tidak menghentikan proses hukumnya. Ia akan menjalani persidangan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
 
Gue penasaran banget kenapa orang itu bisa edit foto siswi dengan menggunakan teknologi AI seperti itu... Kalau gue harus bilang, aku pikir itu adalah tindakan yang sangat tidak bijak & tidak sopan. Aku sadar bahwa orang tua korban mungkin akan merasa bingung dan kesal karena foto mereka diedit tanpa izin. Dan si Chiko itu harus bertanggung jawab atas perbuatannya...
 
ini kabar gembira sih... pembuat konten cabul AI diserahkan ke jaksaan 🤦‍♂️. siapa tahu nanti dia dihukumin 🔒, tapi kalau tidak, toh aku senang bisa melihat giliran selanjutnya siapapun yang punya ide seperti itu 😏. tapi kabar baik buat korban, setidaknya mereka bisa mengetahui siapa yang melakukan hal tersebut 🙌. walaupun video pengakuan Chiko ternyata diunggah ke akun SMA-nya, toh aku masih ragu apakah dia benar-benar ingin meminta maaf atau tidak 😒.
 
Yaa, kayaknya serius banget aja, si Chiko nanti pasti harus banyak belajar dari kesalahan-kesalahannya. Saya rasa penggunaan teknologi AI buat konten cabul itu adalah kejahatan yang sangat parah, kita harus hati-hati banget dengan teknologi yang kita gunakan ya. Dan kayaknya korban juga harus mendapatkan perlindungan yang lebih baik dari pihak kejaksaan. Aku rasa video pengakuan Chiko itu juga sudah cukup, tapi apa lagi jadi? Ya, proses hukumnya harus terus berjalan sama-sama. Kita harus waspada dan tidak biarkan kesalahan-kesalahan serupa terulang lagi ya 😬
 
Saya pikir kalau di sini punya jawaban yang jujur sih, Chiko harus dipertanggungjawabkan atas tindakannya ya... tapi kalau dia punya video pengakuan dan permintaan maaf juga, toh kalau tidak ada bukti yang cukup, mungkin dia akan dilepaskan dari kasusnya 🤔. Tapi kalau dia malah menyesatkan semua orang dengan membuat video itu, maka dia harus dihukumkan 🚫. Saya rasa ini masalah keseimbangan ya... tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah 🤷‍♂️.
 
Maksud siapa sih kalau kita bisa mengedit foto orang lain tanpa izin? Kita ngga tahu apa yang dimaksudkan dengan 'kebebasan ekspresi' kan, tapi kalau kita terus ngga sengaja bikin korban kecewa, itu gak bisa diterima juga. Aku rasa teknologi punya kelebihan dan kekurangan ya, dan ini salah satu contohnya. Kita harus lebih bijak dalam menggunakannya, jadi kita tidak membuat orang lain merasa tidak nyaman atau bahkan trauma.
 
Gue pikir kayaknya Chiko ini masih bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang dia buat. Kalau gak, bagaimana kalau dia jadi vlogger atau influencer? Dia bisa menggunakan kemampuannya dengan baik untuk membantu orang lain, bukan membuat konten yang buruk.
 
Gak bisa tolong dengar siapa-siapa yang bikin konten cabul itu? Dulu Chiko viral banget karena bikin foto siswi SMA Negeri 11 Semarang menjadi konten pornografi menggunakan AI. Saya rasa kalau orang tuanya tidak sengaja, tapi Chiko sendiri nanti harus bertanggung jawab.

Saya senang melihat korbannya berani bicara dan meminta Chiko untuk bertanggung jawab atas tindakannya. Tapi, saya juga penasaran kenapa Chiko harus bikin video pengakuan dan permintaan maaf seperti itu? Apakah sudah ada rekan yang memberinya informasi bahwa perbuatannya bisa diredam dengan cara ini?

