Blokade jalur trans Sulawesi di Luwu, Makassar, 25 Januari 2025.
Mahasiswa dan masyarakat luwu telah melakukan aksi blokade tiga titik jalan trans Sulawesi yang berada di wilayah Belopa, Padang Sappa, dan Walenrang Lamasi (Walmas) sejak Jumat kemarin hingga Senin lalu. Blokade ini dilakukan oleh sekitar 1 ribu mahasiswa dan warga untuk menuntut pemekaran Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.
Bupati Luwu Patahuddin mengatakan, bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan mahasiswa dan warga yang melakukan aksi blokade. "Sudah kami komunikasikan dengan mahasiswa dan warga yang memblokade jalan agar membuka jalan, karena dampaknya langsung terhadap warga Luwu sendiri," katanya.
Menurut Patahuddin, seluruh kepala daerah di tanah Luwu akan membawa aspirasi mahasiswa dan warga ke pemerintah pusat untuk segera dilakukan pemekaran Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya. "Kami sudah menyampaikan bahwa tuntutan tersebut akan dibawa ke pemerintah pusat dan sementara ini dikomunikasikan," ujarnya.
Aksi ini membuat kemacetan panjang dan distribusi BBM hingga kini juga masih terhambat akibat blokade. Penutupan jalan semata-mata dilakukan untuk memperlihatkan kepada pemerintah pusat bahwa Luwu Raya harus diperhatikan.
Ketua Umum PB Ikatan Pelajar dan Mahasiswa (IPMIL) Raya, Hafid, mengatakan bahwa aksi ini akan terus berlanjut hingga pemerintah pusat memberi respons terkait tuntutan masyarakat dan mahasiswa. "Tidak ada kata berhenti, sudah lama ini kami perjuangkan, selama ini Luwu Raya terus dianaktirikan, giliran kami menuntut. Jadi tidak ada blokade yang dibuka sebelum ada pernyataan presiden," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman mengatakan bahwa aksi blokade jalan secara tidak langsung telah menyusahkan masyarakat Luwu sendiri. "Karena kalau ada yang sakit orang Luwu kemudian dirujuk dan seterusnya, termasuk suplai kebutuhan pokok, khususnya bahan bakar selama ini kalau mobil tangki suplai dari Pertamina terhalang itu, itu pemicunya terjadi kelangkaan BBM, ujungnya adalah kenaikan harga, kalau harga naik yang rugi adalah rakyat sendiri," kata Jufri.
Meski demikian, kata Jufri dirinya telah mendapatkan informasi jika jalur trans Sulawesi yang berada di Kabupaten Luwu Utara telah dibuka oleh warga dan mahasiswa yang menuntut adanya pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.
Mahasiswa dan masyarakat luwu telah melakukan aksi blokade tiga titik jalan trans Sulawesi yang berada di wilayah Belopa, Padang Sappa, dan Walenrang Lamasi (Walmas) sejak Jumat kemarin hingga Senin lalu. Blokade ini dilakukan oleh sekitar 1 ribu mahasiswa dan warga untuk menuntut pemekaran Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.
Bupati Luwu Patahuddin mengatakan, bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan mahasiswa dan warga yang melakukan aksi blokade. "Sudah kami komunikasikan dengan mahasiswa dan warga yang memblokade jalan agar membuka jalan, karena dampaknya langsung terhadap warga Luwu sendiri," katanya.
Menurut Patahuddin, seluruh kepala daerah di tanah Luwu akan membawa aspirasi mahasiswa dan warga ke pemerintah pusat untuk segera dilakukan pemekaran Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya. "Kami sudah menyampaikan bahwa tuntutan tersebut akan dibawa ke pemerintah pusat dan sementara ini dikomunikasikan," ujarnya.
Aksi ini membuat kemacetan panjang dan distribusi BBM hingga kini juga masih terhambat akibat blokade. Penutupan jalan semata-mata dilakukan untuk memperlihatkan kepada pemerintah pusat bahwa Luwu Raya harus diperhatikan.
Ketua Umum PB Ikatan Pelajar dan Mahasiswa (IPMIL) Raya, Hafid, mengatakan bahwa aksi ini akan terus berlanjut hingga pemerintah pusat memberi respons terkait tuntutan masyarakat dan mahasiswa. "Tidak ada kata berhenti, sudah lama ini kami perjuangkan, selama ini Luwu Raya terus dianaktirikan, giliran kami menuntut. Jadi tidak ada blokade yang dibuka sebelum ada pernyataan presiden," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman mengatakan bahwa aksi blokade jalan secara tidak langsung telah menyusahkan masyarakat Luwu sendiri. "Karena kalau ada yang sakit orang Luwu kemudian dirujuk dan seterusnya, termasuk suplai kebutuhan pokok, khususnya bahan bakar selama ini kalau mobil tangki suplai dari Pertamina terhalang itu, itu pemicunya terjadi kelangkaan BBM, ujungnya adalah kenaikan harga, kalau harga naik yang rugi adalah rakyat sendiri," kata Jufri.
Meski demikian, kata Jufri dirinya telah mendapatkan informasi jika jalur trans Sulawesi yang berada di Kabupaten Luwu Utara telah dibuka oleh warga dan mahasiswa yang menuntut adanya pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.