Ketersediaan BBM di wilayah Sumatra setelah bencana terus menjadi salah satu masalah utama yang ditangani oleh PT Pertamina (Persero). Namun, menurut Arya Dwi Paramita, Corporate Secretary Pertamina, tidak ada keterbatasan stok, melainkan kondisi infrastruktur yang mempengaruhi jalur distribusi BBM.
Contohnya adalah permasalahan dengan jembatan darurat yang memiliki batasan beban. Sehingga, Pertamina harus menggunakan moda transportasi yang lebih ringan untuk penyaluran BBM. Selain itu, juga tidak selalu menggunakan truk tangki berkapasitas besar untuk distribusi BBM, melainkan memanfaatkan tangki berwarna putih menyerupai tandon air berukuran besar.
Pertamina juga mengakui bahwa masih terdapat beberapa SPBU yang belum beroperasi penuh di beberapa tempat di Aceh. Hal ini terjadi karena keterbatasan akses menuju lokasi SPBU tersebut. Sebelumnya, kondisi penyaluran BBM di wilayah Aceh sudah mulai membaik dengan sekitar 97% dari total 156 SPBU telah beroperasi.
Sekalipun begitu, masih ada beberapa pertanyaan yang muncul tentang bagaimana kondisi infrastruktur dapat diperbaiki agar penyaluran BBM dapat berjalan lebih lancar.
Contohnya adalah permasalahan dengan jembatan darurat yang memiliki batasan beban. Sehingga, Pertamina harus menggunakan moda transportasi yang lebih ringan untuk penyaluran BBM. Selain itu, juga tidak selalu menggunakan truk tangki berkapasitas besar untuk distribusi BBM, melainkan memanfaatkan tangki berwarna putih menyerupai tandon air berukuran besar.
Pertamina juga mengakui bahwa masih terdapat beberapa SPBU yang belum beroperasi penuh di beberapa tempat di Aceh. Hal ini terjadi karena keterbatasan akses menuju lokasi SPBU tersebut. Sebelumnya, kondisi penyaluran BBM di wilayah Aceh sudah mulai membaik dengan sekitar 97% dari total 156 SPBU telah beroperasi.
Sekalipun begitu, masih ada beberapa pertanyaan yang muncul tentang bagaimana kondisi infrastruktur dapat diperbaiki agar penyaluran BBM dapat berjalan lebih lancar.