Sekitar 9 RT di Jakarta tergenang akibat hujan deras yang berlangsung sejak Jumat lalu. Menurut informasi yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta (BPBD), genangan tersebut terjadi karena curah hujan tinggi dan luapan sungai.
Dari data yang ada, 2 RT di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat mengalami genangan dengan ketinggian mencapai 20 cm. Penyebab utama dari genangan ini adalah curah hujan tinggi dan luapan Kali Semongol.
Sedangkan di wilayah lain, seperti Kelurahan Marunda dan Kapuk Muara, Jakarta Utara, terdapat genangan dengan ketinggian 10 cm. Luapan Kali Angke dan Kali Nagrak menjadi penyebab utama banjir di wilayah tersebut.
Selain itu, kurang dari setengah dari kepala keluarga di Kelurahan Marunda terpaksa mengungsi akibat genangan yang menyebabkan air masuk ke rumah-rumah mereka. Sedangkan di SD Robiatul Adawiyah, 225 jiwa dari 62 KK disebut tengah mengungsi.
Dalam kondisi ini, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan dan melakukan penyedotan genangan serta memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik. Selain itu, mereka juga siapkan kebutuhan dasar bagi korban banjir.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi genangan di wilayah lain dan jika terjadi darurat segera hubungi nomor telepon 112 yang gratis dan beroperasi 24 jam non-stop.
Dari data yang ada, 2 RT di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat mengalami genangan dengan ketinggian mencapai 20 cm. Penyebab utama dari genangan ini adalah curah hujan tinggi dan luapan Kali Semongol.
Sedangkan di wilayah lain, seperti Kelurahan Marunda dan Kapuk Muara, Jakarta Utara, terdapat genangan dengan ketinggian 10 cm. Luapan Kali Angke dan Kali Nagrak menjadi penyebab utama banjir di wilayah tersebut.
Selain itu, kurang dari setengah dari kepala keluarga di Kelurahan Marunda terpaksa mengungsi akibat genangan yang menyebabkan air masuk ke rumah-rumah mereka. Sedangkan di SD Robiatul Adawiyah, 225 jiwa dari 62 KK disebut tengah mengungsi.
Dalam kondisi ini, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan dan melakukan penyedotan genangan serta memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik. Selain itu, mereka juga siapkan kebutuhan dasar bagi korban banjir.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi genangan di wilayah lain dan jika terjadi darurat segera hubungi nomor telepon 112 yang gratis dan beroperasi 24 jam non-stop.