Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor, Waduh!
Kebun Raya Bogor kembali menjadi pusat perhatian warga Bogor dan pecinta tumbuhan karena mekarnya bunga bangkai raksasa dengan nama latin Amorphophallus titanum. Bunga ini merupakan salah satu koleksi flora di Kebun Raya Bogor yang ditanam pada 11 September 1992 dari bibit yang berasal dari Jambi. Setelah lebih satu pekan, kuncup bunga Akhirnya mekar dengan sempurna pada Kamis 5 Februari 2026.
Pemakaiannya, kondisi bunga bangkai dalam fase mekar sempurna setelah dilakukan pendataan oleh para peneliti. Pada saat ini, tonjolan bunga menjulang hingga 140 sentimeter dan diameter bunga mencapai 56 cm. Seludang bunga terbuka sempurna, menandakan klimaks dari peristiwa langka yang hanya berlangsung singkat.
Menurut Yudhistira, Manajer Senior Hortikultur PT Mitra Natura Raya yang pengelola Kebun Raya Bogor, mekar itu bukan sekadar peristiwa botani, melainkan pengingat akan keajaiban siklus alam dan pentingnya upaya konservasi tumbuhan langka. Setiap mekarnya adalah pesan sunyi dari hutan hujan.
Sementara itu, Dian Latifah, Peneliti Ahli Madya dari Badan Riset dan Inovasi Nasional yang meneliti bunga bangkai tersebut, menjelaskan bahwa Amorphophallus titanum merupakan salah satu koleksi Kebun Raya Bogor yang ditanam pada 1992. Bibitnya berasal dari Jambi dan merupakan bunga nomor koleksi VI.C.489 terakhir mekar pada 2020 di Kebun Raya Bogor.
Dian juga menjelaskan bahwa siklus hidupnya unik memiliki fase vegetatif dan generatif diselingi fase dorman (istirahat). Mekarnya bunga ini sehingga masyarakat dapat melihat perbedaan dengan bunga bangkai lainnya seperti suweg dan Rafflesia arnoldii atau Rafflesia hasseltii.
Sementara itu, Zaenal Arifin, General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya mengatakan bahwa mekar bunga ini memberi momen yang sangat berarti dalam dunia botani, juga menjadi peristiwa unik dan langka yang ditunggu lama. Kebun Raya Bogor menjadi rumah konservasi bagi Amorphophallus terbesar di dunia, yaitu Amorphophallus titanum.
Kebun Raya Bogor kembali menjadi pusat perhatian warga Bogor dan pecinta tumbuhan karena mekarnya bunga bangkai raksasa dengan nama latin Amorphophallus titanum. Bunga ini merupakan salah satu koleksi flora di Kebun Raya Bogor yang ditanam pada 11 September 1992 dari bibit yang berasal dari Jambi. Setelah lebih satu pekan, kuncup bunga Akhirnya mekar dengan sempurna pada Kamis 5 Februari 2026.
Pemakaiannya, kondisi bunga bangkai dalam fase mekar sempurna setelah dilakukan pendataan oleh para peneliti. Pada saat ini, tonjolan bunga menjulang hingga 140 sentimeter dan diameter bunga mencapai 56 cm. Seludang bunga terbuka sempurna, menandakan klimaks dari peristiwa langka yang hanya berlangsung singkat.
Menurut Yudhistira, Manajer Senior Hortikultur PT Mitra Natura Raya yang pengelola Kebun Raya Bogor, mekar itu bukan sekadar peristiwa botani, melainkan pengingat akan keajaiban siklus alam dan pentingnya upaya konservasi tumbuhan langka. Setiap mekarnya adalah pesan sunyi dari hutan hujan.
Sementara itu, Dian Latifah, Peneliti Ahli Madya dari Badan Riset dan Inovasi Nasional yang meneliti bunga bangkai tersebut, menjelaskan bahwa Amorphophallus titanum merupakan salah satu koleksi Kebun Raya Bogor yang ditanam pada 1992. Bibitnya berasal dari Jambi dan merupakan bunga nomor koleksi VI.C.489 terakhir mekar pada 2020 di Kebun Raya Bogor.
Dian juga menjelaskan bahwa siklus hidupnya unik memiliki fase vegetatif dan generatif diselingi fase dorman (istirahat). Mekarnya bunga ini sehingga masyarakat dapat melihat perbedaan dengan bunga bangkai lainnya seperti suweg dan Rafflesia arnoldii atau Rafflesia hasseltii.
Sementara itu, Zaenal Arifin, General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya mengatakan bahwa mekar bunga ini memberi momen yang sangat berarti dalam dunia botani, juga menjadi peristiwa unik dan langka yang ditunggu lama. Kebun Raya Bogor menjadi rumah konservasi bagi Amorphophallus terbesar di dunia, yaitu Amorphophallus titanum.