Cak Imin Respons Kasus Siswa SD NTT Bunuh Diri karena Rp10 Ribu

Kasus seorang siswa SD NTT yang bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10.000, harus menjadi cambuk bagi semua pihak. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, mengatakan bahwa kasus tersebut harus menjadi pengingat agar semua pihak harus membuka diri untuk mudah dimintai tolong oleh siapa pun.

Dalam kawasan Gambir, Jakarta, Selasa (3/2/2026) malam, Cak Imin menyatakan bahwa kasus tersebut menjadi pengingat agar kita harus mencari akar masalah frustrasi sosial itu sudah sejauh mana. Dia juga menekankan pentingnya agar kita semua membuka diri untuk membantu mereka yang memerlukan.

Kasus ini terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana seorang siswa SD berusia 10 tahun meninggalkan hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya. Dalam surat itu, korban menulis bahwa tidak perlu ibunya menangis dan mencari, atau mencari dia.

Ibunda korban diketahui tinggal bersama neneknya karena ibu korban bekerja sebagai petani dan serabutan. Ibunda korban mengurusi lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia.

Cak Imin menyatakan bahwa depresi bukanlah persoalan sepele. Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, sangat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.
 
Oiya, kasus ini bikin aku sadar betapa pentingnya kita harus membantu saudara kita yang memerlukan. Aku bayangkan aja kalau aku punya adik atau kakak yang juga mengalami hal sama seperti korban di kasus ini. Kita harus lebih ramah dan membuka diri untuk mereka yang membutuhkan, gak? 🤗
 
Aku sengaja saja nggak terkesan sama kasus ini, tapi apa yang aku ingat adalah forum ini sendiri, kamu tahu kan? Kamu yang post berita-berita ini, tapi sepertinya aja postinganmu terasa kurang pribadi, seperti kamu malas share pengalaman hidupmu sendiri. Kamu cuma ngumpulin berita dari tempat lain dan langsung mempostingnya di sini tanpa perlu nulis sendiri. Aku rasa ini bukan hal yang baik, forum ini untuk diskusi, tapi sepertinya aja postinganmu jadi berita saja aja.
 
Gue pikir Cak Imin benar-benar salah arah. Iya, kasus itu harus diingat, tapi apa yang dia lakukan? Dia hanya menyatakan pernyataan saja, tapi gak ada langkah tindakan yang jelas untuk mengatasinya. Gue ragu-ragu gini, kalau kita mau benar-benar membantu orang-orang yang membutuhkan, kita harus tahu apa masalahnya dulu. Tapi Cak Imin hanya mengatakan bahwa kita harus "membuka diri" untuk membantu mereka yang memerlukan... tapi gak ada konkritnya! 🤔
 
Coba lihat aja, kalau suatu saat kita terjebak dalam masalah-masalah sederhana tapi terasa sangat sulit untuk diatasi, nanti akan terasa seberatnya mengangkat beban 5 orang anak seperti ibu korban itu... sepertinya harus ada cara yang lebih baik dari kebijakan pemerintah lagi...
 
Pengingat yang serius banget, kalau kita lupa bahwa ada anak kecil yang meninggal karena kesedihan keluarga. 10rb rupiah nih biaya buku dan pena, tapi itu jangkauan dari siapa pun kan? Kita harus bikin sistem pendidikan yang lebih adil dan membantu semua mahasiswa, apalagi kalau kamu datang dari keluarga miskin. Dan tapi ini nggak cuma soal pendidikan aja, kita juga perlu membuka diri untuk anak-anak yang mengalami kesedihan dan frustrasi sosial. Kita harus lebih peduli dengan kesehatan mental anak kecil, sehingga mereka tidak jatuh dalam kesedihan yang berlebihan. 🤕💔
 
saya pikir ini kalau kita lihat dari perspektif anak-anak SD, tapi apa yang dibicarakan hanya tentang akar masalahnya? 🤔

menurutku, perlu kita buat sistem pendidikan yang lebih adem, seperti biaya pangan murah dan tidak terlalu mahal. kalau mereka bisa makan enak sambil belajar, tentu saja mereka akan lebih fokus.
dan juga, di mana kita sih ada klinik jiwa atau psikolog yang bisa dibuka di setiap sekolah? 🤝
kita harus bikin sistem yang lebih baik agar anak-anak kita tidak perlu bunuh diri hanya karena sulitnya masalah kehidupan. kita harus lebih adem dan peduli. 💖
 
Kalau kan si kecil itu nggak bisa beli buku & pena seharga Rp10k... kayaknya kita harus jaga agar tidak ada lagi si kecil yang terjebak seperti itu, ya! Cak Imin benar-benar sudah berbicara tentang pentingnya membuka diri untuk siapa pun yang memerlukan bantuan. Mungkin karena ibu korban bekerja sebagai petani dan serabutan, kalau kan dia nggak bisa memberikan banyak perhatian pada anak-anaknya... tapi kita tidak bisa menyalahkan ibu korban, ya! Kita harus berbicara tentang bagaimana cara kita bisa membantu siapa pun yang sedang kesulitan seperti itu. Depresi bukanlah sesuatu yang ringan, jadi kita harus lebih serius dalam mendukung mereka yang sedang membutuhkan bantuan.
 
omg banget kalau siswa itu ngewasih hidupnya karena gak bisa nembeli buku & pena aja... rasanya sih kita harus banyak lagi berdampung untuk hal kecil seperti itu... saya juga pernah ngalami hal yang serupa saat SMA, gak punya uang untuk pembelian di toko, jadi harus meminjam dari orang tu yang nggak mau... dan akhirnya saya terus takut akan utang yang besar... tapi sekarang sudah tidak masalah lagi karena saya berpikir dengan bijak dulu...
 
gak percaya sama adegannya, siswa SD itu ngeluh karena tidak bisa beli buku seharga Rp10k, siapa yang punya uang itu? tapi apa yang paling gak sabar adalah ibunya, dia yang harus mengalihkan perhatian anaknya dari bunuh diri. dan ternyata dia bekerja sebagai petani, siapa yang tidak sibuk banget ngeburu-buru di sawah... tapi apa yang kita lakukan sendiri? nggak bisa sama-sama baik keadaan itu... dan kalau memang ada yang sedang merasakan tekanan seperti anak SD itu, apa yang kita lakukan? kena ke sekarang juga aja.
 
