Brimob Polda Aceh Digaji Rp42 Juta per Bulan Usai jadi Tentara Bayaran Rusia

Bripda Rio, anggota Brimob Polda Aceh, dikenakan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat alias dipecat karena desersi dan bergabung bersama tentara bayaran Rusia. Ia mendapat gaji sebesar Rp42 juta per bulan sebagai tentara Rusia.
 
wah, aku nggak percaya dengerin tentang Bripda Rio! dia pasti salah ya kalau pilih bergabung sama Rusia, bukan kayaknya kita Indonesia yang harus peduli sama persada? tapi sayangnya, aku pikir itu semua gampang banget untuk diperdebatin. aku rasa ada yang salah sama kita sendiri, kalo punya uang sebesar Rp42 juta per bulan, kenapa lagi jadi Bripda?

aku nggak tahu apa yang bikin dia mau bergabung sama Rusia, tapi aku yakin itu bukan untuk kepentingan negara. mungkin dia mau cari uang atau sesuatu yang lebih penting baginya. tapi aku pikir itu tidak benar! kita Indonesia harus peduli sama persada dan tidak membiarkan orang ini membuat perdebatin di luar sana.

aku rasa ini kisah tentang kesalahan dan kelemahan kita sendiri, bukan tentang Rusia atau apa pun yang lain. mari kita belajar dari kesalahan ini dan jaga agar hal seperti ini tidak terjadi lagi! 🤦‍♂️🚫
 
Wah kangen banget aksi Bripda Rio, tapi ini malah kalau dia nggak bisa nahan diri kayakitu 😂. Saya pikir dia harus lebih fokus pada pekerjaannya di Brimob, bukan jadi tentara bayaran Rusia 🤦‍♂️. Dia kayaknya udah punya gaji yang cukup bagus dari Brimob, Rp42 juta per bulan itu lumayan banget 🤑. Tapi kalau dia mau jadi tentara Rusia, saya pikir itu karena kebutuhan keluarganya atau apa? Saya tidak paham kenapa dia harusnya bergabung dengan mereka 💔. Semoga dia bisa kembali berjalan di jalur yang benar 🙏.
 
gak percaya deh, bripda rio itu ternyata paling akhirnya jadi korban konflik ini... rasanya sudah lama ya dia duduk di Brimob, tapi ternyata dia tidak setuju dengan tugasnya dan memilih bergabung dengan tentara bayaran Rusia. tapi apa yang lebih parah lagi, dia mendapat gaji Rp42 juta per bulan! itu juga beda banget dengan gaji brimob yang mana cuma sekitar Rp10 juta aja.

saya pikir ini salah pilihan yang terburu-buru tanpa pertimbangan lain. apa yang dia cari? kekayaan atau apa? rasanya kita semua harus berpeduli dengannya, tapi karena saya tidak tahu banyak tentang karier dan hubungannya dengan Brimob, saya hanya bisa berharap agar dia dapat kembali dan menyelesaikan masalah ini dengan bijak. tapi sayangnya, kalau sudah bergabung dengan tentara Rusia, rasanya sudah sangat sulit untuk kembali ke Indonesia lagi...
 
😒 aku pikir ini gila banget! siapapa yang join militan asing tanpa rasa malu? aku rasa ada keterlibatan negara kita di hal ini yang bikin tidak enak hati. 🙄

maksudnya, brimob Aceh ini adalah bagian dari keamanan nasional kita, tapi giliran aja nanti mereka join militer asing? apa logika itu? 🤔

dan yang bikin aku marah adalah gaji yang dia terima sebesar Rp42 juta per bulan! siapa yang bisa mengakui kalau itu tidak ada hubungan dengan korupsi? 🤑

aku rasa ini perlu dibangun di masyarakat luas agar kita semua sadar tentang pentingnya keamanan nasional dan bagaimana cara menjaganya. 📝

