BPJS PBI Dicabut, KPCDI Talangi Biaya Cuci Darah Warga Tak Mampu

BPJS PBI pasien cuci darah dicabut tiba-tiba, KPCDI terburu-buru menangani biaya perawatan yang sulit ditunda. Mereka berupaya membantu warga tak mampu tetap menjalani terapi darah tanpa terputus.

KPCDI bergerak cepat untuk membantu korban kepesertaan pasien gagal ginjal BPJS PBI, yang fasilitasnya dicabut secara tiba-tiba. Keterangannya adalah pemerintah telah mengeluarkan data jaminan kesehatan yang sudah tidak relevan lagi dan harus diupdate dengan cepat.

Tony Samosir, ketua umum KPCDI, mengatakan bahwa saat ini pasien hanya bisa berupaya memverifikasi ulang datanya ke BPJS dan dinas sosial agar keanggotaannya bisa kembali aktif. Padahal, tindakan cuci darah tidak bisa ditunda.

"Kami masih fokus mendata korban terlebih dulu. Untuk pasien yang benar-benar tidak mampu, kami berupaya membantu menalangi iuran agar mereka tetap bisa menjalani cuci darah," katanya.

Tony mengemukakan bahwa setelah data terkumpul dan ada gambaran kerugian jelas, KPCDI akan mempertimbangkan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan menempuh jalur hukum. Jalur hukum sendiri akan mantap diajukan apabila pencabutan ini semakin menimbulkan kondisi pasien tambah parah.

Kemudian, Tony mengatakan bahwa kepesertaan BPJS PBI pasien cuci darah sangat penting karena tindakan yang tidak dilakukan nanti akan berdampak besar pada nyawa.

"Kalau memang ada pasien yang dirugikan, tentu kami akan pertimbangkan langkah hukum. Karena kalau kepesertaan BPJS PBI dicabut tiba-tiba, apalagi pada pasien penyakit kronis, itu bisa melanggar hak dasar atas kesehatan yang dijamin konstitusi, juga kewajiban negara dalam menjamin jaminan kesehatan masyarakat," katanya.

Sehingga, KPCDI berupaya membantu warga tak mampu tetap menjalani terapi darah tanpa terputus.
 
Aku pikir kalau ini gampang banget, aku bilang jadi nggak. Nah, aku pikir pemerintah sudah harus mulai bantuin pasien yang udah dicabut fasilitasnya tiba-tiba. Aku setuju kalau pasien penyakit kronis itu perlu ada perlindungan lebih lanjut, tapi apa sih kepesertaan BPJS PBI yang bisa 'dicabut' aja? Aku pikir ini gampang banget buat keterangan pemerintah, di mana mereka bilang pasien tidak relevan lagi. Aku rasa jadi ada masalah lebih lanjut, kalau pasien udah 'hilang' fasilitasnya itu masih harus nggak bisa terapi darah?
 
Cuci darah pasien BPJS PBI nggak bisa ditunda, KPCDI harus ambil tindakan ๐Ÿšจ. Pemerintah ganti data jaminan kesehatan, tapi KPCDI harus kejar korban ๐Ÿ˜’. Pasien chronis itu butuh bantuan lebih dari sekedar membantu aja, harus punya sumber dana ๐Ÿ’ธ.
 
Gue penasaran siapa yang benar-benar mengeluarkan data jaminan kesehatan yang sudah tidak relevan lagi? Tolong kiriman sumbernya, ya! Gue tidak ingin dipercaya dengan kata-kata yang hanya sekedar berita tanpa bukti. Dan apa sebenarnya maksud dari "data terkumpul" apakah itu benar-benar ada atau hanya puitis aja? Tolong klarifikasi yah ๐Ÿค”
 
itu coba masalahnya, pemerintah nggak sabar-sabaran mau update data kesehatan tapi nggak pikirkan bagaimana pasien penyakit kronis sih? cuci darah itu wajib dijalani dan pasien punya hak dasar untuk mendapatkan perawatan yang tepat. nggak bisa dipungut iuran aja karena tidak ada pasien lagi.

