BTN Mencanangkan Peningkatan Produksi Rumah Rendah Emisi Hingga 150.000 Unit di 2029, Target Jika Dampak Lingkungan Lebih Baik
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) telah mencanangkan target untuk memproduksi sebanyak 150.000 unit rumah rendah emisi (RRE) hingga tahun 2029. Direktur Manajemen Risiko BTN Setiyo Wibowo menyatakan bahwa target ini merupakan bagian dari roadmap perumahan emisi rendah yang dicanangkan bank.
Menurutnya, total jumlah RRE yang akan dibangun BTN bisa mencapai 200.000 unit pada tahun 2030. Program pembangunan ini telah berjalan sejak kuartal IV-2024 dan telah menyelesaikan sebanyak 11.412 unit RRE di tahun 2025.
"Jadi sampai 2029 harapannya kita mau membangun 150 ribu unit rumah rendah emisi. Sampai 2030 kita expect 200 ribu unit rumah rendah emisi," kata Setiyo saat media briefing di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi Utara.
Banyak material yang dibutuhkan untuk memproduksi RRE seperti material bangunan yang ramah lingkungan dan teknologi canggih. RRE sendiri memiliki kelebihan efisiensi energi, efisiensi air, pengolahan sampah, dan pengurangan sampah.
Dalam beberapa tahun terakhir, BTN telah membiayai pembangunan sebanyak 11.412 unit RRE di tahun 2025, yang setara dengan menanam 2.627 pohon atau mengurangi 157,6 ton CO2.
"Kita sudah menyelesaikan 11 ribu unit rumah atau equal dengan kita nanam 2.627 pohon per tahun. Anda bayangin lumayan, at least bisnisnya jalan tapi seimbang juga dengan keberlanjutan lingkungan," terang Setiyo.
Rata-rata pembiayaan RRE di BTN saat ini berjumlah Rp200 juta per unit dan total portofolio RRE di BTN sekitar Rp2,28 triliun.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) telah mencanangkan target untuk memproduksi sebanyak 150.000 unit rumah rendah emisi (RRE) hingga tahun 2029. Direktur Manajemen Risiko BTN Setiyo Wibowo menyatakan bahwa target ini merupakan bagian dari roadmap perumahan emisi rendah yang dicanangkan bank.
Menurutnya, total jumlah RRE yang akan dibangun BTN bisa mencapai 200.000 unit pada tahun 2030. Program pembangunan ini telah berjalan sejak kuartal IV-2024 dan telah menyelesaikan sebanyak 11.412 unit RRE di tahun 2025.
"Jadi sampai 2029 harapannya kita mau membangun 150 ribu unit rumah rendah emisi. Sampai 2030 kita expect 200 ribu unit rumah rendah emisi," kata Setiyo saat media briefing di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi Utara.
Banyak material yang dibutuhkan untuk memproduksi RRE seperti material bangunan yang ramah lingkungan dan teknologi canggih. RRE sendiri memiliki kelebihan efisiensi energi, efisiensi air, pengolahan sampah, dan pengurangan sampah.
Dalam beberapa tahun terakhir, BTN telah membiayai pembangunan sebanyak 11.412 unit RRE di tahun 2025, yang setara dengan menanam 2.627 pohon atau mengurangi 157,6 ton CO2.
"Kita sudah menyelesaikan 11 ribu unit rumah atau equal dengan kita nanam 2.627 pohon per tahun. Anda bayangin lumayan, at least bisnisnya jalan tapi seimbang juga dengan keberlanjutan lingkungan," terang Setiyo.
Rata-rata pembiayaan RRE di BTN saat ini berjumlah Rp200 juta per unit dan total portofolio RRE di BTN sekitar Rp2,28 triliun.