Kemiskinan di Indonesia Terus Meningkat, Tapi Ketimpangan Nasional Turun
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemiskinan di Indonesia terus meningkat pada September 2025. Namun, ada perbedaan signifikan antara tingkat kemiskinan di wilayah perkotaan dan pedesaan.
Data yang diterbitkan oleh BPS menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan nasional mencapai 8,25 persen dengan jumlah penduduk miskin sebesar 23,36 juta orang. Meski demikian, tingkat kemiskinan di wilayah perkotaan masih lebih rendah dibandingkan pedesaan, yaitu 6,60 persen versus 10,72 persen.
Tapi apa yang paling berita baik adalah ketimpangan nasional turun menjadi 0,363 pada September 2025. Data ini menunjukkan bahwa penurunan ketimpangan pengeluaran nasional secara signifikan, bahkan lebih rendah dibandingkan dengan Maret 2025.
Sementara itu, Gini Ratio di perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan perdesaan, yaitu 0,383 versus 0,295. Ini menunjukkan bahwa ketimpangan pengeluaran masih ada di wilayah perkotaan, meski telah turun secara signifikan.
Penurunan ketimpangan nasional ini dapat berarti bahwa upaya pemerintah untuk mengurangi kemiskinan dan penyebarannya telah sukses. Namun, perlu diperhatikan bahwa ketimpangan pengeluaran masih ada di wilayah perkotaan, sehingga upaya terus harus dilakukan untuk mengurangi disparitas struktur ekonomi dan akses pendapatan.
Sumber: Tirto.id
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemiskinan di Indonesia terus meningkat pada September 2025. Namun, ada perbedaan signifikan antara tingkat kemiskinan di wilayah perkotaan dan pedesaan.
Data yang diterbitkan oleh BPS menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan nasional mencapai 8,25 persen dengan jumlah penduduk miskin sebesar 23,36 juta orang. Meski demikian, tingkat kemiskinan di wilayah perkotaan masih lebih rendah dibandingkan pedesaan, yaitu 6,60 persen versus 10,72 persen.
Tapi apa yang paling berita baik adalah ketimpangan nasional turun menjadi 0,363 pada September 2025. Data ini menunjukkan bahwa penurunan ketimpangan pengeluaran nasional secara signifikan, bahkan lebih rendah dibandingkan dengan Maret 2025.
Sementara itu, Gini Ratio di perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan perdesaan, yaitu 0,383 versus 0,295. Ini menunjukkan bahwa ketimpangan pengeluaran masih ada di wilayah perkotaan, meski telah turun secara signifikan.
Penurunan ketimpangan nasional ini dapat berarti bahwa upaya pemerintah untuk mengurangi kemiskinan dan penyebarannya telah sukses. Namun, perlu diperhatikan bahwa ketimpangan pengeluaran masih ada di wilayah perkotaan, sehingga upaya terus harus dilakukan untuk mengurangi disparitas struktur ekonomi dan akses pendapatan.
Sumber: Tirto.id