"Kejahatan Epstein terungkap secara lengkap, tapi di balik itu ada kekhawatiran masyarakat".
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) resmi membagikan sekitar 3.500.000 halaman dokumen terkait kasus mantan taipan keuangan Jeffrey Epstein yang dugaunya melibatkan pelecehan seksual dan perdagangan seks. Dokumen ini terdiri dari foto, video, laporan psikologis, serta email dengan tokoh terkenal dunia.
Dokumen-dokumen tersebut dirilis secara publik dan siapa pun bisa membacanya dan mengunduhnya melalui laman web yang disediakan oleh Departemen Kehakiman AS. Namun, Departemen Kehakiman AS menyensor sebagian dari dokumen tersebut untuk melindungi identitas korban kejahatan seksual.
Kasus Jeffrey Epstein yang menjeratnya bermula pada 2006 dan berakhir melalui mekanisme kesepakatan hukum pada 2008. Di dalam penjara, ia mati bunuh diri tanpa sempat menjatuhkan vonis. Namun, kasus ini kembali menarik perhatian masyarakat setelah diungkap bahwa banyak tokoh besar dunia terlibat dalam jaringan kekerasan seksual yang dikelola Epstein.
Beberapa tokoh yang muncul dalam dokumen tersebut adalah eks Presiden AS Bill Clinton, Presiden AS Donald Trump, mantan bangsawan Kerajaan Inggris Andrew Mountbatten-Windsor, Michael Jackson, Diana Ross, Chris Tucker, hingga Mick Jagger. Semua tokoh ini mengakui telah terlibat dengan Epstein, namun tidak ada yang mengakui telah berpartisipasi dalam kejahatan seksual.
Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa penyensoran dokumen tersebut dilakukan untuk melindungi identitas korban kejahatan seksual. Namun, masyarakat AS sering mengkritik upaya ini, dianggap sebagai upaya Pemerintah AS untuk melindungi pihak tertentu.
Untuk men-download dan membaca dokumen-dokumen tersebut, publik harus mengisi data diri terlebih dahulu dan menggunakan kolom pencarian untuk memasukkan kata kunci pada dokumen yang spesifik. Dengan demikian, setiap orang diwajibkan untuk memiliki pengetahuan tentang apa yang telah ditemukan dalam kasus Epstein, dan siap menghadapi konsekuensi dari hal tersebut.
"Seluruh kejahatan Epstein terungkap secara lengkap. Tapi di balik itu ada kekhawatiran masyarakat", kata salah seorang aktivis yang menekankan pentingnya mengenal benar apa yang telah ditemukan dalam kasus ini.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) resmi membagikan sekitar 3.500.000 halaman dokumen terkait kasus mantan taipan keuangan Jeffrey Epstein yang dugaunya melibatkan pelecehan seksual dan perdagangan seks. Dokumen ini terdiri dari foto, video, laporan psikologis, serta email dengan tokoh terkenal dunia.
Dokumen-dokumen tersebut dirilis secara publik dan siapa pun bisa membacanya dan mengunduhnya melalui laman web yang disediakan oleh Departemen Kehakiman AS. Namun, Departemen Kehakiman AS menyensor sebagian dari dokumen tersebut untuk melindungi identitas korban kejahatan seksual.
Kasus Jeffrey Epstein yang menjeratnya bermula pada 2006 dan berakhir melalui mekanisme kesepakatan hukum pada 2008. Di dalam penjara, ia mati bunuh diri tanpa sempat menjatuhkan vonis. Namun, kasus ini kembali menarik perhatian masyarakat setelah diungkap bahwa banyak tokoh besar dunia terlibat dalam jaringan kekerasan seksual yang dikelola Epstein.
Beberapa tokoh yang muncul dalam dokumen tersebut adalah eks Presiden AS Bill Clinton, Presiden AS Donald Trump, mantan bangsawan Kerajaan Inggris Andrew Mountbatten-Windsor, Michael Jackson, Diana Ross, Chris Tucker, hingga Mick Jagger. Semua tokoh ini mengakui telah terlibat dengan Epstein, namun tidak ada yang mengakui telah berpartisipasi dalam kejahatan seksual.
Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa penyensoran dokumen tersebut dilakukan untuk melindungi identitas korban kejahatan seksual. Namun, masyarakat AS sering mengkritik upaya ini, dianggap sebagai upaya Pemerintah AS untuk melindungi pihak tertentu.
Untuk men-download dan membaca dokumen-dokumen tersebut, publik harus mengisi data diri terlebih dahulu dan menggunakan kolom pencarian untuk memasukkan kata kunci pada dokumen yang spesifik. Dengan demikian, setiap orang diwajibkan untuk memiliki pengetahuan tentang apa yang telah ditemukan dalam kasus Epstein, dan siap menghadapi konsekuensi dari hal tersebut.
"Seluruh kejahatan Epstein terungkap secara lengkap. Tapi di balik itu ada kekhawatiran masyarakat", kata salah seorang aktivis yang menekankan pentingnya mengenal benar apa yang telah ditemukan dalam kasus ini.