MCP Membangun Sistem Penanganan Limbah yang Kuat untuk Proyek Waste to Energy
Dalam upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah dan mengurangi dampak lingkungan, pemerintah Indonesia meluncurkan program Waste-to-Energy (WtE) di berbagai daerah. Salah satu perusahaan yang memposisikan diri sebagai Integrated Waste Movement Partner untuk proyek ini adalah PT Multicrane Perkasa (MCP).
Keberhasilan WtE tidak hanya bergantung pada teknologi pembangkit atau tungku pembakaran, tetapi juga pada sistem penanganan dan pergerakan limbah yang menjadi fondasi operasional fasilitas tersebut. MCP telah mengembangkan solusi berbasis crane untuk memastikan aliran limbah ke lini WtE atau RDF (Refuse-Derived Fuel) berlangsung stabil dan terkontrol.
Dua unit Hiab 19.000 sebagai electric waste feeder telah ditempatkan di proyek WtE di Sukabumi, sebagai bagian dari penguatan sistem feeding yang lebih konsisten dibanding metode konvensional berbasis excavator diesel. Sistem feeding berbasis electric memungkinkan operasi yang lebih stabil, menekan biaya operasional harian, serta mengurangi risiko gangguan teknis yang dapat memicu downtime.
Dalam konteks ini, MCP memiliki pengalaman luas dalam sektor industri dan material handling. Mereka telah mendukung seluruh rantai penanganan limbah, mulai dari pre-processing, transfer, feeding, hingga keberlanjutan operasional fasilitas WtE melalui pendekatan sistem yang terintegrasi.
Dengan demikian, MCP telah memperkuat pemerintah dalam proyek Waste-to-Energy dengan mengembangkan sistem penanganan limbah yang kuat dan efisien. Proyek ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mendorong ekonomi sirkular serta ketahanan energi.
Dalam upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah dan mengurangi dampak lingkungan, pemerintah Indonesia meluncurkan program Waste-to-Energy (WtE) di berbagai daerah. Salah satu perusahaan yang memposisikan diri sebagai Integrated Waste Movement Partner untuk proyek ini adalah PT Multicrane Perkasa (MCP).
Keberhasilan WtE tidak hanya bergantung pada teknologi pembangkit atau tungku pembakaran, tetapi juga pada sistem penanganan dan pergerakan limbah yang menjadi fondasi operasional fasilitas tersebut. MCP telah mengembangkan solusi berbasis crane untuk memastikan aliran limbah ke lini WtE atau RDF (Refuse-Derived Fuel) berlangsung stabil dan terkontrol.
Dua unit Hiab 19.000 sebagai electric waste feeder telah ditempatkan di proyek WtE di Sukabumi, sebagai bagian dari penguatan sistem feeding yang lebih konsisten dibanding metode konvensional berbasis excavator diesel. Sistem feeding berbasis electric memungkinkan operasi yang lebih stabil, menekan biaya operasional harian, serta mengurangi risiko gangguan teknis yang dapat memicu downtime.
Dalam konteks ini, MCP memiliki pengalaman luas dalam sektor industri dan material handling. Mereka telah mendukung seluruh rantai penanganan limbah, mulai dari pre-processing, transfer, feeding, hingga keberlanjutan operasional fasilitas WtE melalui pendekatan sistem yang terintegrasi.
Dengan demikian, MCP telah memperkuat pemerintah dalam proyek Waste-to-Energy dengan mengembangkan sistem penanganan limbah yang kuat dan efisien. Proyek ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mendorong ekonomi sirkular serta ketahanan energi.