Tahun 2025, ekonomi Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan kuat. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai 5,11 persen secara kumulatif, meningkat dari peningkatan sebelumnya.
Kontribusi utama pada pertumbuhan ekonomi ini adalah konsumsi rumah tangga, yang menjadi sumber daya utama bagi perekonomian nasional. Kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 2,62 persen dan merupakan penopang utama bagi perekonomian. Peningkatan konsumsi rumah tangga ini disebabkan oleh daya beli masyarakat yang masih kuat.
Selain itu, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun. Kontribusi PMTB mencapai 1,58 persen dari total pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, komponen lain seperti konsumsi pemerintah, net ekspor, dan komponen lainnya memberikan kontribusi yang lebih terbatas terhadap pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun. Namun, seluruh komponen pengeluaran tetap menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang 2025.
Dari sisi lapangan usaha, sebagian besar sektor ekonomi mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2025. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian nasional adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan.
Industri pengolahan menunjukkan pertumbuhan 5,30 persen sepanjang tahun 2025, didorong oleh peningkatan permintaan domestik dan luar negeri. Sementara itu, sektor perdagangan tumbuh 5,49 persen, didorong oleh peningkatan pasokan barang domestik dan impor untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan korporasi.
Pertanian menunjukkan pertumbuhan 5,33 persen sepanjang tahun 2025, didukung oleh peningkatan produksi tanaman pangan, khususnya padi dan jagung.
Kontribusi utama pada pertumbuhan ekonomi ini adalah konsumsi rumah tangga, yang menjadi sumber daya utama bagi perekonomian nasional. Kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 2,62 persen dan merupakan penopang utama bagi perekonomian. Peningkatan konsumsi rumah tangga ini disebabkan oleh daya beli masyarakat yang masih kuat.
Selain itu, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun. Kontribusi PMTB mencapai 1,58 persen dari total pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, komponen lain seperti konsumsi pemerintah, net ekspor, dan komponen lainnya memberikan kontribusi yang lebih terbatas terhadap pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun. Namun, seluruh komponen pengeluaran tetap menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang 2025.
Dari sisi lapangan usaha, sebagian besar sektor ekonomi mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2025. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian nasional adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan.
Industri pengolahan menunjukkan pertumbuhan 5,30 persen sepanjang tahun 2025, didorong oleh peningkatan permintaan domestik dan luar negeri. Sementara itu, sektor perdagangan tumbuh 5,49 persen, didorong oleh peningkatan pasokan barang domestik dan impor untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan korporasi.
Pertanian menunjukkan pertumbuhan 5,33 persen sepanjang tahun 2025, didukung oleh peningkatan produksi tanaman pangan, khususnya padi dan jagung.