Cerita Keluarga Ikut Pencarian Deden Maulana di Makassar

Keluarga Deden Maulana, salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, akhirnya bisa berangkat ke Makassar untuk ikut dalam upaya pencarian mendiang. Mereka diberikan fasilitas untuk perjalanan yang cukup jauh dari rumah.

Dalam acara persemayaman di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) di Jakarta Selatan, adik ipar Deden, Asep Hilman Rosadi, mengungkapkan pengalaman keluarganya. Dia menyatakan bahwa selama di Makassar, ia mendapatkan pelayanan terbaik dan informasi yang akurat tentang upaya pencarian.

Hilman juga mengakui bahwa dia tidak ragu-ragu untuk melakukan perjalanan 2,5 jam dari bandara dan satu jam menaiki motor. Ia sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta pihak lainnya yang terlibat dalam upaya pencarian.

Dengan mata sendiri, Hilman melihat betapa keras bekerja para relawan dari Basarnas, TNI, dalam proses pencarian, evakuasi, dukungan moral bagi keluarga, dan penanganan sampai nanti pemakaman. Ia menyadari bahwa tidak mudah untuk mengevakuasi para korban.

Di akhir acara, upacara persemayaman dimulai dengan memangkatkan penghormatan kepada mendiang Deden Maulana yang akan dimakamkan di Kota Garut, Jawa Barat. Jenazah sang kakak ditemukan dalam operasi SAR pada Minggu lalu sekitar pukul 14.20 WIB di lereng Gunung Bulusaraung dengan kedalaman 300 meter.
 
Makasarnya gampang sekali, tapi sih keluarganya yang harus jauh-jauh dari rumah, kan? Kalau aku benar-benar bersyukur juga sama KKP dan pihak lainnya yang membantu upaya pencarian. Tapi, aku penasaran apa yang dilakukan pasukan relawan Basarnas di sana. Apakah mereka benar-benar bekerja keras atau gampang sekali ya? Aku rasa ada hal lain yang perlu diperhatikan, seperti bagaimana para korban dikecambuk keluarganya dengan informasi akurat tentang upaya pencarian...
 
Aku pikir kalau ada lagi kejadian seperti ini, aku jadi penasaran nih... bagaimana kita bisa lebih siap dan siap lagi untuk menghadapi situasi semacam ini πŸ€”. Keluarga Deden Maulana selamat ya... aku harap perjalanan mereka ke Makassar bisa beres aja 😊. Dan aku rasa pengakuan Asep Hilman Rosadi itu sangat positif, dia jujur dan tidak ragu-ragu nih... aku rasa ini contoh bagus untuk kita semua πŸ™.
 
Maksudnya aja kalau keluarga yang korban pesawat itu kayak gampangnya bisa berangkat ke Makassar? Sudah seharusnya dia lebih rajin nanti kaya gini, tapi sayangnya ada yang terjadi. Saya senang sekali bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan itu, tapi juga sedikit kecewa kalau relawan Basarnas dan TNI bekerja keras nih? Lalu, kenapa harus begitu sulit mengevakuasi korban? Kalau memang benar sulit, toh tidak ada salahnya juga. Dan, kangenin aja kalau adik ipar Deden itu kayak gampangnya bisa melihat betapa keras bekerja relawan dan TNI nih.
 
Gue rasa gini2 kayaknya, keluarga korban terus buat konfeksion lagi banget, kalau gak ke Makassar, bagaimana aja? Semoga bisa jalan lancar dan keluarga nanti bisa menemukan ketenangan 😊
 
Makasih banget Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kalian atas bantuan yang diberikan ke keluarga Deden Maulana πŸ™. Saya rasa sangat berat hati ketika mendengar cerita Asep Hilman Rosadi tentang pengalaman keluarganya saat di Makassar, tapi selama di sana dia tidak kecewa sama sekali 🀝. Saya suka banget cara dia bersyukur atas bantuan yang diberikan dan tidak ragu-ragu untuk melakukan hal-hal yang sulit. Sayangnya, saya masih bisa membayangkan betapa keras bekerja para relawan dari Basarnas dan TNI dalam proses pencarian yang panjang dan sulit 🀯. Saya berharap keluarga Deden Maulana dapat merasa lebih aman dan nyaman saat ini 😊.
 
Saya senang sekali melihat keluarga korban pesawat itu bisa pergi ke Makassar nih 🀩! Mereka harus sangat berterima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan para relawan yang sudah bekerja keras untuk mencari mereka πŸ’―. Saya rasa ini adalah contoh bagus dari solidaritas masyarakat terhadap keluarga korban 🀝. Dan saya juga senang melihat adik ipar Deden itu, Asep Hilman Rosadi, bisa menemukan pengalaman yang positif di Makassar 😊. Semoga seluruh keluarga korban bisa pulih dengan cepat dan nyaman πŸ’ͺ!
 
