Puluhan juta wisman datang ke Indonesia pada tahun 2025, menurut BPS. Pudji Ismartini, deputi bidang statistik dan distribusi di BPS, mengatakan bahwa total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari-November 2025 mencapai 13,99 juta kunjungan, yang merupakan peningkatan sebesar 10,43 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2024.
Kunjungan wisman melalui pintu masuk utama pada November 2025 mencapai 1.017.341 kunjungan, sementara kunjungan wisman melalui pintu masuk perbatasan mencapai 181.666 kunjungan. Jika dilihat secara bulanan, jumlah kunjungan wisman pada November 2025 hanya mencapai 1,2 juta kunjungan, yang merupakan penurunan sebesar 11,12 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2024.
Namun, jika dilihat secara tahunan, jumlah kunjungan wisman pada tahun 2025 naik sebesar 9,79 persen. Menurut Pudji, wisatawan dari Malaysia, Australia, dan Singapura merupakan wisatawan paling banyak di Indonesia, dengan peningkatan sebesar 17,4 persen; 13,5 persen; dan 10,5 persen, masing-masing.
Penurunan kunjungan wisman dari Malaysia dan Australia pada November 2025 dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan kondisi ekonomi atau peristiwa-peristiwa penting di luar negeri. Namun, peningkatan kunjungan wisman dari Singapura menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi untuk menjadi tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan dari Asia Tenggara.
Sementara itu, kunjungan wisman melalui Bandar Udara Ngurah Rai didominasi oleh wisatawan Australia. Penurunan jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai secara bulanan dapat disebabkan oleh penurunan wisman yang berasal dari Australia, India, dan Tiongkok.
Kunjungan wisman melalui pintu masuk utama pada November 2025 mencapai 1.017.341 kunjungan, sementara kunjungan wisman melalui pintu masuk perbatasan mencapai 181.666 kunjungan. Jika dilihat secara bulanan, jumlah kunjungan wisman pada November 2025 hanya mencapai 1,2 juta kunjungan, yang merupakan penurunan sebesar 11,12 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2024.
Namun, jika dilihat secara tahunan, jumlah kunjungan wisman pada tahun 2025 naik sebesar 9,79 persen. Menurut Pudji, wisatawan dari Malaysia, Australia, dan Singapura merupakan wisatawan paling banyak di Indonesia, dengan peningkatan sebesar 17,4 persen; 13,5 persen; dan 10,5 persen, masing-masing.
Penurunan kunjungan wisman dari Malaysia dan Australia pada November 2025 dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan kondisi ekonomi atau peristiwa-peristiwa penting di luar negeri. Namun, peningkatan kunjungan wisman dari Singapura menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi untuk menjadi tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan dari Asia Tenggara.
Sementara itu, kunjungan wisman melalui Bandar Udara Ngurah Rai didominasi oleh wisatawan Australia. Penurunan jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai secara bulanan dapat disebabkan oleh penurunan wisman yang berasal dari Australia, India, dan Tiongkok.