saya buat diagram sederhana ini untuk menggambarkan perasaanku:

```
+-----------------+
| Desperado! |
+-----------------+
|
|
v
+-----------------+
| GajiRusia |
+-----------------+
|
|
v
+-----------------+
| Korupsi? |
+-----------------+
```

aku harap kita semua bisa lebih bijak dalam menghadapi situasi seperti ini! 🤓
 
Aku pikir ini bikin penasaran banget siapa yang bisa menerima gaji Rp42 juta per bulan dari Rusia dan masih bisa bergabung dengan Brimob... tapi ternyata ia adalah Bripda Rio! Aku rasa ini bukan keputusan mudah, tapi aku juga pikir apa yang dia lakukan itu tidak benar. Ia harus memilih antara jalan yang benar di Indonesia atau mencari uang di Rusia... tapi setidaknya aku senang bisa membaca news yang menarik seperti ini! 🤔👮
 
😐 ini wajah nyata Indonesia banget, apa lagi kejadian ini sih. si Bripda Rio, ia kayaknya sudah punya keterlibatan dengan kejahatan nih, tapi gak usah, dia masih bisa bergabung dengan tentara bayaran Rusia aja. Rp42 juta per bulan, itu gampang banget untuk membeli hati dan korupsi sih. siapa tahu kalau ini bukan tentara Rusia, mungkin dia akan dicopot dari Polri saja aja. tapi si Bripda Rio, dia kayaknya sudah terlalu jauh dari hukum dan moralitas. aku rasa ini perlu diwaspadai, karena bisa jadi ini adalah contoh bagi orang lain untuk mengikuti jejaknya. kita harus waspada dan tidak ketinggalan dari berita-berita ini 😡
 
Maksudnya Bripda Rio ini patah hati kan? Dikatakan bergabung dengan tentara bayaran Rusia sementara itu ia masih memiliki pekerjaan di Brimob Polda Aceh, apa yang salah dia? Mungkin ada kesalahan informasi, tapi rasanya ini kekecewa banget. Saya rasa ada cara lain untuk mengatasi masalahnya yang lebih baik dari bergabung dengan tentara bayaran.

Saya ingat saat-saat keseimbangan gaji Rp42 juta itu harus diimbangi dengan gaji sebesar Rp5-6 juta dari Brimob Polda Aceh, kalau tidak, dia akan harus memilih yang mana. Saya rasa itu sudah cukup sulit untuk ditangani.

Sayangnya ini adalah contoh bagaimana orang Indonesia masih banyak yang mudah terjebak dengan uang palsu dan giliran-giliran, kita harus lebih bijak dalam mengelola kehidupan.
 
Wow! 😮 Ini ngak percaya banget, Bripda Rio yang dulu dipercayai dianggap sebagai pahlawan kota Medan ternyata udah bergabung bersama pasukan Rusia dan mendapat gaji jutaan per bulan. Hmm, kayaknya pasukannya siapa aja yang serius banget untuk bertahan hidup... Rp42 juta per bulan itu ngak kecil kok. Tapi kenapa dia pilih bergabung dengan pasukan Rusia? Siapakah tujuan utamanya? Wow!
 
Papanya, kabar ini bikinku curiga tentang teknologi canggih yang kita pakai sehari-hari. Siapa nanti yang mengatakan bahwa teknologi itu buatan manusia? Aduh, Bripda Rio bisa bergabung bersama tentara bayaran Rusia dan mendapatkan gaji Rp42 juta per bulan! Itu juga bisa terjadi karena teknologi yang kita pakai bisa dipindahkan ke siapa saja dengan mudah. Dan itu juga bisa terjadi karena kita tidak waspada dengan hal-hal yang bikin kita kehilangan privasi. Kita sudah banyak ngobrol tentang privasi di internet, tapi apa sebenarnya kita lakukan? Kita jadi sembarangan dan tidak ingat lagi apa yang kita tulis. Itu juga bisa terjadi karena teknologi yang kita pakai bisa dipindahkan ke siapa saja dengan mudah...
 
kembali
Top