Bursa Asia mulai hari ini dengan tren yang bervariasi. Penguasaan geopolitik di Amerika Serikat (AS) menghasilkan sentimen yang berbeda, sehingga efeknya juga menular ke pasar saham Asia. Sementara itu, pasaran komoditas dan berjangka turun karena tekanan dari suku bunga yang meningkat.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 tetap stagnan, sementara Topix mencatat kenaikan kecil. Pasar Australia juga menikmati tren positif dengan naik 0,44%. Di Hong Kong, indeks berjangka Hang Seng tidak dapat melepaskan penutup sebelumnya di level 27.968,09, dan meluncur turun ke level 27.829.
Di Korea Selatan, indeks Kospi meningkat 0,34%, tetapi saham-saham kecil yang tergabung dalam indeks Kosdaq justru menurun 0,25%. Pasar berjangka AS juga menutup melemah, dengan kontrak S&P 500 turun 0,16% dan kontrak Nasdaq 100 tidak dapat menghindari penurunan tersebut.
Di pasar Wall Street, indeks S&P 500 ditutup melemah karena tekanan dari saham Microsoft. Nasdaq Composite berakhir lebih rendah sebesar 0,72% di level 23.685,12. Sedangkan Dow Jones Industrial Average justru naik tipis 0,11%.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 tetap stagnan, sementara Topix mencatat kenaikan kecil. Pasar Australia juga menikmati tren positif dengan naik 0,44%. Di Hong Kong, indeks berjangka Hang Seng tidak dapat melepaskan penutup sebelumnya di level 27.968,09, dan meluncur turun ke level 27.829.
Di Korea Selatan, indeks Kospi meningkat 0,34%, tetapi saham-saham kecil yang tergabung dalam indeks Kosdaq justru menurun 0,25%. Pasar berjangka AS juga menutup melemah, dengan kontrak S&P 500 turun 0,16% dan kontrak Nasdaq 100 tidak dapat menghindari penurunan tersebut.
Di pasar Wall Street, indeks S&P 500 ditutup melemah karena tekanan dari saham Microsoft. Nasdaq Composite berakhir lebih rendah sebesar 0,72% di level 23.685,12. Sedangkan Dow Jones Industrial Average justru naik tipis 0,11%.