Keluarga Deden Maulana, salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, akhirnya bisa berangkat ke Makassar untuk mengikuti upacara persemayaman mendiangnya. Dengan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta pihak lainnya, keluarga tersebut bisa menemukan kemakmuran dalam proses pencarian dan penanganan jenazah sang kakak.
Adik ipar Deden, Asep Hilman Rosadi, menyatakan dirinya sangat mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh KKP maupun pihak lainnya. Ia juga mengucapkan syukur atas segala bantuan dan perhatian yang diberikan dalam proses pencarian dan penanganan jenazah.
Selama di Makassar, Hilman mendapatkan informasi-informasi yang akurat serta terbaik. Ia juga memberikan pengakuan mengenai perjalanan panjang untuk menemui makam sang kakak di Kota Garut, Jawa Barat. Dengan berangkat dari Jakarta, ia harus melakukan perjalanan 2,5 jam dari bandara dan satu jam menaiki motor.
Dia juga memberikan pengakuan mengenai upaya yang luar biasa oleh seluruh jajaran dalam proses pencarian, evakuasi, dukungan moral bagi keluarga, dan penanganan sampai nanti pemakaman. Ia menyadari bahwa memang tidak mudah untuk mengevakuasi para korban.
Dengan begitu, keluarga Deden Maulana bisa merasakan kemakmuran dalam proses pencarian mendiangnya.
Adik ipar Deden, Asep Hilman Rosadi, menyatakan dirinya sangat mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh KKP maupun pihak lainnya. Ia juga mengucapkan syukur atas segala bantuan dan perhatian yang diberikan dalam proses pencarian dan penanganan jenazah.
Selama di Makassar, Hilman mendapatkan informasi-informasi yang akurat serta terbaik. Ia juga memberikan pengakuan mengenai perjalanan panjang untuk menemui makam sang kakak di Kota Garut, Jawa Barat. Dengan berangkat dari Jakarta, ia harus melakukan perjalanan 2,5 jam dari bandara dan satu jam menaiki motor.
Dia juga memberikan pengakuan mengenai upaya yang luar biasa oleh seluruh jajaran dalam proses pencarian, evakuasi, dukungan moral bagi keluarga, dan penanganan sampai nanti pemakaman. Ia menyadari bahwa memang tidak mudah untuk mengevakuasi para korban.
Dengan begitu, keluarga Deden Maulana bisa merasakan kemakmuran dalam proses pencarian mendiangnya.