Dengan tercapainya swasembada pangan beras Indonesia sepanjang tahun 2025, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani telah menekankan kepentingan meratakan satu harga beras di seluruh wilayah, dari Sabang hingga Merauke. Menurut Rizal, Bulog akan terus berupaya untuk mewujudkan konsep ini dengan memperhatikan stabilitas pasokan dan harga pangan.
Bulog telah mencapai stok beras yang cukup, yaitu 4,5 juta ton pada Juli 2025. Produksi dalam negeri dan pengelolaan cadangan nasional telah memberikan kontribusi signifikan terhadap keberhasilan ini. Namun, Rizal menekankan bahwa masih perlu upaya untuk meningkatkan penyerapan beras petani, yaitu sebesar 4 juta ton, sebagai langkah strategis untuk memperkuat cadangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Selain itu, Bulog juga menyiapkan kebijakan pemerataan harga melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mengurangi perbedaan harga beras di seluruh wilayah. Konsep ini diharapkan dapat meniru keberhasilan kebijakan energi nasional, sehingga tidak ada lagi disparitas harga antarwilayah.
Rizal juga memperjelas bahwa Bulog berharap dukungan dari masyarakat agar kebijakan satu harga menjadi legacy nasional dan memperkuat peran Bulog sebagai penyangga stabilitas pangan Indonesia. Ia mengingatkan bahwa konsep beras satu harga ini mirip dengan Pertamina, yang juga menawarkan harga yang sama untuk seluruh wilayah.
Jika berhasil diwujudkannya, konsep SPHP ini akan membawa dampak besar pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat, terutama petani, serta memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas pangan Indonesia.
Bulog telah mencapai stok beras yang cukup, yaitu 4,5 juta ton pada Juli 2025. Produksi dalam negeri dan pengelolaan cadangan nasional telah memberikan kontribusi signifikan terhadap keberhasilan ini. Namun, Rizal menekankan bahwa masih perlu upaya untuk meningkatkan penyerapan beras petani, yaitu sebesar 4 juta ton, sebagai langkah strategis untuk memperkuat cadangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Selain itu, Bulog juga menyiapkan kebijakan pemerataan harga melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mengurangi perbedaan harga beras di seluruh wilayah. Konsep ini diharapkan dapat meniru keberhasilan kebijakan energi nasional, sehingga tidak ada lagi disparitas harga antarwilayah.
Rizal juga memperjelas bahwa Bulog berharap dukungan dari masyarakat agar kebijakan satu harga menjadi legacy nasional dan memperkuat peran Bulog sebagai penyangga stabilitas pangan Indonesia. Ia mengingatkan bahwa konsep beras satu harga ini mirip dengan Pertamina, yang juga menawarkan harga yang sama untuk seluruh wilayah.
Jika berhasil diwujudkannya, konsep SPHP ini akan membawa dampak besar pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat, terutama petani, serta memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas pangan Indonesia.