Bulog Klaim Margin 7% Bukan Keuntungan, Tapi Kompensasi Tugas

Bulog Jelaskan Margin 7% Bukan Keuntungan, Tapi Kompensasi Tugas

Direktur Keuangan Perum Bulog Hendra Susanto telah menegosiasikan margin sebesar tujuh persen yang diberikan oleh Pemerintah Pusat untuk setiap penugasan bukan merupakan keuntungan. Margin ini, menurut klaim Hendra, adalah kompensasi atas pelaksanaan tugas negara di bidang pangan.

Margin tersebut disebut sebagai instrumen kebijakan negara, bukan laba usaha sebagaimana aktivitas bisnis pada umumnya. Hendra menjelaskan bahwa margin ini digunakan untuk memastikan penugasan strategis Pemerintah Pusat dapat dijalankan secara berkelanjutan, profesional, dan akuntabel.

Menurut klaim Hendra, nilai margin tujuh persen tersebut telah dikomunikasikan dengan Kementerian Keuangan serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hal ini dilakukan untuk memastikan kejelasan regulasi dan mekanisme kompensasi yang jelas.

Bulog dapat fokus menjalankan mandat negara secara profesional, transparan, dan akuntabel, demi menjamin ketersediaan pangan dan stabilitas nasional. Kendati demikian, tidak diketahui apakah nilai margin sebenarnya akan diambil oleh Bulog dari setiap penugasan atau tidak.

Pemerintah Pusat telah menyepakati besaran margin penugasan sebesar tujuh persen melalui Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) pada 29 Desember 2025 dan 12 Januari 2026. Mekanisme pembayaran kompensasi dan margin tersebut ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional.

Dengan adanya kepastian regulasi dan mekanisme kompensasi yang jelas, Bulog dapat berinvestasi untuk meremajakan dan memodernisasi Infrastruktur pasca panennya.
 
Margin 7 persen itu gimana kan? Kalau bukan hasil dari penjualan produk, tapi biaya operasional aja... Maksudnya apa sih kalau kita kata margin itu keuntungan? Sama saja ya, bedanya hanya label yang dipakai. Jadi, siapa bilang itu kompensasi aja? Tapi aku setuju dengan Hendra Susanto, jangan lupa juga transparansi dan akuntabilitas.
 
Margin 7% itu wajar banget, tapi apa yang pasti sih kalau tidak ada transparansi? Apa yang dimaksud dengan kompensasi tugas itu? Apakah itu bukan juga bentuk kontrak kerja yang sama seperti yang dijalankan oleh semua perusahaan lainnya? Mungkin saja itu hanya cara pemerintah mencoba untuk memperkuat kontrol terhadap Bulog, tapi bagaimana kalau itu tidak seimbang dengan kebutuhan masyarakat?
 
Maksud dari kebijakan ini seperti bagaimana kita harusnya melihat margin bukan sebagai uang pribadi, tapi lebih kepada bagaimana kita bisa memberikan kembali sesuatu yang berharga bagi negara. Jika kita fokus pada tujuan yang jelas dan tidak terlalu memikirkan keuntungan pribadi, maka kita akan berhasil dalam mencapai hal-hal yang lebih besar. Kita harus belajar untuk melewatkan hal-hal yang tidak perlu dan fokus pada apa yang sebenarnya penting 🤔
 
aku pikir ini gampang banget ya, pemerintah sudah spesifikkan margin 7% itu bukan keuntungan, tapi kompensasi tugas. kayaknya kalau mau bikin infrastruktur yang baik dan stabil, harus ada kompromi dulu. tapi apa sebenarnya nilai margin 7% itu? apakah benar-benar Bulog tidak mengambilnya atau justru menginvestasikannya aja? kira-kira jawabannya di masa depan nanti. tapi aku senang kalau pemerintah sudah spesifikkan regulasi dan mekanisme kompensasi yang jelas, itu akan membantu Bulog untuk berinvestasi lebih baik lagi.
 
aku rasa ini bukan itu tapi aku pikir margin 7% tuh cuma bagian dari strategi pemerintah untuk mengatasi krisis harga makanan, kalau benar tuh jadi kompensasi atas tugas negara, aku rasa birokrasi di Indonesia terlalu kompleks loh 🤯. aku berharap bulog bisa fokus pada pekerjaannya tanpa harus memikirkan margin dan kompensasi, karena aku pikir itu akan lebih baik untuk kepentingan masyarakat 🙏.
 