KPCDI malah bergerak cepat tapi udah terlambat banget. kalau pasien penyakit kronis sih, mereka udah nggak punya energi untuk ngurus-nguru kembali. harus ada solusi yang lebih cepat dan efisien dari itu.

saya harap pemerintah bisa segera mengupdate data kesehatan dan tidak lagi melanggar hak dasar pasien. dan KPCDI juga harus lebih proaktif dalam mendata korban dan membantu mereka dengan cepat.
 
ini gampang banget sekali, pasien cuci darahnya harus dibantu kpcdi ya, bukan bisa dicabut tiba-tiba aja, itu sangat tidak adil dan berisiko tinggi pada nyawa pasien, tapi sekarang ini ada kejadian seperti ini di Indonesia. KPCDI harus cepat-cepat membantu pasien yang terkena dampaknya, dan pemerintah harus memperbaiki sistem BPJS PBI sehingga pasien tidak lagi mengalami kesulitan seperti ini.
 
Oke, aku rasa kalau ini masih bisa diatasi dengan baik, kpcdi pasti punya strategi yang tepat biar pasien tidak kehabisan iuran ya! Mereka harus cepat-cepat update data jaminan kesehatan itu, dan juga bantu korban aja agar gak terlambat. Aku rasa ini bukan masalah besar sama sekali, tapi apa yang penting adalah pasien bisa menjalani terapi darah tanpa dihentikan ya!
 
aku pikir ini benar-benar kekecewa banget, pasien cuci darah tiba-tiba dicabut fasilitasnya, biaya perawatan yang sulit ditunda, apa lagi kalau pasien tak mampu lagi! ini jadi bukti bahwa pemerintah tidak peduli dengan kebutuhan warga rakyat. tapi aku harap KPCDI bisa membantu pasien yang benar-benya lemah dan membantu mereka tetap menjalani terapi darah tanpa terputus. ini juga jadi pelajaran berharga bagi BPJS PBI, perlu diperbaiki sistem pengelolaan kepesertaan dan penagihan biaya perawatan yang lebih transparan. ๐Ÿค•๐Ÿ‘Ž
 
Oooh, apa yang terjadi sama BPJS PBI itu? Pasien cuci darah dicabut tiba-tiba dan kalian bingung bagaimana cara bayar biaya perawatan? Hmm, toh kalau pasien tidak bisa bayar secara langsung, bagaimana caranya kalian bisa membantu pasien yang kurang mampu untuk terus berobat? Saya pikir itu salah keputusan dari pihak BPJS PBI. Mereka harus berkomunikasi dengan klinik atau rumah sakit lebih baik sebelum mencabut fasilitas. Kalau tidak, pasien akan terluka parah... ๐Ÿ˜ฑ
 
๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ [GIF: seseorang sedang menekuk kepala dengan ekspresi penasaran]

๐Ÿš‘๐Ÿ’‰ BPJS PBI pasien cuci darah dicabut tiba-tubuh! ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ KPCDI harus bergerak cepat! ๐Ÿ’ช

[GIF: seseorang sedang berlari dengan arah yang sama]

Tony Samosir, ketua umum KPCDI, benar-benar peduli dengan pasien! ๐Ÿค "Kami masih fokus mendata korban terlebih dulu..." ๐Ÿ“Š

[GIF: seseorang sedang mengambil catatan dengan arah yang berbeda]

Jalur hukum pasti akan diajukan kalau ini semakin menimbulkan kondisi pasien tambah parah! ๐Ÿ˜ฌ
 
Gue suka banget sama pasien cuci darah ya, tapi gue jadi bingung karna pasien mana yang bisa ngerasa tekanan banget karena fasilitasnya dicabut tiba-tiba? Gue rasa pasien cuci darah itu memang perlu saran dari KPCDI, tapi aku rasa ada beberapa pasien yang tidak mau konfirmasi status kepesertaannya lagi. Mungkin pasien itu masih sedih banget dengan keputusan BPJS PBI.