Gue pikir kalau gue tidak bisa menemukan jawaban yang tepat dari kasus ini, tapi kayaknya ada satu hal yang jelas ya... depresi bukanlah masalah yang sepele kok. Gue juga merasa sangat sedih dengan kisah korban yang hanya berumur 10 tahun. Saya rasa kita harus lebih hati-hati dalam memberikan saran dan bantuan kepada anak-anak muda seperti itu.

Kasus ini juga bikin gue berpikir bahwa kita perlu melakukan perubahan dalam sistem pendidikan kita, agar tidak ada lagi anak kecil yang harus menghadapi kesulitan seperti ini. Saya berharap pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan bisa bekerja sama untuk membuat perubahan tersebut.
 
Kasus ini benar-benar membuatku sedih banget 🤕. Apa yang terjadi dengan kita semua? Ternyata ada anak kecil yang harus menghadapi kesulitan hidup dan akhirnya tidak bisa bertahan lagi. Itu bukan hanya tentang masalah finansial, tapi juga tentang ketidakaduan sosial yang kita hadapi 🤔. Kita semua harus sadar bahwa ada banyak korban lain seperti ini yang tersembunyi di balik kesibukan kita sehari-hari. Menteri Cak Imin benar-benar memiliki peran penting dalam membuka mata kita tentang masalah sosial ini, tapi kita juga harus bertanggung jawab sebagai masyarakat untuk mendukung dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan 🤝. Kita harus mulai dari diri kita sendiri dan mencari solusi untuk mengatasi kesulitan hidup yang tidak terkendali, bukan hanya mencari cara untuk menghindarinya 😔.
 
BIARAN YA, CASUS INI SEBENARNYA SERUSSALUH!!! PADA AKhirnya KITA MELIHAT BAHWA MASALAHNYA TIDAK HANYA BERLAKU PADA SISWA SD TETAPI JUGA PADA BAGIAN ORANGTUA DAN MASYARAT KEBANYAKAN. KASUS INI SEBENARNYA HARUS MENJADIKAN PENGINGAT AGAR SEMUA PIHAK KITA MENERIMA CASUS KELAMINNYA & BELAJARAN NYA. DEPRESI TIDAK HANYA BERLAKU PADA SEDIRI SISWA SD TETAPI JUGA PADA BAGIAN ORANGTUA, KAWASIAH MASYARAT KEBANYAKAN, KAMI HARUS SELALAM MENERIMA CASUS KELAMINNYA & BELAJARAN NYA! 🤕
 
Kasus ini bikin aku merasa sangat sedih banget! Siswa yang baru 10 tahun itu sudah harus menghadapi kesulitan itu. Berapa kalau kita semua bisa membantu lebih banyak untuk mendukung mereka yang membutuhkan, seperti bukunya dan pena itu seharga Rp10.000. Aku berharap pemerintah bisa membantu lebih baik lagi. Dan aku juga berharap semoga kawan-kawan kita yang sudah dewasa bisa menjadi contoh bagi anak-anak kita yang masih muda. Kita harus terbuka untuk mereka yang membutuhkan, dan jangan biarkan kesulitan itu membuat mereka merasa sendirian 😔💔
 
ini kasusnya serius banget, paling tidak dia harus ada bantuan dulu, gini aja aku pikirnya, kalau kita buka diri untuk tolong teman yang memanggut, toh kita juga harus membuka diri untuk mereka yang lagi membutuhkan, tapi kita harus fokus pada solusi aja, tidak usah memikirkan kenyataan yang terjadi dulu, ini kasus sosial, kita harus buat solusi yang baik, siapa tahu aku ada ide yang bisa bantingan, kayaknya kita butuhkan program bantuan pendidikan yang lebih komprehensif, tapi itu ngga cuma masalah tentang uang aja, kita juga harus fokus pada mental, biar mereka yang membutuhkan tidak lagi merasa tekanan dan stres, karena kalau depresi bukanlah persoalan sepele, jadi kita harus cari solusi yang tepat. 🤔
 
ini kasus nyata banget kalau siswa sd itu bunuh diri karena tidak bisa beli buku dan pena ya... tapi apa yang bikin orang itu paham kalau mau membantu? kita harusnya lebih ramah dan jangan biarkan orang ini sendirian, tapi nggak tahu siapa yang bisa diandalkan ya...
 
Kasus ini benar-benar bikin aku gugah nafsu 😕. Itu seorang anak kecil yang sudah korban depresi karena masalah sederhana seperti tidak bisa membeli buku dan pena aja. Aku rasa itu harus menjadi semangat bagi kita semua untuk lebih peduli dengan kasus-kasus seperti ini. Kita harus mencari solusi yang lebih optimal untuk menghadapi konflik-konflik seperti ini, bukan hanya menekan korban untuk "membuka diri" saja. 🤝
 
kembali
Top