Chiko Pengedit Konten Cabul Pakai AI Diserahkan ke Kejaksaan

Tersangka Chiko Radityatama Agung Putra, pria yang menarik perhatian publik dengan kejadian melihatnya berbelah lidah, akhirnya diperlakukan penuntut umum karena manipulasi wajah pakai AI. Ia diakui bermasalah karena mengedit foto palsu ke media sosial sehingga menghina suatu korban yang dipotong lebar dari pengguna Twitter SMA Negeri 11 Semarang, sebelumnya dikonfirmasi oleh kejaksaan tersebut.

Setelah diteliti lebih lanjut dengan wawancara, Chiko diakui tidak sempat memberikan komentar saat menemui wartawan. Tersangka ini dihentian dari penahanannya setelah berada di Lapas Kedungpane Semarang selama 20 hari ke depan.

Terkesan dengan pengadilan Chiko, kejaksaan memutuskan untuk terus menahan Chiko dan bukti yang diperlukan sudah diserahkan kepada jaksa penuntut umum.
 
Pengadilan Chiko Radityatama Agung Putra kayaknya bikin kita penasaran, apa sih yang sebenarnya terjadi? Siapa korban foto palsu itu dan mengapa dia dipotong lebar dari Twitter? Mungkin kalau diteruskan lagi di pengadilan, kita bisa tahu lebih banyak. Tapi kayaknya kejaksaan sudah melakukan kerja keras untuk menangkap Chiko karena manipulasi wajah pakai AI. Masih banyak pertanyaan, tapi itu yang terpenting bukannya jawabannya, tapi bagaimana kita bisa menghindari situasi seperti ini di masa depan 🤔
 
Opa, ini gampang aja sih kena masalah karena AI ya... Tersangka Chiko Radityatama Agung Putra ini kayaknya terlalu suka dengan foto-foto palsu dan mengedit foto ke media sosial. Makanya korban yang dipotong lebar dari pengguna Twitter SMA Negeri 11 Semarang seharusnya bisa bunuh hati kita semua! 🤦‍♂️ Tapi sih, aku rasa pengadilan ini kayaknya sudah adil aja, karena Chiko diakui tidak sempat memberikan komentar saat menemui wartawan. Maksudnya, kalau Chiko mau bicara, langsung bicara aja ya... Jangan jadi manipulasi wajah dengan AI ya! 😂
 
Saya sengaja nonton kasus Chiko Radityatama Agung Putra ya... terkesan sekali dengerin dia berbelah lidah, tapi lebih terkesan lagi dengan kisah korban yang dipotong lebar dari pengguna Twitter SMA Negeri 11 Semarang 😱. Saya pikir ini kasus yang serius banget, karena mengedit foto palsu ke media sosial itu adalah tindakan yang tidak baik dan bisa menyesatkan orang banyak 🤥.

Saya setuju dengan keputusan jaksa penuntut umum untuk terus menahan Chiko, karena dia masih belum menunjukkan sisi yang benar-benar mau bertanggung jawab atas tindakannya 😒. Saya harap ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua tentang pentingnya tidak menggunakan media sosial dengan cara-cara yang tidak jujur dan bisa merusak reputasi orang lain 🤝.
 
Kalo aku lihat keseluruhan halu ini, aku rasanya sangat sedih banget. Si Chiko Radityatama Agung Putra, dia harus menghadapi konsekuensi dari tindakannya yang salah. Mengedit foto palsu ke media sosial itu memang tidak adil, tapi apa yang aku rasa paling penting adalah korban yang dipotong lebar dari pengguna Twitter SMA Negeri 11 Semarang itu, dia pasti merasa tidak enak banget 😔.

Aku pikir ini juga harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Kita jangan sampai kalah-kalah di media sosial dan menghina orang lain dengan cara-cara yang tidak bijak 💭. Dan aku rasa kejaksaan harus diapresiasi karena mereka telah melakukan penindakan yang adil terhadap Chiko 🙏. Tapi, apa yang aku harapkan adalah agar semua pihak dapat belajar dari kesalahan ini dan menjadi lebih bijak dalam menghadapi konsekuensi dari tindakan kita 😊.
 
Wow, bisa dipikirkan bagaimana cara itu dilakukan sama AI ya... Manipulasi wajah kayak gantung film aja 🤯. Saya pikir kalau itu masih banyak orang yang belum tahu tentang cara kerja teknologi itu. Semoga keadilan bisa tercapai dan bukti yang dibutuhkan sudah siap 🙏.
 
Gue sendiri pernah lihat video di TikToknya yang bikin gue bingung, kayaknya dia juga mau berbelah lidah, tapi ternyata dia justru yang terkena masalah, bikin gue curiga siapa lagi yang bisa berbuat halusinya 🤔. Gue pikir kalau media sosial harus lebih bijak dalam memverifikasi keaslian foto, atau setidaknya harus memberitahu kita kalau ada yang tidak asli 😒. Tetapi, sekarang gue lihat gue salah, karena si Chiko dia bawa ke pengadilan dan akhirnya dibebaskan, jadi kayaknya gue harus lebih teliti dalam memandang hal-hal ini 👀.
 
Wah, siapa tahu apa kaya Chiko deh, tapi kalau gak sengaja bikin korban merasa hina, kayaknya harus bayar harga itu 🤦‍♂️. Saya bingung sih bagaimana bisa ia menggunakan teknologi AI untuk berbelah lidah dan bukti itu udah serius banget!

Aku pikir kalau pengadilan ini sudah adil, karena Chiko diakui tidak sempat memberikan komentar saat menemui wartawan. Saya setuju dengan keputusan jaksa penuntut umum untuk terus menahan Chiko dan bukti yang diperlukan sudah diserahkan. Kalau gak sengaja bikin korban merasa hina, kayaknya harus bayar harga itu, tapi kalau benar-benar tidak sengaja, mungkin harus ada pengawasan dari lembaga yang lebih tinggi 🤔.
 
Aku pikir ini kalau gampang aja, tapi tiba-tiba aku jujur, ada sesuatu yang tidak pas di sini. Jika bukan karena manipulasi wajah AI, bagaimana caranya Chiko bisa berbelah lidah? Tapi sepertinya itu cuma kejadian biasa-biasa aja, kan? Aku pikir ini kalau kejaksaan sedang mencari cerita, tapi apa yang ada di sini jujur aja sih, hanya Chiko bikin foto palsu dan menghina korban. Dan sekarang dia dihentian dari penahanannya, tapi aku masih rasa ada sesuatu yang tidak masuk akal di sini...
 
Gue pikir ini kayak gue sendiri banget, siapa tahu kalo aku jadi tersangka dan harus dihentian dari hidup karena kebohongan sajakatku 🤯! Tapi gue pikir ini sementara waktu, kalau tidak ada bukti yang cukup pasti gue akan bebas lagi. Gue juga bersemangat banget kalo ada orang yang bisa melawan penipuan si Chiko, tapi kita harus hati-hati klo buktinya jujur deh 😊
 
kembali
Top