Kartu Nusuk Haji Tidak Bisa Hilang, Jadi Pegang Aja!
Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magelang mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk tidak melepas Kartu Nusuk saat melakukan perjalanan ke Tanah Suci. Pasalnya, Kartu Nusuk itu merupakan akses utama bagi para jemaah untuk memasuki Masjidil Haram dan tempat-tempat suci lainnya.
Kepala Kemenag Kabupaten Magelang, Hanif Hanani, mengatakan bahwa Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akan membagikan Kartu Nusuk di Indonesia. Namun, jemaah harus pegang kartu tersebut dengan baik agar tidak hilang.
"Pak Menteri, insyaallah akan diserahkan di Tanah Air. Dengan catatan, tidak boleh hilang. Jadi, paspor dan Kartu Nusuk ini tidak boleh hilang," kata Hanif dalam acara bimbingan manasik haji terintegrasi tingkat kabupaten.
Hal yang sama juga ditekankan oleh Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, Hasyim Hilaby. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia telah berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi agar Kartu Nusuk dapat diterima dan diaktivasi sejak jemaah masih di embarkasi.
"Adapun nanti kalau ada kendala, siap dibantu, insyaallah," kata Hasyim. Ia juga memberikan saran supaya Kartu Nusuk yang diberikan di Indonesia tidak hilang. Salah satunya, Kartu Nusuk yang audah dibagikan, nanti dikumpulkan kembali ke ketua regu yang anggotanya sekitar 10 hingga 20 orang.
Jadi, jemaah haji harus sangat hati-hati dalam mengelola Kartu Nusuk. Tidak bisa melepas atau meletakkan kartu tersebut saat melakukan perjalanan. Karena itu, jemaah harus selalu memegang kartu tersebut dengan baik untuk mendapatkan akses yang sah ke tempat-tempat suci di Tanah Suci.
Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magelang mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk tidak melepas Kartu Nusuk saat melakukan perjalanan ke Tanah Suci. Pasalnya, Kartu Nusuk itu merupakan akses utama bagi para jemaah untuk memasuki Masjidil Haram dan tempat-tempat suci lainnya.
Kepala Kemenag Kabupaten Magelang, Hanif Hanani, mengatakan bahwa Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akan membagikan Kartu Nusuk di Indonesia. Namun, jemaah harus pegang kartu tersebut dengan baik agar tidak hilang.
"Pak Menteri, insyaallah akan diserahkan di Tanah Air. Dengan catatan, tidak boleh hilang. Jadi, paspor dan Kartu Nusuk ini tidak boleh hilang," kata Hanif dalam acara bimbingan manasik haji terintegrasi tingkat kabupaten.
Hal yang sama juga ditekankan oleh Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, Hasyim Hilaby. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia telah berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi agar Kartu Nusuk dapat diterima dan diaktivasi sejak jemaah masih di embarkasi.
"Adapun nanti kalau ada kendala, siap dibantu, insyaallah," kata Hasyim. Ia juga memberikan saran supaya Kartu Nusuk yang diberikan di Indonesia tidak hilang. Salah satunya, Kartu Nusuk yang audah dibagikan, nanti dikumpulkan kembali ke ketua regu yang anggotanya sekitar 10 hingga 20 orang.
Jadi, jemaah haji harus sangat hati-hati dalam mengelola Kartu Nusuk. Tidak bisa melepas atau meletakkan kartu tersebut saat melakukan perjalanan. Karena itu, jemaah harus selalu memegang kartu tersebut dengan baik untuk mendapatkan akses yang sah ke tempat-tempat suci di Tanah Suci.