Bulog ingin mengawal swasembada beras dari Sabang hingga Merauke. Hal ini diinginkan oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani setelah Indonesia resmi mencapai swasembada pangan beras sepanjang tahun 2025.
Bulog berharap bisa meratakan satu harga beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dari Sabang hingga Merauke. "Dari Sabang sampai Merauke, insya Allah Bulog akan bercita-cita meratakan satu harga beras SPHP dari Sabang sampai Merauke, harganya satu harga," kata Rizal dalam konferensi pers terkait perkembangan terkini penanganan bencana di wilayah Sumatera yang digelar di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Rizal juga menegaskan keberhasilan swasembada beras tersebut telah dideklarasikan langsung Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat pada Rabu (7/1/2026) sebagai tonggak penting kemandirian pangan nasional dari hasil produksi petani dalam negeri.
Keberhasilan swasembada beras tersebut terbukti dengan stok beras Bulog mencapai 4,5 juta ton pada Juli 2025. Selain itu, stok beras Bulog tercatat sebesar 3,35 juta ton pada Januari 2026 yang dinilai tetap aman untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional.
Kemudian, Bulog menargetkan penyerapan beras petani mencapai 4 juta ton sebagai langkah strategis memperkuat cadangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta membuka peluang ekspor.
Bulog berharap bisa meratakan satu harga beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dari Sabang hingga Merauke. "Dari Sabang sampai Merauke, insya Allah Bulog akan bercita-cita meratakan satu harga beras SPHP dari Sabang sampai Merauke, harganya satu harga," kata Rizal dalam konferensi pers terkait perkembangan terkini penanganan bencana di wilayah Sumatera yang digelar di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Rizal juga menegaskan keberhasilan swasembada beras tersebut telah dideklarasikan langsung Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat pada Rabu (7/1/2026) sebagai tonggak penting kemandirian pangan nasional dari hasil produksi petani dalam negeri.
Keberhasilan swasembada beras tersebut terbukti dengan stok beras Bulog mencapai 4,5 juta ton pada Juli 2025. Selain itu, stok beras Bulog tercatat sebesar 3,35 juta ton pada Januari 2026 yang dinilai tetap aman untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional.
Kemudian, Bulog menargetkan penyerapan beras petani mencapai 4 juta ton sebagai langkah strategis memperkuat cadangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta membuka peluang ekspor.