Bencana Banjir Susulan Rendam Lima Kecamatan di Aceh Timur
Curah hujan yang cukup tinggi akhir pekan ini menyebabkan banjir susulan rendam lima kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur, Afifullah, hujan dengan intensitas tinggi sejak Rabu malam menyebabkan air sungai meluap di wilayah terdampak banjir.
"Curah hujan cukup tinggi menyebabkan air sungai kembali meluap. Ketinggian air mencapai sedada orang dewasa di beberapa lokasi," kata Afifullah saat ditemui di Aceh Timur, Kamis (8/1/2026).
Sebanyak lima kecamatan terkena dampak banjir susulan tersebut, yaitu Pante Bidari, Indra Makmu, Banda Alam, Julok, dan Rantau Selamat. Kondisi ini menyebabkan aktivitas masyarakat kembali lumpuh, terutama menuju tempat kerja dan sekolah.
Genangan banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga akses jalan antardesa serta sejumlah fasilitas umum. Banjir susulan ini berdampak pada aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat.
Afifullah menjelaskan kondisi banjir susulan terjadi saat sebagian wilayah Aceh Timur masih dalam tahap pemulihan pasca-bencana pada akhir November 2025. "Sejumlah warga sempat membersihkan rumah dan lingkungan mereka, kini kembali harus menghadapi genangan air yang masuk ke rumah," kata Afifullah.
BPBD Kabupaten Aceh Timur bersama unsur terkait telah menurunkan tim ke lapangan untuk memantau dan mendata dampak banjir susulan di lima kecamatan tersebut serta memastikan keselamatan warga.
Curah hujan yang cukup tinggi akhir pekan ini menyebabkan banjir susulan rendam lima kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur, Afifullah, hujan dengan intensitas tinggi sejak Rabu malam menyebabkan air sungai meluap di wilayah terdampak banjir.
"Curah hujan cukup tinggi menyebabkan air sungai kembali meluap. Ketinggian air mencapai sedada orang dewasa di beberapa lokasi," kata Afifullah saat ditemui di Aceh Timur, Kamis (8/1/2026).
Sebanyak lima kecamatan terkena dampak banjir susulan tersebut, yaitu Pante Bidari, Indra Makmu, Banda Alam, Julok, dan Rantau Selamat. Kondisi ini menyebabkan aktivitas masyarakat kembali lumpuh, terutama menuju tempat kerja dan sekolah.
Genangan banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga akses jalan antardesa serta sejumlah fasilitas umum. Banjir susulan ini berdampak pada aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat.
Afifullah menjelaskan kondisi banjir susulan terjadi saat sebagian wilayah Aceh Timur masih dalam tahap pemulihan pasca-bencana pada akhir November 2025. "Sejumlah warga sempat membersihkan rumah dan lingkungan mereka, kini kembali harus menghadapi genangan air yang masuk ke rumah," kata Afifullah.
BPBD Kabupaten Aceh Timur bersama unsur terkait telah menurunkan tim ke lapangan untuk memantau dan mendata dampak banjir susulan di lima kecamatan tersebut serta memastikan keselamatan warga.