Grok dan Media Sosial Terkait Penyalahgunaan AI Generatif Pribadi
Saat ini, pengguna media sosial di Indonesia semakin bertambah dalam jumlahnya. Namun tidak semua dari mereka peduli mengenai keamanan pribadinya di media sosial. Berbagai kasus memang menimbulkan rasa ketidakpuasan bagi para pelaku yang tertipu penyalahgunaan berbagai layanan AI generatif. Di antaranya adalah kasus Grok yang digunakan untuk memanipulasi foto menjadi tidak senonoh, tanpa disadari oleh pemiliknya.
Sementara ini, media sosial di Indonesia harus menanggapi hal tersebut dengan tepat sejak sekarang nanti. Pengguna harus selalu menyadari pihak berwajah yang mengetahui dan dapat mengakses foto mereka sehingga tidak terjadi penyalahgunaan.
Sesuai laporan yang didapatkan tirto.id, ada kasus pengguna di Brasil menerima notifikasi dari Grok bahwa ada pengguna yang meminta mengubah foto miliknya. Setelah menyetujui permintaan secara tidak serius, Julie Yukari justru melihat fotonya yang hampir tidak berbusana beredar di X.
Di dalam negeri, akun resmi JKT48 menyatakan telah menerima beberapa laporan terkait penyalahgunaan layanan AI terhadap sejumlah anggotanya. Bahkan, pihaknya tidak segan akan membawa masalah ini ke ranah hukum. Sesuai laporan yang diterima Reuters, para ahli sudah memberikan peringatan kepada pemilik Grok AI terkait potensi penyalahgunaan konten hasil AI. Akan tetapi, surat peringatan dari mereka dikatakan diabaikan.
Cara melindungi foto pribadi agar tidak diedit oleh Grok di X maupun AI generatif lainnya ada beberapa tips aman yang dapat diterapkan. Di antaranya adalah mematikan izin aplikasi, mengubah akun jadi privasi, dan selalu perhatikan notifikasi.
Misalnya saja pengguna X bisa mematikan izin Grok melalui tahapan berikut. Setiap aplikasi maupun akun media sosial memiliki pengaturan izin akses terhadap berbagai hal atau informasi data pribadi. Sebagai contoh, pengguna X bisa mematikan izin Grok melalui tahapan berikut. Pergi ke "Pengaturan"; Pilih opsi "Privasi dan Keamanan"; Klik tajuk "Grok dan Kolaborator Pihak Ketiga"; Jika sudah, matikan semua izin yang ada di menu tersebut.
Selain itu, pengguna juga harus mengubah akun jadi privasi. Keamanan data pribadi tidak terlepas dari pemiliknya sendiri. Oleh sebab itu, seseorang bisa melakukan pembatasan akses publik terhadap foto pribadi dengan pengaturan tertentu.
Hal yang paling penting adalah selalu perhatikan notifikasi. Dengan menyetujui permintaan chatbot AI secara tidak serius, Julie Yukari justru melihat fotonya yang hampir tidak berbusana beredar di X.
Oleh karena itu, pengguna yang ingin foto pribadinya aman harus selalu memperhatikan notifikasi. Pastikan untuk menolak berbagai permintaan yang berpotensi merugikan diri.
Saat ini, pengguna media sosial di Indonesia semakin bertambah dalam jumlahnya. Namun tidak semua dari mereka peduli mengenai keamanan pribadinya di media sosial. Berbagai kasus memang menimbulkan rasa ketidakpuasan bagi para pelaku yang tertipu penyalahgunaan berbagai layanan AI generatif. Di antaranya adalah kasus Grok yang digunakan untuk memanipulasi foto menjadi tidak senonoh, tanpa disadari oleh pemiliknya.
Sementara ini, media sosial di Indonesia harus menanggapi hal tersebut dengan tepat sejak sekarang nanti. Pengguna harus selalu menyadari pihak berwajah yang mengetahui dan dapat mengakses foto mereka sehingga tidak terjadi penyalahgunaan.
Sesuai laporan yang didapatkan tirto.id, ada kasus pengguna di Brasil menerima notifikasi dari Grok bahwa ada pengguna yang meminta mengubah foto miliknya. Setelah menyetujui permintaan secara tidak serius, Julie Yukari justru melihat fotonya yang hampir tidak berbusana beredar di X.
Di dalam negeri, akun resmi JKT48 menyatakan telah menerima beberapa laporan terkait penyalahgunaan layanan AI terhadap sejumlah anggotanya. Bahkan, pihaknya tidak segan akan membawa masalah ini ke ranah hukum. Sesuai laporan yang diterima Reuters, para ahli sudah memberikan peringatan kepada pemilik Grok AI terkait potensi penyalahgunaan konten hasil AI. Akan tetapi, surat peringatan dari mereka dikatakan diabaikan.
Cara melindungi foto pribadi agar tidak diedit oleh Grok di X maupun AI generatif lainnya ada beberapa tips aman yang dapat diterapkan. Di antaranya adalah mematikan izin aplikasi, mengubah akun jadi privasi, dan selalu perhatikan notifikasi.
Misalnya saja pengguna X bisa mematikan izin Grok melalui tahapan berikut. Setiap aplikasi maupun akun media sosial memiliki pengaturan izin akses terhadap berbagai hal atau informasi data pribadi. Sebagai contoh, pengguna X bisa mematikan izin Grok melalui tahapan berikut. Pergi ke "Pengaturan"; Pilih opsi "Privasi dan Keamanan"; Klik tajuk "Grok dan Kolaborator Pihak Ketiga"; Jika sudah, matikan semua izin yang ada di menu tersebut.
Selain itu, pengguna juga harus mengubah akun jadi privasi. Keamanan data pribadi tidak terlepas dari pemiliknya sendiri. Oleh sebab itu, seseorang bisa melakukan pembatasan akses publik terhadap foto pribadi dengan pengaturan tertentu.
Hal yang paling penting adalah selalu perhatikan notifikasi. Dengan menyetujui permintaan chatbot AI secara tidak serius, Julie Yukari justru melihat fotonya yang hampir tidak berbusana beredar di X.
Oleh karena itu, pengguna yang ingin foto pribadinya aman harus selalu memperhatikan notifikasi. Pastikan untuk menolak berbagai permintaan yang berpotensi merugikan diri.