Pemerintahan menunggu berita baik dari perekonomian Indonesia, kini sudah ada kabar bahwa deflasi yang diharapkan segera tiba. Menurut BPS, deflasi 0,15 persen pada bulan Januari 2026 ini adalah hasil dari penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) hingga 109,75 dari nilai sebelumnya 109,92 pada Desember 2025.
Pengaruh pasokan komoditas pangan yang melimpah terutama mencolok. Perangkat kemakmuran masyarakat yang lebih fleksibel juga mengurangi inflasi, karena harga BBM non-subsidi dan tarif listrik stabil hingga Maret 2026. Selain itu, penurunan sejumlah harga yang diatur pemerintah juga menjadi salah satu penyebabnya.
Pengaruh dari deflasi ini terutama mengenai kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau, sehingga menjadi penyumbang terbesar deflasi bulanan. Kemudian diikuti dengan perubahan harga pangan seperti cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, serta penurunan harga bensin.
Pengaruh pasokan komoditas pangan yang melimpah terutama mencolok. Perangkat kemakmuran masyarakat yang lebih fleksibel juga mengurangi inflasi, karena harga BBM non-subsidi dan tarif listrik stabil hingga Maret 2026. Selain itu, penurunan sejumlah harga yang diatur pemerintah juga menjadi salah satu penyebabnya.
Pengaruh dari deflasi ini terutama mengenai kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau, sehingga menjadi penyumbang terbesar deflasi bulanan. Kemudian diikuti dengan perubahan harga pangan seperti cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, serta penurunan harga bensin.