Bukan Soal Alat Tulis! Polisi Ungkap Fakta Alasan di Balik Bocah SD Bunuh Diri di NTT

Pemberian Nasihat yang Tersinggung: Alasannya Belum Jelaskan

Bisikan Orang Tua, Aku Merasa Tersinggung.

Di balik peristiwa tragis anak berinisial YRB (10) di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sebelumnya ramai diperbincangkan publik, ternyata ada faktor psikologis yang menimbulkan nasib buruk itu. Kapolres Ngada, Ajun Komisaris Besar Polisi Andrey Valentino menjelaskan bahwa peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan permintaan alat tulis.

"Kita dapat menyimpulkan bahwa ini memang murni dari niatan si korban itu sendiri untuk mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu," ujarnya. Namun, hal ini tidak berarti karena kekerasan atau tekanan dari orang lain, tetapi sebaliknya dari tekanan psikologis yang dialami oleh korban.

Ia menyebutkan bahwa sering dinasihati oleh orang tuanya adalah faktor utama yang memicu nasib buruk itu. "Mungkin yang namanya orang tua memberikan nasihat, penerimaan anaknya mungkin merasa tersinggung atau bagaimana," kata dia.

Selain itu, Valentino juga menyebutkan bahwa keluarga korban memiliki latar belakang kompleks. Selain kondisi ekonomi yang memprihatinkan, situasi keluarga korban juga disebut tidak utuh. Korban diketahui tinggal bersama neneknya, sementara ibunya sudah tidak lagi bersama dengan ayah biologis korban sejak masa kehamilan.

"Maksudnya, ini kan anak dari suami ketiga. Selama dalam kandungan pun ayahnya tidak pernah ada. Begitulah persoalan dan permasalahan rumah tangga serta kehidupan seseorang dan keluarga, berbeda-beda ya," ujar dia.

Dalam kesimpulan, polisi menyimpulkan bahwa tindakan mengakhiri hidup tersebut dilakukan atas kehendak korban sendiri. Namun, perlu diingat bahwa peristiwa ini masih terjadi dan perlu dipelajari dengan lebih lanjut untuk mencegah hal yang sama terjadi pada anak-anak lain di masa depan.
 
aku pikir ini suatu fenomena yang sangat berat bagi keluarga korban, apalagi karena kekerasan psikologis yang diterima oleh anak itu, padahal anak itulah yang paling butuh kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. tapi mungkin saja, karena situasi keluarga yang kompleks, mereka tidak bisa memberikan kasih sayang yang tepat dan menyelamatkan anaknya dari kehidupan yang buruk. aku rasa ini suatu pelajaran berharga bagi kita semua untuk lebih menghargai peran penting orang tua dalam menghadapi anak-anaknya, terutama saat mereka sedang melalui kesulitan. kita harus selalu siap membantu dan mendukung keluarga-keluarga yang berjuang demi kebahagiaan anak-anaknya 🤕
 
aku pikir ini kan masalah psikologis yang paling serius banget 🤔, si korban udah mengalami tekanan dari orang tuanya dan juga latar belakang keluarganya sendiri, tapi apa yang bisa dilakukan polisi? 🤷‍♂️ selain itu, aku rasa kebiasaan memberikan nasihat yang terlalu serius pada anak-anak harus diubah, karena mereka mungkin tidak memahami apa yang dikatakan orang tuanya 😊. dan si kapolres udah bilang bahwa korban sendiri yang memutuskan untuk melakukan hal itu, tapi aku pikir ada kepentingan lain yang lebih serius yang perlu dibicarakan 🤑.
 
Aku pikir kalau dia bilang peristiwa itu memang karena tekanan psikologis, tapi sebenarnya aku rasa aku tidak benar-benar percaya apa yang dia katakan. Karena si korban itu masih kecil, aku pikir ada banyak hal yang kita tidak tahu tentang baginya. Dan kalau keluarga korban memiliki latar belakang kompleks, bukannya itu berarti ada yang salah dengan cara orang tuanya? Aku rasa kalau dia bilang perlu dipelajari lebih lanjut untuk mencegah hal yang sama terjadi pada anak-anak lain di masa depan, tapi aku juga pikir kita harus lebih banyak mengetahui tentang bagaimana cara menyembuhkan masalah psikologis. Karena kalau gak ada solusi, kayaknya kita jadi tidak bisa menghilangkan risiko hal yang sama terjadi lagi.
 
aku pikir ini kalau tidak dibicarakan di media, korban gini aja kena lupa. tapi kalau ada orang tua yang sering berbicara dengan anaknya dan akhirnya anak itu rasanya terluka, itu bukan cara baik untuk mengatasi masalah. aku rasa lebih baik jika mereka bicara secara langsung tanpa harus memaksa kecil-kecilan, ya?

ini kalau tidak ada solusi untuk permasalahan keluarga, mungkin anak-anak di masa depan akan jadi lebih banyak yang rasanya terluka dan gila. aku rasa kita perlu banget memberikan edukasi tentang bagaimana cara mengatasi masalah dengan baik, ya?

nah, aku pikir ini kalau ada saran dari orang tua yang tidak tepat, tapi kalau ada saran dari profesional yang tepat, itu lebih berarti, ya?
 
Aku pikir kayaknya ada banyak hal yang bisa dibicarakan dari kasus ini... kalau bukan dari segi nasihat yang diberikan oleh orang tua, tapi dari segi bagaimana kita bisa lebih baik dalam memberikan saran atau nasihat kepada anak-anak kita. Aku tahu aku sendiri sering kali terasa lelah ketika harus memberikan nasihat kepada teman-temanku, karena aku merasa aku tidak punya jawaban yang tepat. Tapi aku pikir itu bagus sekali! Karena aku belajar bahwa aku harus lebih banyak berbicara dan mendengarkan dari anak-anakku sendiri.

Aku juga pikir perlu kita refleksikan tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus ini... tidak hanya karena tekanan psikologis, tapi juga karena situasi keluarga yang kompleks. Aku tahu aku sendiri memiliki keluarga yang sangat mendukung dan aku merasa sangat beruntung... tapi aku juga pikir itu bagus sekali! Karena aku bisa belajar dari orang-orang lain dan menjadi lebih baik dalam menangani situasi yang sulit.

Tapi apa yang paling aku ingat dari kasus ini adalah pentingnya kita memastikan bahwa anak-anak kita merasa didukung dan dihargai... tidak hanya dengan nasihat atau saran, tapi juga dengan tindakan nyata. Karena itu saja yang bisa membuat perbedaan besar dalam kehidupan mereka... 🤔💖
 
kembali
Top