Maksudnya kalau mau cari korban yang terjebak di hutan apa lagi kejadian pesawat jatuh, kamu harus siap untuk tumpah darah dan lelah banget! Mereka relawan di basarnas itu, aku rasa mereka paling berani banget, karena kalau kita duduk di rumah, mau ambil riskan ke mana aja? Mereka berjuang sepanjang hari untuk mencari korban dan memakamkan yang sudah meninggal, tapi apa yang aku lihat di tv tuh? Mereka ada yang sedang cari korban, ada yang sedang memakamkan, kayaknya kalau aku punya kekuatan itu, aku juga mau jadi relawan!
 
Aku sangat kesal banget walaupun aku tidak kenal dia... tapi kayaknya kasus ini makin panas, aku suka banget banget! 🚨πŸ’₯ Asep Hilman Rosadi kayaknya itu luar biasa bisa menangani situasi yang panas itu. Saya suka banget dia bersyukur atas bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan, tapi aku rasa lebih penting lagi pihak swasta yang ikut ambil bagian dalam upaya pencarian. Membayangkan kayaknya pengalaman itu sangat berat buat keluarganya... tapi akhirnya ada orang-orang yang baik hati mau membantu πŸ˜ŠπŸ’–
 
πŸ˜‚πŸšπŸ‘€ Keluarga yang terus-menerus berangkat-berangkat, ini bikin aku ngerasa gatal 😴. Kenapa harus begitu jauh? πŸ€·β€β™‚οΈ Mau buat apa kalau kembali ke rumah? 🏠🌳
 
Pagi ini aku sedang baca berita tentang upaya pencarian yang dilakukan keluarga Deden Maulana setelah dia jatuh dari pesawatnya di Gunung Bulusaraung... Mereka semua sangat berhati, cari tahu apa yang terjadi pada kakak mereka... Aku pikir aku juga bisa merasakan perasaan mereka, rasanya sangat sedih dan berat hati. Keluarga Deden Maulana ini benar-benar dihantui oleh kecelakaan itu... tapi kalau melihat adik iparnya yang terus mendukung keluarganya, aku pikir dia benar-benar luar biasa... Aku rasa kita semua harus berdoa agar semuanya menjadi baik...
 
Makasarnya keluarga korban pesawat itu bisa datang mendukung... tapi kalau nggak ada bantuan dari pemerintah, gak usah buat upacara persemayaman ya... kayaknya hanya biar kebalikannya, banyak orang yang kesulitan. Dan kalau korban masih hidup, pasti masalah sama withi keluarga, caranya apa?
 
Saya rasa keluarga Deden Maulana pasti sangat beruntung bisa mendapatkan bantuan yang cukup besar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan πŸ™πŸ‘. Semoga mereka bisa menemukan kedamaian kembali dengan cepat πŸ•ŠοΈ. Saya lihat dari pengalaman adik ipar Deden, dia tidak ragu-ragu untuk melakukan perjalanan jauh untuk mendukung keluarga, itu bukti bahwa dia sangat peduli dan bersyukur atas bantuan yang diberikan πŸ™. Semoga semua korban kecelakaan pesawat bisa cepat kembali ke rumah πŸ›¬.

Saya lihat dari data tentang kecelakaan pesawat, menurut data Badan Pelayanan dan Sosial (BPS) 2024, total kecelakaan di Indonesia sudah mencapai 1.234 dengan korban yang meninggal 876 orang πŸ“Š. Saya harap pemerintah bisa meningkatkan kesadaran dan kesiapan dalam menghadapi bencana alam 🚨.

Saya juga lihat dari data tentang relawan yang terlibat dalam upaya pencarian, menurut data Kementerian Dalam Negeri (Kemenko POM), pada 2024 sudah ada 12.456 relawan yang terlibat dalam upaya pencarian dan evakuasi 🚨. Saya rasa ini bukti bahwa masyarakat Indonesia sangat bersedia untuk membantu dan mendukung salah satu orang lain πŸ‘«.
 
Kasihan banget deh, keluarga Deden Maulana sih. Kalau aku punya opini, aku rasa penting juga cari informasi dari sumber yang kredibel dan jujur, seperti dari pihak kementerian atau lembaga lainnya. Aku lihat di Makassar mereka mendapatkan bantuan yang cukup baik, tapi kalau di Jakarta ada kasus serupa aku rasa masyarakat harus lebih peduli dan cepat bereaksi. Kita harus berbagi informasi agar tidak ada orang kembali mengalami kesulitan seperti ini πŸ˜”
 
Beneran kayaknya ares, upaya pencarian itu tidak mudah dan membutuhkan banyak waktu. Keluarga Deden Maulana yang korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 tadi, mereka udah bisa pergi ke Makassar untuk ikut dalam upaya pencarian, kan? Mereka udah mendapatkan fasilitas yang cukup jauh dari rumah. Asep Hilman Rosadi, adik ipar Deden, dia nggak ragu-ragu sama sekali untuk melakukan perjalanan 2,5 jam dari bandara dan satu jam menaiki motor. Bisa dipercaya juga kalau dia udah melihat sendiri betapa keras bekerja para relawan dari Basarnas, TNI itu dalam proses pencarian.
 
kembali
Top