Gue suka sekali sama Tony Samosir, dia sangat bijak dan berhati baik. Gue harap KPCDI bisa membantu semua pasien cuci darah untuk tetap menjalani terapi darah tanpa terputus. Kalau gue tidak salah, ada beberapa pasien yang harus bayar uang muka lagi untuk terapi darah? Gue rasa itu tidak adil sama sekali.

Gue harap pemerintah bisa segera mengeluarkan data jaminan kesehatan yang benar dan relevan lagi, sehingga pasien cuci darah tidak perlu khawatir tentang status kepesertaan mereka lagi. Gue rasa ini semua memang sulit banget, tapi gue yakin KPCDI akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu semua pasien yang membutuhkan. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ’‰
 
ini kan jangan balek lagi pasien cuci darah BPJS PBI, semestinya harus ada sistem yang lebih baik untuk pasien-pasien yang kesulitan membayar biaya kesehatan. kalian pemerintah selama ini udah punya rencana untuk memperbarui data jaminan kesehatan, tapi masih jadi apa ajee? makanya pasien-pasien yang kesulitan harus lagi mengalami kesulitan seperti ini ๐Ÿ˜ก.

ada kalanya kita harus berfikir lebih baik, tidak hanya fokus pada angka-angka dan biaya-biaya saja. kesehatan bukan hanya tentang biaya, tapi juga tentang hak-hak pasien yang benar-benar membutuhkannya. pasien-pasien yang kesulitan harus mendapatkan perawatan yang tepat, tidak peduli berapa mahalnya ๐Ÿ˜”.

kami bangga dengan KPCDI yang berupaya membantu pasien-pasien ini, tapi masih jauh untuk menyelamatkan pasien-pasien yang terjebak dalam kesulitan ini. kami harus berani mengatakan bahwa ini semua bisa berubah jika kita bekerja sama dan memiliki rencana yang lebih baik ๐Ÿ’ช.
 
ini pasien cuci darah yang dicabut fasilitasnya tiba-tiba, kapa kabarnya? ๐Ÿค” sebenarnya apa keadaan di balik tindakan ini? https://www.republika.co.id/news/br...darah-bpjs-pbi-fasilitasnya-dicabut-tiba-tiba

kenapa pemerintah harus mengeluarkan data jaminan kesehatan yang sudah tidak relevan lagi? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ ini bukan mainan, ada nyawa yang terjebak di sini. https://nasional.kompas.com/read/20...ta-jaminan-kesehatan-yang-sudah-tidak-relevan

ini pasien yang harus berupaya memverifikasi ulang datanya ke BPJS dan dinas sosial agar keanggotaannya bisa kembali aktif. ini nggak mudah, kan? ๐Ÿคฏ https://www.detik.com/berita/d-6281817/pasien-cuci-darah-bpjs-pbi-memverifikasi-ulang-data

kapa kabarnya tentang langkah hukum yang akan diambil oleh KPCDI jika ada pasien yang dirugikan? ๐Ÿค” ini penting, karena nyawa pasien yang terjebak di sini. https://www.beritasatu.com/berita/pasien-cuci-darah-bpjs-pbi-menghadapi-langsung-tangan-hukum
 
Aku pikir ini semua hanya tentang kesalahan teknis aja, kalau gini siapa yang salah? Pemerintah buat kesalahan, BPJS PBI buat kesalahan, tapi KPCDI gak bisa jadi apa-apa. Mereka harus datang cepat untuk membantu pasien, tapi gak bisa sembarangan aja. Aku rasa ini semua sepele banget, kalau gini kita harus datang cepat buat solusi yang tepat.
 
Ggini kabar banget nih? BPJS PBI pasien cuci darah dicabut tiba-tiba dan kalah-kalah ari KPCDI. Saya penasaran sih bagaimana caranya pemerintah bisa melakukannya tanpa bawahan ke pasien? Apakah ada yang bilang kalau data jaminan kesehatan sudah tidak relevan lagi?

