Pulau Siau kembali mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang. Hanya beberapa hari silam, wilayah ini masih dalam kemacetan akibat hujan lebat yang berkepanjangan. Kini, situasi yang paling terasa adalah keadaan korban jiwa yang banyak.
Menurut Sumber Penerus BPBD Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, sebanyak 17 orang meninggal dunia akibat banjir bandang di beberapa desa. Pihak BPBD mengatakan ini adalah data sementara dan kemungkinan ada peningkatan jumlah korban.
Di antaranya, warga Desa Batusenggo yang perempuan dan laki-laki kesejahteraannya dibawa ke umat. Juga Desa Laghaeng terdapat dua orang yang meninggal akibat banjir bandang yaitu Hermina Maningide (76 tahun) dan Rafles Kobis (74 tahun).
Menurut Sumber Penerus BPBD Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, sebanyak 17 orang meninggal dunia akibat banjir bandang di beberapa desa. Pihak BPBD mengatakan ini adalah data sementara dan kemungkinan ada peningkatan jumlah korban.
Di antaranya, warga Desa Batusenggo yang perempuan dan laki-laki kesejahteraannya dibawa ke umat. Juga Desa Laghaeng terdapat dua orang yang meninggal akibat banjir bandang yaitu Hermina Maningide (76 tahun) dan Rafles Kobis (74 tahun).