Tantangan transformasi industri manufaktur tidak hanya terkait peningkatan produktivitas, melainkan juga dengan permasalahan lingkungan, ketergantungan bahan baku, serta limbah dan inefisiensi sumber daya. Oleh karena itu, transformasi industri harus diarahkan dari sistem linear menuju sistem manufaktur berkelanjutan.
Perubahan mendasar pada struktur input-output terjadi saat industri shift menuju manufaktur yang lebih berkelanjutan. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai dapat dimanfaatkan kembali sebagai input sekunder, sehingga meminimalkan limbah dan meningkatkan efisiensi sumber daya.
BRIN melalui Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan terus mengembangkan pendekatan analitis yang mendukung perumusan kebijakan industri hijau. Hasil kajian BRIN menggunakan metode Environmentally Extended Input-Output (EEIO), yang memungkinkan analisis dampak ekonomi dan lingkungan dilakukan secara simultan.
Dengan model EEIO, dapat diprediksi hubungan antara peningkatan permintaan akhir dengan pertumbuhan output industri dan emisi karbon. Pendekatan ini membantu dalam membuat kebijakan yang lebih efektif untuk mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi industri manufaktur.
Perubahan mendasar pada struktur input-output terjadi saat industri shift menuju manufaktur yang lebih berkelanjutan. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai dapat dimanfaatkan kembali sebagai input sekunder, sehingga meminimalkan limbah dan meningkatkan efisiensi sumber daya.
BRIN melalui Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan terus mengembangkan pendekatan analitis yang mendukung perumusan kebijakan industri hijau. Hasil kajian BRIN menggunakan metode Environmentally Extended Input-Output (EEIO), yang memungkinkan analisis dampak ekonomi dan lingkungan dilakukan secara simultan.
Dengan model EEIO, dapat diprediksi hubungan antara peningkatan permintaan akhir dengan pertumbuhan output industri dan emisi karbon. Pendekatan ini membantu dalam membuat kebijakan yang lebih efektif untuk mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi industri manufaktur.