Saya rasa ini juga masalah besar karena pasien cuci darah itu sibuk-sibuk menjalani terapi darah dan tiba-tiba fasilitasnya dicabut. Bayangkan aja kalau pasien itu harus mulai dari nol lagi, sih...

Ggini caranya KPCDI bisa membantu pasien yang benar-benya tidak mampu? Apakah ada bantuan dari pemerintah lainnya, seperti dinas sosial? Saya juga penasaran tentang kepesertaan BPJS PBI itu. Berapa besar biaya perawatan terapi darah sih?
 
Aku pikir ini gak bisa dipertahankan, pasien cuci darah dicabut tiba-tiba kalo ini? Mereka harus ngatur data-nya sendiri ke BPJS dan dinas sosial, tapi siapa bilang kalau pasien penyakit kronis bisa mengatasi hal ini? KPCDI harus cepat menempuh tindakan hukum, jadi tidak ada pasien yang mati akibat kepesertaan BPJS PBI dicabut tiba-tuba. Semua pasien harus mendapatkan asuransi kesehatan yang stabil dan bisa dipertahankan. Kita harus berikan bantuan tambahan kepada pasien yang benar-benar tidak mampu, agar mereka bisa menjalani terapi darah tanpa henti. ๐Ÿค”๐Ÿ’‰
 
ini masalah yang serius banget, nih... apa yang terjadi di Indonesia kayaknya sedang berubah-ubah saja, khususnya terkait BPJS PBI dan pasien cuci darah. meneh tiba-tiba fasilitasnya dicabut, kalau tidak lagi ada cara untuk menerima iuran, pasien itu bisa jadi harus menunggu sampai mati. gak bisa dipernahkan banget! tapi ini apa yang terjadi di Indonesia? pemerintah malah keluar data jaminan kesehatan yang sudah tidak relevan lagi... sekarang apa yang harus di lakukan? mungkin waktunya mempertimbangkan untuk mengubah cara kerja BPJS PBI, agar pasien cuci darah bisa terus menerima perawatan yang mereka butuhkan. atau mungkin pemerintah harus lebih serius dalam menangani masalah ini, jangan biarkan pasien menjadi korban kegagalan sistem...
 
Wah ini keren banget KPCDI ngerasa jujur dan ingin bantu pasien cuci darah ini ๐Ÿค“. Mereka harus tega untuk melihat pasien yang udah dipotong iuran gini, tapi setidaknya mereka mau nolak dan minta bantuan dari pemerintah ๐Ÿ™. Tony Samosir juga lucu banget saat bilang pasien penyakit kronis pasti bakal nyasar ๐Ÿคฃ. Tapi serius aja, ini perlu diatasi agar pasien cuci darah ini bisa terus terapi tanpa gangguan.
 
gue rasanya ini trusul banget, pasien cuci darah yang dicabut aja kira-kira dikejar hukum? apa sih masalahnya pasien tahu gak kalo fasilitasnya dicabut? ini bukan hal yang sengaja, tapi karena data yang sudah tidak relevan lagi. padahal pasien udah mampi biaya iuran dan sekarang harus nyolot lagi? ini nggak adil, kita harus lihat jelas siapa yang bertanggung jawab disini.
 
ini masalah yang serius banget, pasien cuci darah dihancurkan dengan dicabut fasilitasnya tiba-tiba ๐Ÿค•. apa lagi kalau mereka pasien tak mampu, harus berjuang sendiri untuk kepesertaan BPJS PBI ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ. gini kayaknya ada kesalahan dalam pengelolaan data jaminan kesehatan yang harus segera diperbaiki ๐Ÿ“Š. KPCDI harus cepat sekali menangani biaya perawatan yang sulit ditunda dan membantu pasien tetap menjalani terapi darah tanpa terputus ๐Ÿ’‰.
 
kembali
Top