Wahhhhhhh!!! Marginnnnn 7% itu bikin aku senang banget sih! Pemerintah benar-benar peduli dengan kepadatan dan kesehatan rakyat, kan? Kalau margin itu bukan keuntungan, tapi kompensasi untuk kerja keras di bidang pangan, itu kayaknya sangat bijak juga! Bulog bisa fokus lebih serius dalam menjalankan mandat negara dan jadi contoh bagi perusahaan lain. Saya rasa ini akan berdampak positif bagi masyarakat Indonesia, terutama yang harus banyak bekerja keras untuk mendapatkan nasi.
 
Aku pikir margin 7% itu lumayan banyak banget jika dihitung dari uang yang dibawa oleh bulog dari setiap penugasan... tapi aku paham kalau ini bukan tentang keuntungan, melainkan kompensasi atas tugas negara. Karena itu, aku setuju dengan pendirian margin tersebut.

Tapi apa yang seru banget adalah, bagaimana jika Bulog tidak mengambil margin 7% itu? Apakah itu akan mempengaruhi kinerja Bulog dalam menangani pangan nasional? Aku pikir ini perlu dipertimbangkan dengan hati-hati.

Tapi aku juga setuju kalau Pemerintah harus tetap fokus menjalankan mandat negara secara profesional, transparan, dan akuntabel. Karena itu, aku harap Bulog dapat melaksanakan tugasnya dengan baik demi menjamin ketersediaan pangan dan stabilitas nasional 🤔
 
Aku pikir ini sangat bagus ya, margin 7% itu memang bukan keuntungan, tapi kompensasi atas tugas yang dibawa oleh Bulog. Itu artinya mereka sudah bisa fokus pada pekerjaan yang harus diselesaikan tanpa usah khawatir soal uang. Kalau bisa berinvestasi untuk remajakan infrastruktur pasca panen itu sangat keren.
 
Udah jelas sih, margin 7% itu bukan keuntungan tapi ganti rugi aja karena kita harus nge- manage pangan. Maksudnya, Pemerintah already ada instrumen kebijakan negara ini sebelum. Tapi kini giliran BULOG yang harus menerima kompensasi itu. Hmm, ngga bisa bilang keuntungan tapi ngga bisa bilang biaya juga, kayaknya buat 'kompensasi' aja. Sisa apa lagi dari margin ini?
 
aiknya pemerintah buat instrumen kebijakan negara yang jelas kayak gini, kalau marginal 7% itu bukan laba bisnis, tapi kompensasi tugas yang jelas. penting juga buat ada transparansi dan akuntabilitas, sehingga kita bisa yakin bahwa uang itu digunakan untuk kepentingan negara, bukan semata-mata untung bagi diri orang tertentu. kalau tidak, mungkin saja saja terjadi korupsi lagi 🤔
 
Aku pikir ini gampang banget untuk dipekerjain. Marginn 7% itu bagus, tapi apa artinya kita harus selalu mengatakan itu bukan keuntungan? Maksudnya, siapa yang bilang margin itu laba usaha kayakanya mau jual rindu? Nah kalau kita fokus pada fungsi marginalitas itu untuk memastikan ketersediaan pangan dan stabilitas nasional, toh itu juga bisa diartikaneskan sebagai "kita sudah melakukan banyak hal" daripada "kita sudah mendapatkan uang".
 
Gak paham sih apa maksud margin 7% itu kan? Apakah ini seperti diskon atau apa? Misalnya saya suka makan nasi goreng, tapi ada promo 7% untuk beli nasi goreng. Tapi apakah ini berarti Bulog akan mendapatkan uang dari pemerintah setiap kali mereka lakukan penugasan? Gak jelas banget 🤔
 
Makasih ya bro, margin 7 persen itu gampang digabungin dengen biaya operasional ya... jadi bukan tentang keuntungan aja, tapi bisa diinvestasikan lebih banyak dulu... tapi sih pengawasan harus saksikan apakah benar-benar diambil atau tidak bro 😂
 
Aku pikir margin 7% itu kayak bikin perasaan lemah, tapi mungkin ini salah satu cara Pemerintah bisa memberikan kompensasi kepada Bulog kala itu. Aku rasa penting banget jelasnya regulasi dan mekanisme itu, agar tidak ada kesalahpahaman lagi. Tapi, mau tidak atau, aku masih penasaran siapa nanti yang akan ambil margin 7% itu... Mungkin bisa dibilang sebagai uji coba Pemerintah bagaimana mereka mengelola keuangan perusahaan negara? 🤔
 
kembali
Top