Saya rasa proses hukumnya masih jauh dari selesai. Saya harap agar orang-orang di Indonesia bisa lebih berhati-hati dan tidak melakukan tindakan seperti Chiko. Kita harus bersama-sama menjaga privasi dan keamanan online, especially untuk anak-anak muda yang sangat aktif di internet! 🤦‍♂️🚫
 
ini bikin saya pikir apa yang bisa dipikirkan dari orang yang hanya buat konten cabul sambil lupa bertanggung jawabnya juga 🤔. kalau gini tidak ada hukuman pun apa sih kegiatan itu? dan apa sih dengan permintaan maaf yang tiba-tiba sekarang? apakah ini semua hanya sekedar main game untuk daging atau apa lagi? 🤷‍♂️

saya pikir ini bisa menjadi contoh bagaimana kita harus lebih berhati-hati dalam mengekspresikan diri di media sosial, karena yang satu tangan kita bisa membuat konten yang menyenangkan, tapi tangan lainnya bisa membuat konten yang merugikan orang lain. 🤝
 
omong omongan ini kayak ngeliat nge-beritahu kan? Chiko itu kayaknya salah giliran aja, konten cabul dia buat dari foto korban tanpa izin dan akhirnya dia harus tanggung jawabnya 💁‍♀️. Tapi aku seneng banget dia malah mau ngakui kesalahan dan meminta maaf 😊. Aku harap dia bisa belajar dari kesalahan itu dan tidak pernah lagi melakukannya di masa depan 🤞.
 
Gue rasa Chiko jadi penjahat digital yang serius banget 🤯. Kita nggak tahu apakah dia benar-benar menyadari kontennya itu berisiko atau hanya sekedar keren sekali nih 🤪. Tapi, apa yang penting adalah korban bisa berbagi rasa marah dan kesedihan mereka, itu sangat penting banget 🙏.

Gue juga pikir kalau kita harus lebih teliti dengan teknologi AI ini, karena kalau kita tidak hati-hati, maka konten cabul seperti ini bisa keluar dengan mudah 🤖. Kita harus lebih berhati-hati dan jujur dalam penggunaan teknologi digital kita, apalagi kalau kita ingin membuat konten yang positif dan bermanfaat 💻.

Sudah banyak contoh Chiko seperti ini, tapi gue rasa kita harus belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut dan menjadi lebih bijak dalam penggunaan teknologi 🤓.
 
Makasih ya info ini... aku sengaja nonton konten viral Chiko Radityatama Agung Putra, tapi ternyata dia buatan AI aja! 🤖 Aku rasa gampang banget untuk buat konten cabul dengan teknologi seperti itu. Tapi, aku paham kalau foto siswi yang di edit tanpa izin itu adalah pelanggaran undang-undang yang serius.

Aku pikir pengakuan dan permintaan maaf Chiko itu agak awet-awet, tapi aku juga paham kalau dia harus bertanggungjawab atas perbuatannya. Aku harap proses hukumnya bisa segera selesai sehingga korban bisa melupakan kejadian tersebut.
 
ada kabar yang viral banget sih... aku baca pasalnya dan penasaran kembali dengan teknologi AI yang bisa mengedit wajah. kalau benar-benar menggunakan AI untuk membuat konten cabul itu jelas tidak enak. tapi apa yang terjadi selanjutnya? apakah Chiko akan dihukum sesuai dengan undang-undang ataukah dia bisa saja menghindarnya? aku penasaran juga mengapa korban bisa langsung viral dan dikenal umum... mungkin ada cara lain yang tidak kita tahu... aku ingin ngobrin lagi paslunya sih 😂
 
Hmm, apa sih kalau teknologi AI kita bisa digunakan lebih baik lagi buat keperluan yang positif? Seperti bikin konten edukatif atau bermanfaat. Tapi sekarang kalau Chiko menggunakan AI untuk bikin konten cabul, jadi kayaknya harus dihentikan 🤔.
 
kembali
Top