Pekerjaan Las Penghasilan Rp1,6 Miliar, Apa yang Dijadikan "Kerodogan" oleh Pekerja Muda?
Di tengah ketakutan akan kehadiran teknologi kelistrikan (teknologi generatif) dan cemas pekerjaan akibat kecerdasan buatan (AI), perusahaan dan pengusaha di Indonesia sedang mencari jalan keluar untuk mengantisipasi dampak negatif dari teknologi tersebut. Mereka mencari para pekerja yang memiliki keterampilan fisik dan teknis yang sulit digantikan oleh AI.
Salah satunya adalah pekerja las, yang memperoleh penghasilan Rp1,6 miliar atau setara US$100.000 per tahun. Pekerja las ini tidak melanjutkan kuliah karena kekurangan biaya dan tidak memiliki beasiswa. Namun, mereka langsung berkarir dengan mengikuti pelatihan profesional yang memadai untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.
Pekerja las ini memiliki etos kerja yang bagus dan cepat belajar. Mereka coba beberapa hal sebelum menemukan pekerjaan yang cocok. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan di Indonesia yang mulai mencari para pekerja dengan keterampilan fisik dan teknis. Karena AI tidak dapat menggantikan manusia dalam melakukan pekerjaan ini.
Sumber daya manusia yang memiliki keterampilan fisik dan teknis juga menjadi pilihan utama bagi perusahaan di Indonesia. Mereka lebih sulit digantikan oleh AI dan dapat memberi keamanan ekonomi bagi mereka yang bekerja di bidang tersebut.
Di tengah ketakutan akan kehadiran teknologi kelistrikan (teknologi generatif) dan cemas pekerjaan akibat kecerdasan buatan (AI), perusahaan dan pengusaha di Indonesia sedang mencari jalan keluar untuk mengantisipasi dampak negatif dari teknologi tersebut. Mereka mencari para pekerja yang memiliki keterampilan fisik dan teknis yang sulit digantikan oleh AI.
Salah satunya adalah pekerja las, yang memperoleh penghasilan Rp1,6 miliar atau setara US$100.000 per tahun. Pekerja las ini tidak melanjutkan kuliah karena kekurangan biaya dan tidak memiliki beasiswa. Namun, mereka langsung berkarir dengan mengikuti pelatihan profesional yang memadai untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.
Pekerja las ini memiliki etos kerja yang bagus dan cepat belajar. Mereka coba beberapa hal sebelum menemukan pekerjaan yang cocok. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan di Indonesia yang mulai mencari para pekerja dengan keterampilan fisik dan teknis. Karena AI tidak dapat menggantikan manusia dalam melakukan pekerjaan ini.
Sumber daya manusia yang memiliki keterampilan fisik dan teknis juga menjadi pilihan utama bagi perusahaan di Indonesia. Mereka lebih sulit digantikan oleh AI dan dapat memberi keamanan ekonomi bagi mereka yang bekerja di bidang tersebut.