Pada Selasa lalu, seorang ibu tunggal yang telah menderita cuci darah di RSUD Banyumas tidak bisa melakukan pengobatan karena kepesertaan BPJS PBI dicabut. Ibu tersebut, bernama Sartini, mengalami kesulitan karena keterlambatan pemberitahuan dari BPJS terkait pencabutan keanggotaannya.
Sampai saat ini, Sartini dan keluarganya masih berusaha untuk membuat pengaktifan BPJS mandiri agar ibunya bisa melakukan cuci darah secepatnya. Meskipun memiliki pasien cuci darah yang memerlukan perawatan rutin, ibu tersebut tidak bisa menjalani prosedur ini karena kepesertaan PBI yang sudah dicabut.
Sartini mengatakan bahwa ia harus mendaftar keanggotaan berbayar untuk dapat melakukan cuci darah. Namun, keadaannya masih belum terjamin, dan keluarganya sangat khawatir tentang masa depan ibu tersebut.
Sampai saat ini, Sartini dan keluarganya masih berusaha untuk membuat pengaktifan BPJS mandiri agar ibunya bisa melakukan cuci darah secepatnya. Meskipun memiliki pasien cuci darah yang memerlukan perawatan rutin, ibu tersebut tidak bisa menjalani prosedur ini karena kepesertaan PBI yang sudah dicabut.
Sartini mengatakan bahwa ia harus mendaftar keanggotaan berbayar untuk dapat melakukan cuci darah. Namun, keadaannya masih belum terjamin, dan keluarganya sangat khawatir tentang masa depan ibu tersebut.