Bulan Syaban 1447 H jatuh pada tanggal 20 Januari 2026, merupakan awal bulan yang akan membawa umat Islam menunaikan berbagai ibadah. Pada bulan ini, laporan amal kebaikan umat Islam akan dilaporkan kepada Allah SWT, serta menjadi waktu terakhir bagi umat Islam yang ingin membayar utang puasa atau qadha puasa bulan Ramadan tahun sebelumnya.
Kemudian, pada pertengahan bulan Syaban, tepat malam penuh ampunan yang disebut malam Nisfu Syaban. Malam ini merupakan momen istimewa bagi umat Islam, karena menjadi waktu untuk meminta ampunan dan keberkatuan dari Allah SWT.
Dalam hal kalender Islam 2026, bulan Syaban adalah bulan kedelapan dalam perhitungan Hijriah. Pada bulan ini, umat Islam akan menunaikan berbagai ibadah, seperti puasa sunah ayamul baidh yang dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah.
Selain itu, bulan Syaban juga menjadi acuan bagi umat Islam untuk memperingati hari-hari penting. Pada bulan ini, umat Islam akan menunggu pengamatan langsung bulan baru secara khusus oleh Lembaga Falakiyah milik Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pedoman bagi warga Nahdliyin.
Sementara itu, berdasarkan pengamatan astronomi yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, data hisab Parameter Kalender Global (PKG) menunjukkan adanya hilal di daratan Amerika. Berdasarkan data tersebut, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2026, sehingga puasa Ramadan 2026 versi Muhammadiyah dimulai pada tanggal itu.
Namun, perlu diingat bahwa pemerintah akan menentukan awal bulan Ramadan 2026 melalui Sidang Isbat yang biasanya digelar pada tanggal 29 Syaβban atau 17 Februari 2026.
Kemudian, pada pertengahan bulan Syaban, tepat malam penuh ampunan yang disebut malam Nisfu Syaban. Malam ini merupakan momen istimewa bagi umat Islam, karena menjadi waktu untuk meminta ampunan dan keberkatuan dari Allah SWT.
Dalam hal kalender Islam 2026, bulan Syaban adalah bulan kedelapan dalam perhitungan Hijriah. Pada bulan ini, umat Islam akan menunaikan berbagai ibadah, seperti puasa sunah ayamul baidh yang dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah.
Selain itu, bulan Syaban juga menjadi acuan bagi umat Islam untuk memperingati hari-hari penting. Pada bulan ini, umat Islam akan menunggu pengamatan langsung bulan baru secara khusus oleh Lembaga Falakiyah milik Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pedoman bagi warga Nahdliyin.
Sementara itu, berdasarkan pengamatan astronomi yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, data hisab Parameter Kalender Global (PKG) menunjukkan adanya hilal di daratan Amerika. Berdasarkan data tersebut, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2026, sehingga puasa Ramadan 2026 versi Muhammadiyah dimulai pada tanggal itu.
Namun, perlu diingat bahwa pemerintah akan menentukan awal bulan Ramadan 2026 melalui Sidang Isbat yang biasanya digelar pada tanggal 29 Syaβban atau 17 Februari 2026.