Perut buncit bukan hanya karena makan nasi, melainkan pola hidup dan kebiasaan sehari-hari yang kurang sehat. Ahli nutrisi Tammy Lakatos Shames dan Lyssie Lakatos dari The Nutrition Twins menyatakan bahwa ada beberapa kebiasaan tertentu yang dapat memicu penumpukan lemak di area perut.
Pertama, makan terlalu dekat dengan waktu tidur. Idealnya, makanan terakhir dikonsumsi setidaknya tiga jam sebelum tidur untuk memungkinkan tubuh fokus pada pemulihan dan perbaikan sel saat tidur. Jika proses pencernaan masih berlangsung, tubuh menyimpan kalori yang tidak terpakai sebagai lemak, terutama di area perut.
Kedua, konsumsi minuman berkalori saat malam hari, termasuk susu. Susu hangat sebelum tidur karena kandungan triptofan yang membantu relaksasi, namun kalori tambahan dari susu dapat berkontribusi pada bertambahnya lingkar pinggang.
Ketiga, asupan gula yang berlebihan. Minuman manis kemasan mudah ditemui dalam keseharian, dengan kandungan gula yang bisa mencapai sekitar 25 gram per sajian. Asupan gula tinggi dengan nilai gizi minim membuat kalori berlebih cepat menumpuk menjadi lemak, khususnya di perut.
Menghindari kebiasaan-kebiasaan tersebut, disertai aktivitas fisik rutin, menjadi langkah awal untuk menjaga lingkar perut tetap sehat.
Pertama, makan terlalu dekat dengan waktu tidur. Idealnya, makanan terakhir dikonsumsi setidaknya tiga jam sebelum tidur untuk memungkinkan tubuh fokus pada pemulihan dan perbaikan sel saat tidur. Jika proses pencernaan masih berlangsung, tubuh menyimpan kalori yang tidak terpakai sebagai lemak, terutama di area perut.
Kedua, konsumsi minuman berkalori saat malam hari, termasuk susu. Susu hangat sebelum tidur karena kandungan triptofan yang membantu relaksasi, namun kalori tambahan dari susu dapat berkontribusi pada bertambahnya lingkar pinggang.
Ketiga, asupan gula yang berlebihan. Minuman manis kemasan mudah ditemui dalam keseharian, dengan kandungan gula yang bisa mencapai sekitar 25 gram per sajian. Asupan gula tinggi dengan nilai gizi minim membuat kalori berlebih cepat menumpuk menjadi lemak, khususnya di perut.
Menghindari kebiasaan-kebiasaan tersebut, disertai aktivitas fisik rutin, menjadi langkah awal untuk menjaga lingkar perut tetap sehat.