Pegawai ASN harus segera melakukan aktivasi sistem Multi-Factor Authentication (MFA) di berbagai platform digital untuk perlindungan data dari ancaman siber dan kejahatan digital. Namun, banyak ASN yang terkendala karena hal-hal teknis seperti lupa password atau email.
Aktivasi MFA dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan dengan memverifikasi identitas pengguna melalui lebih dari satu metode. Dengan MFA, pengguna harus melewati lebih dari satu langkah verifikasi saat login untuk mengurangi risiko penyalahgunaan akun dan kebocoran data.
Salah satu metode fitur MFA ialah menggunakan Google Authenticator yang digunakan untuk menambah lapisan verifikasi. Dengan penambahan MFA, aplikasi akan menghasilkan kode OTP (One-Time Password) yang berubah setiap beberapa detik dan hanya dapat digunakan sekali.
Jika pegawai mengganti ponsel baru atau menghapus aplikasi authenticator, maka reset MFA ASN diperlukan untuk mendapatkan kembali akses ke akun ASN Digital. Langkah ini dilakukan dengan cara memasukkan NIP sebagai username, mengetik email yang terdaftar di MyASN, dan kemudian meng klik "Send OTP" untuk mendapatkan kode verifikasi.
Jika pegawai lupa email atau password, maka ada beberapa solusi yang dapat digunakan. Pertama, pegawai dapat melakukan reset password di laman ASN Digital dengan memasukkan username dan email aktif. Dengan begitu, pegawai dapat melakukan reset password melalui link yang telah dikirmkan ke email.
Kedua, pegawai dapat menghubungi layanan Helpdesk BKN untuk mendapatkan bantuan. Caranya adalah dengan mengakses platform ASN Digital dan memilih menu layanan helpdesk di menu Layanan Pendukung.
Terakhir, pegawai dapat menemukan solusi reset MFA ASN Digital di kantor regional BKN setempat. Tim IT atau operator akan membantu mengatasi masalah tersebut dengan mudah.
Dengan melakukan aktivasi MFA ASN Digital, pegawai ASN dapat melindungi data penting dari ancaman siber dan kejahatan digital.
Aktivasi MFA dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan dengan memverifikasi identitas pengguna melalui lebih dari satu metode. Dengan MFA, pengguna harus melewati lebih dari satu langkah verifikasi saat login untuk mengurangi risiko penyalahgunaan akun dan kebocoran data.
Salah satu metode fitur MFA ialah menggunakan Google Authenticator yang digunakan untuk menambah lapisan verifikasi. Dengan penambahan MFA, aplikasi akan menghasilkan kode OTP (One-Time Password) yang berubah setiap beberapa detik dan hanya dapat digunakan sekali.
Jika pegawai mengganti ponsel baru atau menghapus aplikasi authenticator, maka reset MFA ASN diperlukan untuk mendapatkan kembali akses ke akun ASN Digital. Langkah ini dilakukan dengan cara memasukkan NIP sebagai username, mengetik email yang terdaftar di MyASN, dan kemudian meng klik "Send OTP" untuk mendapatkan kode verifikasi.
Jika pegawai lupa email atau password, maka ada beberapa solusi yang dapat digunakan. Pertama, pegawai dapat melakukan reset password di laman ASN Digital dengan memasukkan username dan email aktif. Dengan begitu, pegawai dapat melakukan reset password melalui link yang telah dikirmkan ke email.
Kedua, pegawai dapat menghubungi layanan Helpdesk BKN untuk mendapatkan bantuan. Caranya adalah dengan mengakses platform ASN Digital dan memilih menu layanan helpdesk di menu Layanan Pendukung.
Terakhir, pegawai dapat menemukan solusi reset MFA ASN Digital di kantor regional BKN setempat. Tim IT atau operator akan membantu mengatasi masalah tersebut dengan mudah.
Dengan melakukan aktivasi MFA ASN Digital, pegawai ASN dapat melindungi data penting dari ancaman siber dan kejahatan digital.