Pagi ini Indonesia, CNBC Indonesia menemukan semangat berharga dalam saham-saham yang kalah. Saatnya kembali ke fundamental.
Kasus IPO PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) dan penggeledahan kantor PT Shinhan Sekuritas memperkenalkan kita kepada dunia investasi yang seringkali menggiurkan dengan narasi "saham gorengan". PIPA adalah contoh kasus di mana saham yang disebut sebagai 'gorengan' ini tersangkut dalam dugaan rekayasa dan penipuan. Selama proses penawaran saham perdana (IPO) PIPA, PT MML menggunakan jasa konsultan PT MBP, yang ternyata dimiliki oleh salah satu pegawai Bursa Efek Indonesia (BEI), bernama MBP, yang sudah berstatus terpidana.
Selain itu, dugaan kasus insider trading di saham MINA dan PADI juga menegaskan bahwa ada tindakan manipulatif yang dilakukan pada pasar saham mini ini. Kasus-kasus ini mengajarkan kita untuk lebih selektif dalam memilih saham suatu emiten yang mau kita beli dan fokus pada fundamental perusahaan yang baik, seperti cash flow positif, profitabilitas bertumbuh, agenda bisnis jelas dan bisa dipertanggungjawabkan melalui laporan keuangan sampai keterbukaan informasi yang diumumkan perusahaan secara berkala.
Kasus IPO PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) dan penggeledahan kantor PT Shinhan Sekuritas memperkenalkan kita kepada dunia investasi yang seringkali menggiurkan dengan narasi "saham gorengan". PIPA adalah contoh kasus di mana saham yang disebut sebagai 'gorengan' ini tersangkut dalam dugaan rekayasa dan penipuan. Selama proses penawaran saham perdana (IPO) PIPA, PT MML menggunakan jasa konsultan PT MBP, yang ternyata dimiliki oleh salah satu pegawai Bursa Efek Indonesia (BEI), bernama MBP, yang sudah berstatus terpidana.
Selain itu, dugaan kasus insider trading di saham MINA dan PADI juga menegaskan bahwa ada tindakan manipulatif yang dilakukan pada pasar saham mini ini. Kasus-kasus ini mengajarkan kita untuk lebih selektif dalam memilih saham suatu emiten yang mau kita beli dan fokus pada fundamental perusahaan yang baik, seperti cash flow positif, profitabilitas bertumbuh, agenda bisnis jelas dan bisa dipertanggungjawabkan melalui laporan keuangan sampai keterbukaan informasi yang diumumkan perusahaan secara berkala.