Ratusan buruh di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar demonstrasi menuntut pemerintah untuk merevisi upah minimum yang disahkan pada Desember 2026. Mereka menunjukkan spanduk "Revisi UMP dan UMK DIY 2025, upah layak = Rp4 juta" di depan Gedung DPRD DIY.
Ketua Majelis Pekerja Buruh Indonesia, Irsyad Ade Irawan, menyatakan bahwa upah minimum minimal harus berada di angka Rp4 juta. Perhitungan itu didasarkan survei dari Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Badan Pusat Statistik.
Irsyad Ade mengakui bahwa upah minimum saat ini masih tidak cukup untuk mencukupi hidup layak bagi buruh. Oleh sebab itu, pihaknya meminta Gubernur DIY untuk merevisi upah minimum di DIY. Ia juga menuntut para direktur atau manajemen untuk taat terhadap keputusan pengadilan.
Demo ini juga dilakukan sebagai solidaritas kepada rakyat Venezuela yang mengalami intervensi Amerika Serikat tanpa adanya mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Irsyad Ade menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melakukan pelanggaran serius terhadap hukum internasional tersebut.
Aksi berlangsung dengan pengawalan oleh ratusan aparat kepolisian yang bersiaga di lokasi.
Ketua Majelis Pekerja Buruh Indonesia, Irsyad Ade Irawan, menyatakan bahwa upah minimum minimal harus berada di angka Rp4 juta. Perhitungan itu didasarkan survei dari Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Badan Pusat Statistik.
Irsyad Ade mengakui bahwa upah minimum saat ini masih tidak cukup untuk mencukupi hidup layak bagi buruh. Oleh sebab itu, pihaknya meminta Gubernur DIY untuk merevisi upah minimum di DIY. Ia juga menuntut para direktur atau manajemen untuk taat terhadap keputusan pengadilan.
Demo ini juga dilakukan sebagai solidaritas kepada rakyat Venezuela yang mengalami intervensi Amerika Serikat tanpa adanya mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Irsyad Ade menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melakukan pelanggaran serius terhadap hukum internasional tersebut.
Aksi berlangsung dengan pengawalan oleh ratusan aparat kepolisian yang bersiaga di lokasi.