Bukan Sekadar Kosmetik! Perawatan Kulit Perlu Dianggap Sebagai Intervensi Medis, Kenapa?

Perawatan kulit tidak hanya sekedar kecantikan, melainkan menjadi bagian dari praktik medis yang membutuhkan evaluasi profesional. Dermatolog menegaskan bahwa kondisi seperti jerawat kronis, hiperpigmentasi, dan penuaan dini memerlukan pendekatan berbasis diagnosis, bukan sekadar trial and error produk.

Dalam perkembangan industri estetika medis Indonesia, distribusi produk perawatan kulit profesional mulai diarahkan sepenuhnya melalui jalur klinik dan resep dokter. Model ini bertujuan memastikan setiap perawatan disesuaikan dengan kondisi kulit pasien dan dipantau secara berkala.

Salah satu brand dermatologis global yang telah berpengalaman lebih dari 35 tahun kini kembali hadir di Indonesia dengan pendekatan tersebut. Penggunaannya dilakukan melalui protokol dermatologi yang mencakup evaluasi kulit, pemilihan rangkaian produk, serta penyesuaian konsentrasi bahan aktif.

Vice President of idsMED Aesthetics, Andy Rahardja, menilai edukasi berkelanjutan menjadi kunci dalam membangun praktik estetika medis yang bertanggung jawab. "Hingga saat ini, idsMED Aesthetics telah menjangkau lebih dari 3000+ klinik di seluruh Indonesia, membangun jaringan medis yang kuat dan berkelanjutan," ujarnya.

Head of Aesthetics idsMED, Marisa Theresia, menambahkan bahwa peran klinik dan dokter menjadi krusial dalam menjaga keamanan perawatan kulit jangka panjang. "idsMED Aesthetics Excellence Appreciation Award Gala 2025 merupakan agenda tahunan kami untuk memberikan apresiasi kepada seluruh mitra klinik yang telah tumbuh dan berproses bersama idsMED," pungkasnya.

Dalam perspektif global, praktik dermatologi yang berbasis edukasi dan kolaborasi medis dinilai mampu meningkatkan kualitas perawatan pasien. President of Asia Pacific Region Obagi Medical, Chris Driver, menyampaikan pandangannya terkait kolaborasi lintas negara dalam penguatan standar dermatologi.

"Kita bangga untuk menjadi mitra idsMED Aesthetics sebagai distributor baru kami di Indonesia. idsMED's jaringan medis yang kuat, komitmen terhadap edukasi, dan visi jangka panjang memanggil sempurnanya dengan misi Obagi," ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, perawatan kulit telah menjadi bagian dari kesadaran kesehatan yang meningkat di Indonesia. Dengan pendekatan profesional dan edukasi berkelanjutan, kita dapat meningkatkan kualitas perawatan kulit dan memberikan hasil yang lebih baik bagi pasien.
 
Kalau sih perawatan kulit nggak cuma tentang cantik aja, tapi juga tentang kesehatan ya? Seperti jerawat kronis atau hiperpigmentasi, itu membutuhkan penanganan yang profesional, bukan sekedar mencoba produk apa aja. Saya liat konsep ini di Indonesia mulai berkembang, dimana ada jalur klinik dan resep dokter yang pastinya lebih baik dari cara beli-beli produk perawatan kulit aja. Lihatlah brand global seperti Obagi yang sudah lama berpengalaman, mereka punya protokol dermatologi yang bagus dan edukasi yang baik. Saya rasa ini penting banget, klinik dan dokter harus menjadi bagian dari sistem perawatan kulit yang baik ya!
 
Gue pikir kalau kita terlalu fokus pada konsumsi produk perawatan kulit, kita lupa bahwa itu harus dikelola dengan bijak. Kita tidak boleh hanya membeli sembarangan produk tanpa tahu efeknya sama-sama baik untuk kulit kita. Gue punya ide, apa kalau kita mulai edukasi tentang bagaimana cara merawat kulit yang benar? Jika kita mengerti dengan baik bagaimana kulit kita bekerja, maka kita bisa memilih produk yang tepat dan menghindari kerusakan jangka panjang. Gue rasa itu kunci, bukan sekadar beli produk yang trending 😊
 
Pokoknya kalau produk kulit lagi banyak banget aja, tapi gini-sini apa sebenarnya itu? Mereka bilang ada dokter yang nanya, lalu ada produk yang sesuai dengan kondisi kulit itu. Jadi kok kita harus punya dokter ya, bukan kayaknya beli produk siap pakai saja 🤔
 
Gue pikir kalau praktik medis perawatan kulit kayak ini nanti gak hanya sekedar tentang rasa cantik aja, tapi juga tentang keselamatan dan keamanan pasien ya... karena ada banyak produk di pasaran yang gak aman digunakan oleh dokter aja... dan kalau pasien itu masih nggak pernah sebelumnya, mungkin mereka nggak tahu apa-apa kan? 🤔 jadi harus ada edukasi yang baik dari dokter tentang produk apa yang bisa digunakan dan bagaimana cara menggunakan.
 
Maksudnya kalau penggunaan produk perawatan kulit profesional itu enak banget ya! tapi nggak semua dokter profesional bisa diandalkan, kan? aku suka dengar bahwa penggunaan produk perawatan kulit profesional membutuhkan evaluasi profesional dan pendekatan berbasis diagnosis... tapi aku juga penasaran mengenai efektivitasnya, karena aku punya teman yang pernah mencoba produk perawatan kulit di klinik dan hasilnya tidak terlalu baik. tapi mungkin itu hanya kekurangan seseorang? 🤔
 
Perlu diingat bahwa perawatan kulit tidak hanya sekedar tentang kecantikan, tapi juga tentang menjaga kesehatan kulit kita secara keseluruhan. Misalnya, jerawat kronis memang membutuhkan pendekatan yang lebih profesional dan tidak bisa dilepaskan dengan hanya mencoba produk apa pun. Dulu aku pernah mencoba berbagai produk dan cara untuk mengobati jerawat, tapi ternyata semuanya tidak berhasil karena belum ada evaluasi yang tepat terhadap kondisi kulit saya.

Dalam beberapa tahun terakhir, aku melihat adanya distribusi produk perawatan kulit profesional lebih banyak di Indonesia. Dan itu memang benar-benar positif! Dengan adanya pendekatan berbasis diagnosis dan edukasi, kita dapat meningkatkan kualitas perawatan kulit dan memberikan hasil yang lebih baik bagi pasien. Aku yakin bahwa dengan peningkatan kesadaran akan pentingnya edukasi dalam praktik estetika medis, kita dapat mencapai tujuan ini.

Saya juga sangat menghargai komitmen idsMED Aesthetics dalam pendidikan berkelanjutan dan pengembangan praktik dermatologi yang bertanggung jawab. Mereka benar-benar membangun jaringan medis yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia, dan itu memang patut dihargai!
 
kembali
Top