Ratusan buruh, penggiat aksi Solidaritas dengan Venezuela, menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD DIY, Yogyakarta. Mereka bawa spanduk yang membacakan "Revisi UMP dan UMK DIY 2025, upah layak = Rp4 juta". Aksi ini dilakukan untuk menuntut Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merevisi upah minimum.
Ketua Majelis Pekerja Buruh Indonesia, Irsyad Ade Irawan, menolak upah minimum saat ini di DIY masih jauh untuk mencukupi hidup layak bagi buruh. "Beberapa waktu yang lalu itu kan Kemnaker juga punya data untuk Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di DIY itu kan di angka Rp4,6 juta. Ditambah dengan data dari BPS yang mengatakan bahwa DIY merupakan salah satu kota [provinsi], atau Yogyakarta merupakan salah satu kota dengan biaya hidup yang tinggi di Indonesia", ujar Irsyad Ade saat diwawancarai awak media.
Irsyad Ade juga meminta Gubernur DIY untuk merevisi upah minimum. "Kemudian yang kedua, kami mendorong kepada Pemprov DIY untuk memastikan bahwa semua direksi atau semua manajemen itu taat terhadap keputusan pengadilan," lanjutnya.
Selain itu, aksi demonstrasi juga meliputi aksi solidaritas dengan Venezuela. Irsyad Ade menolak Amerika Serikat telah melakukan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dengan melakukan intervensi dan penculikan terhadap presiden yang sah tanpa adanya mandat dari persatuan bangsa-bangsa.
Aksi demonstrasi ini berlangsung dengan pengawalan oleh ratusan aparat kepolisian.
Ketua Majelis Pekerja Buruh Indonesia, Irsyad Ade Irawan, menolak upah minimum saat ini di DIY masih jauh untuk mencukupi hidup layak bagi buruh. "Beberapa waktu yang lalu itu kan Kemnaker juga punya data untuk Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di DIY itu kan di angka Rp4,6 juta. Ditambah dengan data dari BPS yang mengatakan bahwa DIY merupakan salah satu kota [provinsi], atau Yogyakarta merupakan salah satu kota dengan biaya hidup yang tinggi di Indonesia", ujar Irsyad Ade saat diwawancarai awak media.
Irsyad Ade juga meminta Gubernur DIY untuk merevisi upah minimum. "Kemudian yang kedua, kami mendorong kepada Pemprov DIY untuk memastikan bahwa semua direksi atau semua manajemen itu taat terhadap keputusan pengadilan," lanjutnya.
Selain itu, aksi demonstrasi juga meliputi aksi solidaritas dengan Venezuela. Irsyad Ade menolak Amerika Serikat telah melakukan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dengan melakukan intervensi dan penculikan terhadap presiden yang sah tanpa adanya mandat dari persatuan bangsa-bangsa.
Aksi demonstrasi ini berlangsung dengan pengawalan oleh ratusan aparat kepolisian.