Bulog Dorong Kebijakan Beras Satu Harga usai RI Swasembada

Bulog dorong kebijakan beras satu harga, mengingat Indonesia sudah mencapai swasembada pangan sepanjang tahun 2025. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa bulog akan terus mendorong pengelolaan satu harga beras dari Sabang hingga Merauke.

Bulog telah mencapai stok beras 4,5 juta ton pada Juli 2025, sebagai bukti kuatnya produksi dalam negeri dan efektivitas pengelolaan cadangan nasional. Penargetan penyerapan beras petani mencapai 4 juta ton diharapkan memperkuat cadangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta membuka peluang ekspor.

Selain itu, Bulog juga menyiapkan kebijakan pemerataan harga melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) agar harga beras terjangkau secara merata di seluruh wilayah. Konsep ini berharap dapat meniru keberhasilan kebijakan energi nasional, sehingga tidak ada lagi disparitas harga antarwilayah.

Bulog juga mengingatkan bahwa Pertamina memiliki konsep satu harga untuk semua wilayah dari Sabang hingga Merauke. Oleh karena itu, Bulog juga berharap dukungan seluruh masyarakat agar kebijakan satu harga menjadi legacy nasional, sekaligus memperkuat peran bulog sebagai penyangga stabilitas pangan Indonesia.

Beras SPHP dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp12.500 untuk zona 1; Rp13.100 untuk zona 2 dan Rp13.500 untuk zona 3, namun kebijakan ini akan berubah menjadi satu harga jika berhasil.
 
Gue senang banget dengerin kabar ini! πŸ™Œ Kebijakan satu harga beras pasti bagus banget untuk masyarakat Indonesia, terutama petani yang sering kesulitan menjual buah buluh mereka dengan harga yang lebih tinggi lagi dari harga pasar. Jika berhasil, nantinya kita bisa menikmati pasokan pangan yang lebih stabil dan tidak ada lagi masalah harga yang membuat orang miskin sulit membeli beras. Gue harap kebijakan ini bisa menjadi legacy nasional untuk Indonesia! πŸ’ͺ
 
Wah, ini kayaknya masalah pasir di pantai Banyuwangi yang jauh banget dari Jakarta, aku suka melihat pasir putih itu 😊. Sepertinya kalau ada konsep satu harga untuk beras, itu juga bisa membuat petani di Aceh lebih mudah untuk menjual hasil panen mereka. Tapi gimana caranya agar tidak terjadi kekurangan stok? Aku tahu aku sendiri yang suka berburu seekor ikan lele di pantai Selatan Sulawesi, itu seru banget πŸŸπŸŠβ€β™‚οΈ. Mungkin perlu ada kerja sama lebih baik antara Bulog dan nelayan seperti aku untuk menjamin pasokan beras yang cukup.
 
Pikiran saya adalah, gini ceritanya nih? Jika Indonesia sudah mencapai swasembada pangan, apa artinya kita punya cadangan yang cukup dan tidak lagi harus impor beras? Lalu mengapa kita harus terus mendorong kebijakan satu harga beras? Itu akan membuat banyak orang kesulitan, terutama mereka yang sudah jarang mendapatkan uang. Sementara itu, kalau harga menjadi tetap saja tinggi di zona 1, zona 2, dan zona 3, saya pikir itu tidak adil sama sekali πŸ€‘. Dan pertanyaannya, siapa yang akan menentukan harga beras ini? Kita harus lebih teliti dulu, sebelum merasa nyaman saja dengan satu harga aja πŸ˜’
 
Gue pikir kalau gini beras SPHP itu jadi benar banget, kalau kita punya satu harga untuk seluruh wilayah dari Sabang hingga Merauke sih. Maka nanti semua petani bisa berbagi hasilnya secara merata dan tidak ada lagi perbedaan harga antara zona 1, 2, atau 3. Yang penting adalah keuntungan bagi konsumen dan petani, lho! πŸ€‘πŸš
Gue juga setuju kalau Bulog sudah mencapai swasembada pangan, itu jadi bukti nyata bahwa kita bisa mengelola cadangan nasional dengan baik. Tapi, gue masih ragu-ragu kalau Pertamina punya konsep satu harga untuk semua wilayah sih. Maka nanti jika Pertamina dan Bulog bisa berdua sama-sama mendukung kebijakan satu harga itu, maka hasilnya jadi akan lebih baik lagi! 🀝
 
