Sekarang, ketika pasien cuci darah mengalami kesulitan dalam mendapatkan pelayanan yang tepat karena kepesertaan BPJS PBI dicabut. Ini adalah cerita nyata dari Ibu Sartini, seorang ibu yang harus menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pengobatan yang tepat setelah kepesertaan BPJSnya dicabut.
Ibu Sartini, yang telah menderita cuci darah sejak April 2025 dan kemudian meminta bantuan dari BPJS PBI untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Namun, ketika dia mengalami kesulitan dalam menemukan pasokan darah, dia terkejut ketika BPJS PBI-nya dicabut tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.
"Kondisi ibu saya sangat buruk saat ini," kata Cece, anak Ibu Sartini. "Ibu saya mengalami sesak napas yang parah, tidak bisa tidur, dan nyeri pinggang yang membuat dia merasa tidak nyaman." Cece berharap bahwa ke depannya tidak ada pasien lain yang menghadapi kesulitan seperti ibunya.
Namun, ketika Cece dan keluarganya mencoba untuk menemukan jalan keluar, mereka kemudian mengetahui bahwa kepesertaan BPJS PBI-nya telah dicabut. Mereka berharap dapat menemukan solusi yang tepat untuk mengaktifkan kembali keanggotaan BPJS PBI.
Saat ini, Ibu Sartini harus menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pengobatan yang tepat karena kepesertaan BPJS PBI-nya dicabut. Cece dan keluarganya berharap dapat menemukan solusi yang tepat untuk mengaktifkan kembali keanggotaan BPJS PBI sehingga Ibu Sartini dapat mendapatkan pengobatan yang lebih baik.
Dalam kasus ini, Cece meminta agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada pasien cuci darah yang sedang menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pengobatan yang tepat.
Ibu Sartini, yang telah menderita cuci darah sejak April 2025 dan kemudian meminta bantuan dari BPJS PBI untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Namun, ketika dia mengalami kesulitan dalam menemukan pasokan darah, dia terkejut ketika BPJS PBI-nya dicabut tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.
"Kondisi ibu saya sangat buruk saat ini," kata Cece, anak Ibu Sartini. "Ibu saya mengalami sesak napas yang parah, tidak bisa tidur, dan nyeri pinggang yang membuat dia merasa tidak nyaman." Cece berharap bahwa ke depannya tidak ada pasien lain yang menghadapi kesulitan seperti ibunya.
Namun, ketika Cece dan keluarganya mencoba untuk menemukan jalan keluar, mereka kemudian mengetahui bahwa kepesertaan BPJS PBI-nya telah dicabut. Mereka berharap dapat menemukan solusi yang tepat untuk mengaktifkan kembali keanggotaan BPJS PBI.
Saat ini, Ibu Sartini harus menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pengobatan yang tepat karena kepesertaan BPJS PBI-nya dicabut. Cece dan keluarganya berharap dapat menemukan solusi yang tepat untuk mengaktifkan kembali keanggotaan BPJS PBI sehingga Ibu Sartini dapat mendapatkan pengobatan yang lebih baik.
Dalam kasus ini, Cece meminta agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada pasien cuci darah yang sedang menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pengobatan yang tepat.