Peringatan Banjir Rob di Jakarta: Masyarakat Diperingatkan Mengaktifkan Kawaspadaan
Dalam beberapa hari terakhir, BPBD DKI Jakarta menyatakan bahwa potensi banjir rob di wilayah pesisir Pantai Utara Jakarta akan berlangsung hingga 3 Februari 2026. Pasang maksimum air laut yang diprediksi berpotensi memicu genangan di kawasan pesisir tersebut.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, peringatan ini dikeluarkan setelah analisis laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok. Laporan tersebut menyebutkan bahwa pasang maksimum air laut dipicu oleh fase bulan purnama yang bertepatan dengan kondisi perigee, sehingga meningkatkan tinggi muka air laut di wilayah tersebut.
Masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir utara Jakarta diminta untuk mengaktifkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob. Risiko peningkatan muka air laut menjadi lebih tinggi selama rentang waktu 05.00 hingga 11.00 WIB, sehingga warga diminta untuk berhati-hati, terutama saat melakukan kegiatan di sekitar pantai.
BPBD DKI Jakarta juga mengajak masyarakat untuk memantau perkembangan cuaca dan kondisi laut secara real-time, serta memastikan sistem drainase di lingkungan tempat tinggal berfungsi dengan baik. Selain itu, layanan darurat gratis 112 akan disiapkan untuk merespons laporan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak banjir Jakarta antara lain Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, dan sejumlah kawasan di Jakarta Utara. BPBD DKI Jakarta memperkirakan bahwa durasi pasang tinggi air laut dapat berlangsung beberapa hari berturut-turut.
Masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah tersebut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah genangan. Dengan demikian, potensi banjir rob dapat diatasi dengan efektif.
Dalam beberapa hari terakhir, BPBD DKI Jakarta menyatakan bahwa potensi banjir rob di wilayah pesisir Pantai Utara Jakarta akan berlangsung hingga 3 Februari 2026. Pasang maksimum air laut yang diprediksi berpotensi memicu genangan di kawasan pesisir tersebut.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, peringatan ini dikeluarkan setelah analisis laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok. Laporan tersebut menyebutkan bahwa pasang maksimum air laut dipicu oleh fase bulan purnama yang bertepatan dengan kondisi perigee, sehingga meningkatkan tinggi muka air laut di wilayah tersebut.
Masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir utara Jakarta diminta untuk mengaktifkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob. Risiko peningkatan muka air laut menjadi lebih tinggi selama rentang waktu 05.00 hingga 11.00 WIB, sehingga warga diminta untuk berhati-hati, terutama saat melakukan kegiatan di sekitar pantai.
BPBD DKI Jakarta juga mengajak masyarakat untuk memantau perkembangan cuaca dan kondisi laut secara real-time, serta memastikan sistem drainase di lingkungan tempat tinggal berfungsi dengan baik. Selain itu, layanan darurat gratis 112 akan disiapkan untuk merespons laporan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak banjir Jakarta antara lain Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, dan sejumlah kawasan di Jakarta Utara. BPBD DKI Jakarta memperkirakan bahwa durasi pasang tinggi air laut dapat berlangsung beberapa hari berturut-turut.
Masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah tersebut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah genangan. Dengan demikian, potensi banjir rob dapat diatasi dengan efektif.