Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, sekitar 4.000 relawan kesehatan yang diangkat untuk membantu bencana di Sumatra sebenarnya berasal dari Malaysia. Ya, itu benar! Menteri Kesehatan menyebutkan bahwa para relawan tersebut memang datang melalui Malaysia karena keterbatasan penerbangan langsung dari Jakarta ke Medan dan harga tiket yang sangat mahal.
Sampai saat ini, Budi Gunadi Sadikin mengakui bahwa rahasia tentang asal-usul para relawan tersebut sempat "viral" di masyarakat. Menteri Kesehatan menyatakan bahwa perjalanan relawan yang menggunakan jalur lewat Malaysia adalah pilihan yang dibuat karena dapat menekan harga dan memudahkan distribusi.
Menurut Budi, sebagian besar partisipasi dari masyarakat tidak terjadi karena rasa sosialnya yang rendah. Sebaliknya, para relawan diprioritaskan untuk menjangkau daerah-daerah terisolasi yang aksesnya terputus akibat banjir dan longsor.
Menteri Kesehatan juga menyatakan bahwa banyak wilayah yang masih memiliki Puskesmas namun tidak bisa diakses kendaraan karena jalan terendam banjir. Oleh karena itu, para relawan harus menempuh jalur ekstrem seperti menyeberang menggunakan rakit atau tali.
Itulah cerita asli dari pengerahan relawan Kemenkes yang sempat "viral" di masyarakat. Tidak ada lagi kecurangan!
Sampai saat ini, Budi Gunadi Sadikin mengakui bahwa rahasia tentang asal-usul para relawan tersebut sempat "viral" di masyarakat. Menteri Kesehatan menyatakan bahwa perjalanan relawan yang menggunakan jalur lewat Malaysia adalah pilihan yang dibuat karena dapat menekan harga dan memudahkan distribusi.
Menurut Budi, sebagian besar partisipasi dari masyarakat tidak terjadi karena rasa sosialnya yang rendah. Sebaliknya, para relawan diprioritaskan untuk menjangkau daerah-daerah terisolasi yang aksesnya terputus akibat banjir dan longsor.
Menteri Kesehatan juga menyatakan bahwa banyak wilayah yang masih memiliki Puskesmas namun tidak bisa diakses kendaraan karena jalan terendam banjir. Oleh karena itu, para relawan harus menempuh jalur ekstrem seperti menyeberang menggunakan rakit atau tali.
Itulah cerita asli dari pengerahan relawan Kemenkes yang sempat "viral" di masyarakat. Tidak ada lagi kecurangan!