Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan ketersediaan pangan di wilayah Aceh yang terdampak bencana tetap aman menjelang Ramadan. Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir dengan pasokan beras, minyak goreng, dan gula.
"Kami memiliki 15 gudang di seluruh kabupaten Aceh dengan stok yang cukup untuk menghadapi Ramadan," katanya. "Jadi, kami menjamin Bulog akan mendukung sepenuhnya kebutuhan logistik di daerah bencana, terutama di wilayah Aceh."
Bulog memiliki cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 64.889 ton di Aceh, didukung dengan stok minyak goreng sebesar 307.220 kiloliter. Dari jumlah tersebut, cadangan beras bencana alam yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak mencapai 12.561 ton.
Selain itu, Bulog juga menyalurkan tambahan 5.000 ton beras untuk wilayah Aceh, serta bantuan pangan beras sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan ke Aceh mencapai 8.922 ton. Penyaluran awal diprioritaskan ke wilayah yang sempat terisolir.
Di Sumatra Utara, Bulog mengoperasikan sekitar 19 titik gudang dengan stok yang cukup. Per 8 Januari 2026, cadangan beras di wilayah ini tercatat sebesar 17.904 ton, sementara stok minyak goreng mencapai sekitar 284.588 kiloliter.
Bulog juga memiliki hampir 12 gudang di Sumatra Barat dengan kondisi stok yang hampir penuh. Hingga 8 Januari 2026, stok beras tercatat sebesar 5.508 ton, didukung dengan tambahan sekitar 30.000 ton dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Padang.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani juga memastikan kesiapan stok cadangan beras secara nasional untuk menghadapi momentum besar ke depan. Ia menegaskan, total stok beras di tanah air adalah 3.351.900 ton yang disiapkan untuk menghadapi sejumlah periode penting dalam waktu dekat, seperti Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri.
"Kami berharap dengan stok ini akan terus bertambah, karena potensi hasil panen dari Kementerian Pertanian," katanya. "Jadi, kalau nambah 4 juta ton (beras), ditambah 3 juta ton (carry over dari tahun 2025) ya hampir 7 juta ton lebih nanti stok kami."
"Kami memiliki 15 gudang di seluruh kabupaten Aceh dengan stok yang cukup untuk menghadapi Ramadan," katanya. "Jadi, kami menjamin Bulog akan mendukung sepenuhnya kebutuhan logistik di daerah bencana, terutama di wilayah Aceh."
Bulog memiliki cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 64.889 ton di Aceh, didukung dengan stok minyak goreng sebesar 307.220 kiloliter. Dari jumlah tersebut, cadangan beras bencana alam yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak mencapai 12.561 ton.
Selain itu, Bulog juga menyalurkan tambahan 5.000 ton beras untuk wilayah Aceh, serta bantuan pangan beras sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan ke Aceh mencapai 8.922 ton. Penyaluran awal diprioritaskan ke wilayah yang sempat terisolir.
Di Sumatra Utara, Bulog mengoperasikan sekitar 19 titik gudang dengan stok yang cukup. Per 8 Januari 2026, cadangan beras di wilayah ini tercatat sebesar 17.904 ton, sementara stok minyak goreng mencapai sekitar 284.588 kiloliter.
Bulog juga memiliki hampir 12 gudang di Sumatra Barat dengan kondisi stok yang hampir penuh. Hingga 8 Januari 2026, stok beras tercatat sebesar 5.508 ton, didukung dengan tambahan sekitar 30.000 ton dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Padang.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani juga memastikan kesiapan stok cadangan beras secara nasional untuk menghadapi momentum besar ke depan. Ia menegaskan, total stok beras di tanah air adalah 3.351.900 ton yang disiapkan untuk menghadapi sejumlah periode penting dalam waktu dekat, seperti Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri.
"Kami berharap dengan stok ini akan terus bertambah, karena potensi hasil panen dari Kementerian Pertanian," katanya. "Jadi, kalau nambah 4 juta ton (beras), ditambah 3 juta ton (carry over dari tahun 2025) ya hampir 7 juta ton lebih nanti stok kami."