Ooiiii, kabar baik banget! 🀩 Bulog ini benar-benar pahlawan!πŸ™Œ Sudah mencapai swasembada pangan, kayaknya Indonesia sudah cukup aman dari krisis pangan. Dan konsep satu harga beras ini, itu geniusan Banget!!! πŸ˜‚ Jika berhasil, pasti semuanya akan lebih baik. Petani yang suka makan nasi putih aja, tapi harus berbelanja banyak karena ada perbedaan harga di setiap wilayah. Itu tidak adem banget! 🀯 Saya harap satu harga ini bisa membantu. Dan saya juga senang melihat Bulog dan Pertamina sama-sama berusaha membuat Indonesia lebih stabil dalam hal pangan. Ini akan membawa dampak yang positif banyak banget! πŸ‘
 
kak, gue pikir satu lagi program dari bulog yang bakal gagal, ini punya tujuan untuk memperkuat cadangan beras kita tapi siapa tahu apa kebijakan ini malah jadi semacam ketergantungan bagi petani, dan kalau petani tidak bisa bertahan maka cadangan itu bakal goyang. dan yang paling seru lagi, harga beras yang ditetapkan oleh bulog ini sama aja dengan harga eceran tertinggi di zona 1, siapa yang salah kalau ada zona lain yang harus berharganya lebih rendah?
 
Eh kira-kira nggak sih kalau beras ini bisa dijual dengan harga yang sama sepanjang tahun? Saya pikir itu kan ide yang bagus banget! Dulu aku dengerin temen-temen aku di desa nge-nya beras juga dijual dengan harga yang agak ketinggalan. Aku rasa kalau kita semua ngerjain sama, nggak akan ada lagi kesulitan petani dan orang-orang di wilayah-wilayah terpencil.

Dan aku tahu kalau Bulog sudah bisa mencapai 4 juta ton beras! Wah itu kayaknya bisa jadi cadangan yang cukup bagus. Saya harap program ini bisa segera diterapkan di seluruh wilayah, sehingga semua orang Indonesia bisa menikmati harga beras yang sama.
 
😊🌾 beras satu harga itu bagus sekali, kalau gini kita bisa mendinginkan harga beras di seluruh wilayah 🌑️. nanti petani juga tidak perlu khawatir tentang uang mereka lagi πŸ˜”. tapi apa yang salah dengan harga eceran tertinggi? πŸ˜•πŸ€‘ aku pikir itu kan sama aja seperti ada harga yang tinggi di satu tempat dan rendah di tempat lain πŸ€”. sepertinya Bulog harusnya bercoba untuk menggabungkan semua zona menjadi satu harga, sehingga tidak ada lagi disparitas harga πŸ”’.
 
Gue pikir kebijakan satu harga beras itu bakalan jadi sesuatu yang positif ya! Kita udah mencapai swasembada pangan, artinya kita sudah bisa memenuhi kebutuhan pangan kita sendiri. Maka dari itu, dengan kebijakan satu harga, petani gak akan dikecewakan karna mereka bakal bisa mendapatkan harga yang seragam.

Gue harap penargetan 4 juta ton beras untuk petani bakalan nyaman banget buat mereka. Karena kalau ada penyerapan seperti itu, nanti cadangan kita bakal lebih stabil dan gak perlu khawatir lagi kekayaan pangan yang kita miliki.

Aku juga senang lihat Bulog bakal bekerja sama dengan Pertamina ya! Mereka udah punya konsep satu harga untuk seluruh wilayah, jadi kalau mereka bekerja sama, nanti pasti akan membuat kebijakan satu harga ini lebih efektif.
 
heya, apa kabar ya? aku rasa konsep satu harga beras itu kayaknya tidak perlu banget. jadi siapa yang suka mau menerima harga tertinggi untuk beras? kalau mau lagi, tolong minta klarifikasi dulu sih, nanti gak bisa ngerti apa aja maksudnya. dan aku juga rasa ada yang salah ya, Pertamina udah punya konsep satu harga, tapi kenapa Bulog harus ikut? kayaknya jadi terlalu banyak kekhawatiran.
 
kembali
Top